Dorong Wirausaha Muda, Coaching Clinic Menyasar Mahasiswa Lampung

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Badan Pusat Statistik per awal tahun ini, rasio kewirausahaan nasional masih berada di kisaran 3,4 persen, jauh di bawah ambang ide...

Oct 10, 2026 - 18:18
0 0
Dorong Wirausaha Muda, Coaching Clinic Menyasar Mahasiswa Lampung

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Badan Pusat Statistik per awal tahun ini, rasio kewirausahaan nasional masih berada di kisaran 3,4 persen, jauh di bawah ambang ideal 4 persen yang biasa disyaratkan agar sebuah ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Angka ini menjadi pijakan penting untuk memahami mengapa berbagai program pendampingan bagi calon pengusaha muda terus digalakkan, termasuk yang menyasar kalangan mahasiswa di daerah. Provinsi Lampung, dengan kontribusi sektor pertanian dan perdagangan yang dominan terhadap struktur produk domestik regional bruto, menjadi salah satu wilayah yang dinilai memiliki ruang tumbuh besar bagi generasi wirausaha baru.

Dalam konteks itulah sebuah kegiatan coaching clinic digelar dengan menghadirkan praktisi bisnis untuk berbagi pengalaman dan kiat sukses kepada mahasiswa yang tengah merintis usaha. Program semacam ini umumnya menyasar mahasiswa pengusaha yang sudah memiliki unit usaha kecil, namun masih menghadapi kendala klasik: keterbatasan modal, akses pasar, hingga lemahnya pemahaman pengelolaan keuangan. Pemberian materi tidak hanya berupa teori, tetapi juga pengalaman lapangan mengenai bagaimana membangun bisnis dari nol hingga bertahan di tengah fluktuasi permintaan pasar.

Sisi Positif: Transfer Pengetahuan dan Jaringan

Di satu sisi, kehadiran figur berpengalaman dalam forum semacam ini memiliki nilai fundamental yang tidak kecil. Riset sejumlah lembaga mencatat bahwa sekitar 60 hingga 70 persen usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia gagal bertahan pada lima tahun pertama, dan salah satu penyebab utamanya adalah minimnya mentoring serta literasi manajemen. Ketika mahasiswa mendapatkan akses langsung ke pengusaha yang telah melewati berbagai siklus bisnis, mereka memperoleh apa yang dalam literatur ekonomi disebut sebagai tacit knowledge, yakni pengetahuan praktis yang sulit diperoleh dari bangku kuliah.

Selain itu, forum coaching clinic biasanya membuka ruang jaringan atau networking. Bagi mahasiswa pengusaha, relasi dengan pemasok, calon mitra, hingga calon investor merupakan aset tak berwujud yang dapat meningkatkan peluang ekspansi. Dalam jangka menengah, dampak berganda dari kegiatan seperti ini terhadap penciptaan lapangan kerja lokal berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi daerah, terutama ketika sektor formal mengalami perlambatan penyerapan tenaga kerja.

"Kewirausahaan bukan sekadar soal ide, tetapi soal ketahanan menghadapi kegagalan berulang. Pendampingan yang berkelanjutan jauh lebih menentukan daripada sekadar motivasi sesaat," ujar seorang pengamat ekonomi daerah yang menekankan pentingnya program lanjutan pasca pelatihan.

Sisi Kritis: Antara Antusiasme dan Keberlanjutan

Di sisi lain, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa kegiatan berbentuk pelatihan kerap berhenti pada tahap seremonial. Tanpa pendampingan lanjutan atau inkubasi yang terstruktur, tingkat keberlanjutan usaha para peserta cenderung rendah. Data dari berbagai program inkubasi bisnis menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil peserta yang mampu meningkatkan omzet secara signifikan satu tahun setelah pelatihan. Artinya, sentimen pasar dan antusiasme awal perlu diimbangi dengan akses pembiayaan yang terjangkau serta pendampingan teknis berkelanjutan.

Kendala struktural lain adalah akses permodalan. Banyak mahasiswa pengusaha belum bankable karena tidak memiliki agunan atau rekam jejak keuangan yang memadai. Padahal, likuiditas usaha sangat bergantung pada kemampuan mengelola arus kas harian. Tanpa solusi pembiayaan yang tepat, pelatihan sehebat apa pun berisiko tidak berujung pada pertumbuhan usaha yang riil. Di samping itu, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pasca tekanan inflasi beberapa tahun terakhir turut membatasi ruang gerak usaha rintisan mahasiswa.

Proyeksi dan Implikasi Jangka Panjang

Jika dilihat dari proyeksi jangka panjang, upaya mencetak wirausaha muda di daerah seperti Lampung memiliki arti strategis. Struktur ekonomi yang masih bergantung pada sektor primer membutuhkan diversifikasi, dan usaha rintisan di bidang jasa, teknologi, serta pengolahan hasil pertanian dapat menjadi motor penggerak baru. Rasio kewirausahaan yang naik ke level 4 persen diperkirakan mampu menyerap jutaan tenaga kerja tambahan secara nasional.

Namun, valuasi sebuah program tidak semata diukur dari jumlah peserta atau besarnya anggaran, melainkan dari hasil nyata di lapangan. Diperlukan indikator yang jelas: berapa usaha yang bertahan, berapa tenaga kerja yang terserap, dan seberapa besar kenaikan pendapatan peserta. Dengan kata lain, kolaborasi antara kampus, pelaku usaha, perbankan, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar coaching clinic tidak berhenti sebagai acara sesaat, melainkan menjadi bagian dari ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Tren ini layak dicermati, karena fundamental ekonomi daerah pada akhirnya ditentukan oleh seberapa banyak pelaku usaha mandiri yang mampu bertahan dan tumbuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User