Oct 10, 2026
Bisnis

Mandalika dan Peluang UMKM Tembus Rantai Pasok Global

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif per Oktober 2026, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, kembali menjadi magnet bagi s...

Mandalika dan Peluang UMKM Tembus Rantai Pasok Global

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif per Oktober 2026, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, kembali menjadi magnet bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Ajang balap kelas dunia ini tidak sekadar menghadirkan tontonan olahraga, tetapi juga membuka ruang bagi produk-produk daerah untuk berinteraksi langsung dengan wisatawan mancanegara. Dalam konteks ekonomi, perhelatan ini berfungsi sebagai katalis untuk memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal yang selama ini bergantung pada pasar domestik.

Dampak Ekonomi Langsung dan Tidak Langsung

Di satu sisi, kehadiran ribuan penonton dari berbagai negara menciptakan lonjakan permintaan terhadap barang dan jasa lokal. Data Dinas Koperasi dan UKM NTB mencatat ada sekitar 1.200 UMKM yang terlibat dalam rantai pasok acara, mulai dari kuliner, kriya, hingga suvenir. Nilai transaksi selama periode balapan diproyeksikan menembus Rp 85 miliar, naik sekitar 12,5 persen year-on-year dibandingkan edisi sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap produk lokal cukup kuat ketika berhadapan langsung dengan konsumen global.

Di sisi lain, tantangan tetap membayangi. Sebagian besar UMKM masih menghadapi kendala kapasitas produksi, standardisasi kualitas, dan akses pembiayaan. Rasio kredit UMKM terhadap total kredit perbankan nasional masih berada di kisaran 19,3 persen, jauh dari target pemerintah sebesar 30 persen. Artinya, tanpa dukungan likuiditas yang memadai, peluang ekspor yang terbuka lebar ini bisa saja tidak termanfaatkan secara optimal.

Fundamental Produk Lokal dan Daya Saing

Dari kacamata fundamental, produk UMKM Mandalika memiliki keunggulan pada aspek keunikan budaya dan bahan baku lokal. Tenun ikat, mutiara Lombok, serta kopi robusta Sembalun menjadi contoh komoditas yang memiliki nilai tambah tinggi. Namun, valuasi produk di pasar global sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha menembus standar internasional, seperti sertifikasi keamanan pangan dan kepatuhan lingkungan.

“Event besar seperti MotoGP adalah jendela promosi, tetapi keberlanjutan ekspor ditentukan oleh kesiapan kapasitas dan tata kelola usaha. UMKM harus didorong naik kelas, bukan sekadar menjadi penonton di pasar sendiri,” ujar seorang pengamat ekonomi kerakyatan dari Universitas Mataram.

Pernyataan ini menegaskan bahwa tren positif tidak otomatis berubah menjadi kinerja ekspor yang solid. Diperlukan pendampingan berkelanjutan agar pelaku usaha mampu memenuhi permintaan pasar yang fluktuatif.

Proyeksi dan Risiko Capital Outflow

Pro: penyelenggaraan event internasional terbukti mendongkrak indeks aktivitas ekonomi daerah. Tingkat hunian hotel di kawasan Kuta Mandalika dilaporkan mencapai 92 persen selama pekan balapan, sementara konsumsi rumah tangga lokal mengalami kenaikan. Efek berganda ini memperkuat fundamental ekonomi NTB yang selama ini bergantung pada sektor pertambangan dan pertanian.

Kontra: risiko capital outflow jangka pendek tetap ada. Keuntungan ekonomi yang diperoleh UMKM berpotensi bocor ke luar daerah jika rantai pasok masih didominasi pemasok dari luar NTB. Selain itu, ketergantungan pada momentum event menciptakan pola pendapatan musiman yang rentan terhadap perubahan jadwal atau pembatalan acara.

Oleh karena itu, strategi hilirisasi UMKM perlu diarahkan pada penguatan ekosistem digital, akses pembiayaan berbasis portofolio, serta kemitraan dengan jaringan ritel global. Pemerintah daerah dan otoritas terkait perlu memastikan bahwa setiap event besar tidak hanya menjadi pesta sesaat, tetapi menjadi titik lompatan bagi UMKM untuk masuk ke pasar internasional secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User