Sep 14, 2026
Hukum

Kemkomdigi Lacak Sinyal Ponsel Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengambil langkah investigatif dengan mengerahkan infrastruktur telekomunikasi seluler nasional guna melaca

Kemkomdigi Lacak Sinyal Ponsel Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengambil langkah investigatif dengan mengerahkan infrastruktur telekomunikasi seluler nasional guna melacak keberadaan delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Operasi digital ini dipusatkan pada penelusuran log transmisi dan jejak sinyal gawai para korban yang terdiri dari lima jurnalis serta tiga kru kapal.

Rombongan tersebut sebelumnya menumpangi speedboat Arupadhatu 1 dalam misi peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK). Upaya pencarian gabungan kini mengandalkan data triangulasi menara pemancar Base Transceiver Station (BTS) di sepanjang pesisir Banten dan Lampung.

Kronologi dan Urutan Kejadian Hilangnya Rombongan

Berdasarkan data operasional yang dihimpun tim investigasi Beritadua.com, berikut rekonstruksi linimasa kejadian hingga pengerahan operasi digital:

  1. Senin, 7 September: Kapal speedboat Arupadhatu 1 bertolak membawa total delapan penumpang untuk meliput eskalasi erupsi Gunung Anak Krakatau. Komunikasi radio dan seluler terputus total beberapa jam setelah kapal memasuki perairan terbuka Selat Sunda.
  2. Selasa – Sabtu: Tim SAR gabungan melancarkan pencarian maritim di tengah cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, namun bangkai kapal maupun tanda visual belum membuahkan hasil signifikan.
  3. Minggu, 13 September: Kemkomdigi secara resmi mengintegrasikan teknologi forensik sinyal dengan menginstruksikan operator seluler memeriksa rekaman log BTS di kawasan pesisir barat Pulau Jawa dan selatan Pulau Sumatra.

Mobilisasi Tiga Operator Seluler di Titik Kritis BTS

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengonfirmasi keterlibatan langsung tiga operator telekomunikasi terbesar di Indonesia. Penelusuran difokuskan pada pertukaran paket data terakhir dan sinyal ping perangkat seluler korban sebelum kehilangan daya atau sinyal terputus.

"Komdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler. Tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung," tegas Nezar Patria usai meninjau pusat posko pencarian.

Pemeriksaan forensik telekomunikasi ini mencakup radius pancaran sinyal dari BTS darat maupun pulau-pulau kecil di gugusan Selat Sunda. Data pergerakan registrasi perangkat ke menara (handover log) diekstraksi untuk memetakan arah koordinat terakhir kapal sebelum hilang dari pantauan radar dan satelit.

Tantangan Teknis Pelacakan dan Langkah Pencarian Terpadu

Operasi penyelamatan maritim berbasis data digital menghadapi tantangan kompleksitas topografi dan blank spot maritim. Tim teknis kini mengkaji sejumlah kemungkinan data digital:

  • Analisis Cell ID Terakhir: Menemukan menara BTS spesifik yang terakhir kali menerima jabat tangan digital (handshake) dari nomor ponsel korban.
  • Estimasi Jarak Sinyal (Timing Advance): Menghitung estimasi jarak fisik ponsel dari menara BTS berdasarkan keterlambatan transmisi sinyal.
  • Integrasi Data SAR: Menyerahkan titik koordinat digital kepada Basarnas dan TNI AL guna menyempurnakan area sapuan kapal penyelamat di laut.

Pemerintah memastikan pemantauan ruang transmisi digital di Selat Sunda akan terus dibuka secara penuh selama 24 jam. Kolaborasi teknologi ini diharapkan menjadi kunci penentu untuk mempersempit area pencarian delapan korban speedboat Arupadhatu 1 di tengah luasnya perairan vulkanik tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User