Sep 14, 2026
Hukum

MADRID — Pebalap Formula 1 Kecam Desain Sirkuit Baru Madring

Debut sirkuit baru Madring di Spanyol menuai gelombang kritik tajam dari para pebalap Formula 1. Lintasan hibrida yang dibangun di sekitar pusat konvensi d

MADRID — Pebalap Formula 1 Kecam Desain Sirkuit Baru Madring

Debut sirkuit baru Madring di Spanyol menuai gelombang kritik tajam dari para pebalap Formula 1. Lintasan hibrida yang dibangun di sekitar pusat konvensi dekat Bandara Barajas tersebut dinilai gagal menyuguhkan tontonan kompetitif dan justru menciptakan balapan monoton tanpa aksi saling salip yang berarti.

Penyelenggaraan grand prix ini sebelumnya dipromosikan secara masif sebagai terobosan baru kalender balap dunia. Namun, investigasi terhadap dinamika di lintasan menunjukkan bahwa karakteristik trek yang sempit serta minimnya zona overtaking menjadikan sirkuit ini sasaran kecaman pedas dari para pebalap veteran hingga debutan.

Kronologi Masalah: Dari Sesi Latihan Hingga Balapan Monoton

Kekhawatiran mengenai tata letak lintasan sebenarnya telah mencuat sejak sesi pembuka pekan balap, dengan rentetan dinamika berikut:

  1. Sesi Latihan Bebas: Karakteristik dinding pembatas yang terlalu dekat dan tikungan buta (blind brows) membuat sirkuit sempat dijuluki sebagai "pembunuh mobil" oleh sejumlah kru teknis.
  2. Fase Awal Balapan: Juara dunia Lando Norris memimpin balapan selama 15 lap pertama dengan performa meyakinkan sebelum intervensi Virtual Safety Car (VSC) mengacaukan strateginya hingga merosot ke posisi kelima.
  3. Minimnya Degradasi Ban: Kondisi lintasan panas yang diprediksi memicu degradasi ban ekstrem justru menunjukkan performa ban yang terlalu solid, menghilangkan kebutuhan pit stop agresif dan menutup ruang manuver taktis.
  4. Garis Finis: Perlombaan berakhir dengan dominasi Kimi Antonelli (Mercedes) disusul Max Verstappen (Red Bull) dan Norris (McLaren), dengan nyaris nol aksi overtaking murni di barisan depan.

Kritik Pedas Pebalap: 'Hampir Tertidur' di Balik Kemudi

Kekecewaan para pebalap memuncak seusai balapan. Debutan Racing Bulls, Arvid Lindblad, mengakui bahwa balapan tersebut berjalan membosankan. Komentar lebih pedas dilontarkan pebalap Audi, Gabriel Bortoleto, yang secara terbuka menyindir kualitas perlombaan.

"Saya hampir tertidur di dalam mobil," ujar Gabriel Bortoleto saat memberikan evaluasi terkait minimnya aksi di lintasan.

Lando Norris, yang harus puas finis di posisi ketiga, mempertanyakan bagaimana desain lintasan yang buruk ini bisa lolos sertifikasi dan disetujui untuk ajang sekelas F1.

"Saya tidak habis pikir bagaimana seseorang melihat desain lintasan seperti ini lalu menganggapnya sempurna," tegas Norris mengecam.

Sorotan Aspek Keselamatan dan 'Over-Hype' Sirkuit

Juara dunia dua kali asal Spanyol, Fernando Alonso, menyoroti tikungan miring (banked corner) La Monumental yang dinilainya terlalu dibesar-besarkan dalam materi promosi.

"Kontribusi pebalap di tikungan itu nol besar. Petugas media kami pun bisa melaju di sana karena Anda cukup menekan pedal gas penuh tanpa perlu perhitungan teknis apa pun," sindir Alonso.

Isu keselamatan juga disuarakan oleh pebalap Williams, Carlos Sainz, yang merupakan warga asli Madrid. Sainz menilai FIA terlalu berkompromi dengan keselamatan demi menghadirkan sirkuit jalan raya baru.

"Ini mirip dengan situasi di Jeddah dan Baku, standar keamanannya buruk. Namun tampaknya FIA senang melangkah ke arah ini untuk sirkuit-sirkuit baru. Kami sudah menyuarakan kekhawatiran ini demi keselamatan," pungkas Sainz.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User