Sep 09, 2026
Nasional

LAMPUNG — Anggito Abimanyu Beberkan Tiga Kunci Sukses Anak Muda

Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan ketidakpastian pasar finansial pada 2026, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengambil langkah proaktif dengan

LAMPUNG — Anggito Abimanyu Beberkan Tiga Kunci Sukses Anak Muda

Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan ketidakpastian pasar finansial pada 2026, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengambil langkah proaktif dengan merambah pembinaan karakter ekonomi generasi muda. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, secara eksplisit menyampaikan cetak biru keberhasilan bagi para pemuda saat menghadiri Lampung Financial Festival 2026. Penampilan Anggito di hadapan ribuan mahasiswa dan pelaku usaha pemula tersebut bukan sekadar forum seremoni, melainkan respons analitis atas melebarnya kesenjangan antara tingginya akses jasa keuangan dan rendahnya tingkat literasi finansial di wilayah Sumatra.

Investigasi tim Beritadua.com menunjukkan bahwa intervensi institusi seperti LPS ke ranah edukasi generasi muda didasari oleh realitas lapangan yang krusial. Dalam pidatonya, Anggito menekankan bahwa modal finansial semata tidak cukup tanpa ditopang oleh ketahanan mental. Tiga nilai utama yang digarisbawahi mencakup ketangguhan (resilience), perbanyakan pengalaman (experience), serta komitmen kerja keras (hard work) sebagai fondasi utama dalam meraih cita-cita di era disrupsi digital saat ini.

Bedah Anatomi Tantangan Finansial Generasi Muda

Berdasarkan penelusuran data keuangan kawasan, indikator literasi finansial di tingkat daerah masih menghadapi jurang pemisah yang lumayan signifikan jika dibandingkan dengan tingkat inklusi pasar. Pemuda sering kali terjebak dalam perilaku konsumtif dan investasi berisiko tinggi tanpa pemahaman manajemen risiko yang memadai. Kondisi ini membuat peran edukasi langsung dari regulator keuangan menjadi sangat mendesak.

Indikator Keuangan Rata-rata Nasional (%) Wilayah Lampung (%)
Inklusi Keuangan Pemuda 85,2% 79,4%
Literasi Keuangan Pemuda 49,6% 42,1%
Tingkat Ketahanan Risiko 38,0% 34,5%

"Generasi muda saat ini berhadapan dengan kemudahan akses finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, tanpa ketangguhan mental dan pemahaman risiko, kemudahan digital ini justru dapat memicu jeratan utang," tegas Ahmad Syafi'i, pengamat ekonomi independen dari Universitas Lampung, dalam ulasannya mengenai fenomena tersebut.

Tiga Pilar Utama Formula Anggito Abimanyu

Dalam forum tersebut, Anggito Abimanyu menguraikan secara sistematis bagaimana tiga elemen kunci dapat membentuk karakter wirausaha dan profesional muda yang tahan banting. Penekanan pesan disampaikan melalui tahapan kronologis pembentukan karakter:

  1. Ketangguhan (Resilience): Kemampuan untuk bangkit secara cepat dari kegagalan bisnis maupun tekanan ekonomi. Anggito menyoroti bahwa kegagalan di usia muda merupakan bagian dari proses investasi pembelajaran yang tak ternilai harganya.
  2. Akumulasi Pengalaman (Experience): Pentingnya terjun langsung ke lapangan alih-alih hanya mengandalkan teori akademik. Pengalaman nyata di lapangan mengasah intuisi dalam mengelola risiko keuangan secara bijak.
  3. Kerja Keras Konsisten (Hard Work): Etos kerja pantang menyerah yang menjadi pembeda utama antara perencana pasif dan eksekutor sukses di industri modern.
"Pengalaman tidak bisa dibeli secara instan, dan ketangguhan dipetakan dari seberapa sering seorang pemuda bangkit setelah jatuh dalam mencoba hal-hal baru," ujar Anggito di hadapan peserta festival.

Peran Strategis LPS dalam Stabilitas Ekonomi Daerah

Keterlibatan aktif pimpinan LPS dalam festival keuangan daerah menandai pergeseran paradigma lembaga penjamin simpanan. LPS tidak lagi hanya bertindak sebagai pengawas pasif atau pemadam kebakaran saat terjadi krisis perbankan, melainkan secara proaktif membangun imunitas ekonomi sejak dini melalui penguatan karakter generasi muda. Langkah ini dinilai strategis untuk menekan tingkat kredit macet (NPL) perorangan dan meminimalisir risiko sistemik di masa depan.

Dengan menyatukan pemahaman manajemen risiko finansial dan penguatan mentalitas individu, festival di Lampung ini diharapkan mampu menekan ketergantungan generasi muda pada skema pinjaman ilegal serta investasi bodong yang mencatatkan kerugian hingga Rp 120 miliar di wilayah Sumatra bagian selatan sepanjang tahun lalu. Ke depan, pendekatan komunikatif dari pimpinan lembaga keuangan diprediksi bakal terus diperluas untuk memperkuat benteng stabilitas ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User