Sep 11, 2026
Hukum

MARANGKAYU — Tim Fire PT Sumalindo Edukasi Pelajar Cegah Karhutla

Asap tipis dan hawa menyengat musim kemarau kerap menjadi pertanda buruk bagi wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Di tengah bent

MARANGKAYU — Tim Fire PT Sumalindo Edukasi Pelajar Cegah Karhutla

Asap tipis dan hawa menyengat musim kemarau kerap menjadi pertanda buruk bagi wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Di tengah bentangan vegetasi yang mengering dan rentan tersulut api, benteng pertahanan terbaik tidak hanya dibangun dari armada pemadam berteknologi tinggi, melainkan dari kesadaran generasi muda di ruang-ruang kelas. Hal inilah yang mendasari digelarnya program edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di SMA Negeri 2 Marangkayu, sebuah kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan zona konsesi kehutanan.

Melalui investigasi dan penelusuran lapangan Beritadua.com, ancaman karhutla di kawasan Marangkayu bukan sekadar isu musiman biasa, melainkan ancaman ekologis serius yang berdampak langsung pada kualitas udara, kesehatan pernapasan warga, hingga kelangsungan ekosistem lokal. Menanggapi potensi kerawanan yang meningkat selama kemarau, Tim Fire PT Sumalindo Hutani Jaya menerjunkan personel tanggap darurat mereka untuk memberikan pelatihan komprehensif bagi ratusan siswa.

Ancaman Nyata di Balik Musim Kemarau Marangkayu

Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kalimantan Timur kerap mengubah serasah kering menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar. Aktivitas manusia—baik karena kelalaian kecil maupun tindakan tanpa pengawasan—masih menjadi faktor utama munculnya titik api di sekitar permukiman dan kawasan hutan.

Faktor Risiko Karhutla Tindakan Preventif Pelajar
Pembuangan puntung rokok sembarangan Mengawasi lingkungan sekitar dari bahaya sisa api
Pembakaran sampah tanpa pengawasan Mengalihkan pengelolaan sampah tanpa metode bakar
Pembukaan lahan dengan cara membakar Menjadi agen edukasi hukum karhutla di keluarga

Para instruktur spesialis pemadam kebakaran memaparkan secara mendalam bagaimana percikan api kecil dapat membesar tak terkendali hanya dalam hitungan menit akibat dorongan angin kencang. "Kunci utama penanggulangan bencana karhutla bukanlah saat memadamkan api yang membesar, melainkan pada langkah pencegahan dini agar titik api tidak pernah muncul," tegas salah seorang personel tim penyelamat di sela-sela simulasi pencegahan.

Memutus Rantai Karhutla dari Ruang Kelas

Dalam sesi edukasi interaktif tersebut, para siswa SMA Negeri 2 Marangkayu dibekali pemahaman saintifik mengenai dampak buruk emisi karbon, tingginya polusi partikulat, serta kerusakan keanekaragaman hayati akibat karhutla. Tidak hanya teori, siswa juga dilatih untuk mengenali tindakan berisiko tinggi yang sering dianggap sepele, seperti membuang puntung rokok di semak kering atau menyalakan api di area terbuka tanpa pengawasan.

Kepala SMA Negeri 2 Marangkayu, Sri Ningsih, mengapresiasi tinggi langkah kolaboratif yang diinisiasi oleh pihak swasta ini. Menurutnya, pemahaman yang diberikan praktisi lapangan memberi dampak psikologis dan pengetahuan teknis yang lebih kuat dibanding sekadar pembelajaran teori di kelas.

"Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi peserta didik. Mereka tidak hanya mengetahui bahaya kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga memahami perannya dalam menjaga lingkungan. Pengetahuan ini diharapkan dapat diteruskan siswa kepada keluarga dan masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka," ujar Sri Ningsih pada Jumat, 11 September 2026.

Sinergi Korporasi dan Masyarakat Mencapai Bebas Asap

Keterlibatan PT Sumalindo Hutani Jaya dalam mengedukasi institusi pendidikan merupakan bagian dari strategi pencegahan berbasis masyarakat. Langkah ini dinilai sangat strategis karena kelompok pelajar memiliki daya jangkau komunikasi yang efektif dalam struktur sosial keluarga pedesaan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dengan menjadikan generasi muda sebagai garda terdepan pencegahan karhutla, potensi kelalaian warga saat beraktivitas di sekitar lahan dapat ditekan secara signifikan. "Ketika seorang anak mampu mengingatkan orang tuanya untuk tidak membakar lahan secara sembarangan, imbauan tersebut sering kali jauh lebih efektif dan dipatuhi," ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Inisiatif preventif berbasis edukasi di Marangkayu ini diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kalimantan Timur. Sinergi antara dunia pendidikan dan sektor kehutanan menjadi fondasi penting untuk memastikan langit Kutai Kartanegara tetap bersih dari ancaman bencana asap di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User