Sep 11, 2026
Hukum

MANILA — Sara Duterte Siap Tempuh Jalur Hukum Hadapi Kasus Ancaman

Wakil Presiden Filipina Sara Duterte menegaskan bahwa tim hukumnya akan memanfaatkan seluruh instrumen hukum yang tersedia guna menghadapi dakwaan ancaman

MANILA — Sara Duterte Siap Tempuh Jalur Hukum Hadapi Kasus Ancaman

Wakil Presiden Filipina Sara Duterte menegaskan bahwa tim hukumnya akan memanfaatkan seluruh instrumen hukum yang tersedia guna menghadapi dakwaan ancaman berat (grave threats) yang dialamatkan kepadanya. Pernyataan tersebut mencuat setelah sang wakil presiden menghadiri Pengadilan Negeri Kota Quezon (RTC) Cabang 98 untuk menjalani proses pembacaan dakwaan, yang pada akhirnya diputuskan untuk ditunda oleh majelis hakim.

Langkah hukum ini menandai babak baru dalam eskalasi konflik politik tingkat tinggi di Manila, yang mempertemukan trah Duterte dengan pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr. Investigasi dan proses peradilan terhadap orang nomor dua di Filipina ini menyedot perhatian publik di tengah tuduhan retorika kekerasan yang dinilai melampaui batas kebebasan berpendapat seorang pejabat publik.

Kronologi Persidangan di Quezon City

Kehadiran Sara Duterte di hadapan meja hijau berlangsung di bawah pengawalan ketat dan sorotan tajam media nasional maupun internasional. Berikut adalah rangkaian peristiwa penting dalam proses hukum yang berlangsung:

  1. Pelaporan Resmi: Laporan ancaman pidana didaftarkan ke pihak berwenang menyusul pernyataan kontroversial Duterte dalam sebuah konferensi pers virtual yang dinilai memuat ancaman terhadap keselamatan individu tertentu di lingkaran kekuasaan.
  2. Pemanggilan Terdakwa: Pengadilan Negeri Quezon City Cabang 98 menjadwalkan agenda pembacaan dakwaan resmi (arraignment) pada hari Jumat waktu setempat.
  3. Pengajuan Eksepsi Tim Hukum: Sebelum dakwaan dibacakan, tim advokat yang mewakili Sara Duterte mengajukan serangkaian mosi pembelaan yang mempertanyakan yurisdiksi serta kelengkapan materiil dakwaan.
  4. Penundaan Sidang: Majelis hakim memutuskan menunda proses pembacaan dakwaan guna menelaah argumen hukum yang diajukan oleh kubu Duterte, memberikan ruang bagi proses pra-peradilan lanjutan.
"Kami akan memanfaatkan seluruh upaya hukum yang tersedia secara sah di bawah konstitusi dan undang-undang yang berlaku," tegas Sara Duterte kepada awak media usai persidangan.

Strategi Pembelaan dan Manuver Politik

Penundaan pembacaan dakwaan dinilai sebagai kemenangan taktis awal bagi kubu Duterte. Dengan menunda proses arraignment, tim pembela mencegah masuknya perkara ke tahap pembuktian pokok perkara secara langsung, sekaligus membuka ruang untuk mengajukan gugatan pembatalan dakwaan ke tingkat peradilan yang lebih tinggi.

Para pengamat hukum di Manila menyoroti bahwa kasus ini sarat dengan nuansa politis menyusul pecahnya aliansi UniTeam yang sebelumnya mengantarkan duet Marcos-Duterte memenangi Pemilu 2022. Beberapa poin krusial yang melingkupi kasus ini antara lain:

  • Substansi Dakwaan: Gugatan berfokus pada pernyataan publik yang dianggap sebagai ancaman pembunuhan terencana terhadap figur-figur kunci pemerintahan.
  • Kekebalan Hukum Terbatas: Konstitusi Filipina tidak memberikan imunitas absolut kepada wakil presiden terhadap tuntutan pidana tertentu selama menjabat, berbeda dengan presiden yang memegang imunitas penuh.
  • Dampak Elektoral: Proses hukum ini berpotensi memengaruhi kelayakan politik Sara Duterte menjelang pemilihan umum paruh waktu 2025 dan pemilu presiden 2028 mendatang.

Kubu Sara Duterte bersikeras bahwa retorika yang dilontarkannya merupakan bentuk ekspresi dramatis dan metafora politik, bukan instruksi kejahatan nyata. Hingga saat ini, pengadilan masih meninjau berkas pembelaan sebelum menetapkan jadwal sidang lanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User