LPS Tekankan Ketangguhan Generasi Muda di Festival Finansial Lampung

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per kuartal IV 2024, tingkat simpanan masyarakat yang dijamin telah mencapai Rp 8.200 triliun atau tumbuh sekitar 7,4% year-on-year dibandingkan period...

Oct 10, 2026 - 18:19
0 0
LPS Tekankan Ketangguhan Generasi Muda di Festival Finansial Lampung

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per kuartal IV 2024, tingkat simpanan masyarakat yang dijamin telah mencapai Rp 8.200 triliun atau tumbuh sekitar 7,4% year-on-year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi latar penting dalam gelaran Lampung Financial Festival, di mana Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, tampil memberikan pandangannya kepada generasi muda. Dalam forum tersebut, ia tidak sekadar membahas instrumen keuangan, melainkan menekankan tiga pilar utama: ketangguhan, pembelajaran berkelanjutan, dan etos kerja.

Ketangguhan sebagai Fondasi Literasi Finansial

Di satu sisi, pesan ketangguhan ini relevan dengan kondisi makroekonomi terkini. Bank Indonesia mencatat indeks literasi keuangan masyarakat baru menyentuh angka 65,4% pada 2024, sementara inklusi keuangan mencapai 75,2%. Artinya, masih ada celah sekitar 10 poin persentase antara akses dan pemahaman. Bagi anak muda, celah ini berpotensi menimbulkan perilaku konsumtif dan keputusan investasi yang lemah fundamentalnya. Oleh karena itu, ketangguhan dalam menghadapi tekanan ekonomi — mulai dari inflasi yang bergerak di kisaran 2,8% year-on-year hingga fluktuasi nilai tukar — menjadi kompetensi dasar yang wajib dimiliki.

Di sisi lain, ketangguhan saja tidak cukup tanpa dukungan struktur ekonomi yang inklusif. Data OJK per Desember 2024 menunjukkan portofolio kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyentuh Rp 1.480 triliun, namun porsi untuk debitur usia di bawah 30 tahun masih relatif kecil. Ini mengindikasikan bahwa semangat ketangguhan perlu dibarengi akses likuiditas dan pendampingan. Tanpa itu, narasi ketangguhan berisiko menjadi slogan tanpa dampak.

Pembelajaran Berkelanjutan dan Sentimen Pasar

Pro: pembelajaran berkelanjutan membuat generasi muda lebih adaptif terhadap dinamika pasar. Dalam konteks ini, Anggito mengingatkan bahwa memahami instrumen keuangan bukan sekadar menghafal produk, melainkan membaca tren dan sentimen pasar secara kritis. Misalnya, ketika capital outflow terjadi di pasar obligasi, pemahaman tentang rasio dan valuasi membantu investor muda menahan diri dari kepanikan.

Kontra: pendekatan pembelajaran yang terlalu teknis bisa menjauhkan minat anak muda. Survei internal menunjukkan bahwa 58% responden usia 18–25 tahun lebih menyukai konten finansial berbasis cerita ketimbang data mentah. Karena itu, penyampaian pesan perlu dikemas secara aplikatif. Festival finansial seperti di Lampung menjadi jembatan antara teori dan praktik, dengan menghadirkan simulasi portofolio dan diskusi kasus nyata.

"Ketangguhan bukan berarti tidak pernah gagal, tetapi kemampuan bangkit dan terus belajar dari setiap keputusan keuangan," ujar Anggito dalam sesi tersebut.

Kerja Keras dan Proyeksi Ekonomi ke Depan

Dari kacamata makro, kerja keras generasi muda akan diuji oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 yang diperkirakan berada di kisaran 5,1%. Angka ini lebih baik dibandingkan 2024 yang berkisar 5,0%, namun masih di bawah target ideal 5,5%. Dengan demikian, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas menjadi kunci. LPS sendiri mencatat tingkat bunga penjaminan yang stabil, memberikan ruang bagi perbankan untuk menjaga likuiditas dan menyalurkan kredit produktif.

Pada akhirnya, pesan Anggito di Lampung Financial Festival mencerminkan dua hal sekaligus. Pertama, optimisme bahwa generasi muda mampu menjadi motor pertumbuhan melalui literasi dan etos kerja. Kedua, tantangan struktural yang menuntut kolaborasi antara regulator, industri, dan masyarakat. Tanpa keseimbangan keduanya, narasi ketangguhan hanya akan menjadi retorika. Dengan keseimbangan, ia bisa menjadi fondasi kebijakan dan perilaku ekonomi yang lebih sehat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User