Korban Jiwa Program SPPI Bertambah, Total 5 Peserta Gugur Selama Latihan Dasar Militer

Jakarta, Beritadua.com – Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di tahun 2026. Jumlah peserta yang gugur selama mengikuti rangkaian latiha

Jul 07, 2026 - 23:38
0 0
Korban Jiwa Program SPPI Bertambah, Total 5 Peserta Gugur Selama Latihan Dasar Militer

Jakarta, Beritadua.com – Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di tahun 2026. Jumlah peserta yang gugur selama mengikuti rangkaian latihan dasar militer dan bela negara kembali bertambah, sehingga total korban meninggal dunia kini mencapai lima orang.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI secara resmi menyampaikan belasungkawa terdalam atas insiden memilukan ini. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, menyatakan bahwa para korban merupakan bagian dari program unggulan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Pernyataan Resmi Kementerian Pertahanan

Dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu (27/6/2026), Mayjen Ketut Gede Wetan mewakili seluruh jajaran panitia seleksi nasional dan penyelenggara program menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Ia menegaskan bahwa kelima peserta tersebut tengah berada dalam tahap pelatihan fisik dan manajerial yang ketat saat insiden terjadi.

"Pertama-tama, atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, panitia seleksi nasional, dan seluruh penyelenggara program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI KDKN PKNP tahun 2026 yang sedang mengikuti latihan bela negara dan manajerial," ujar Mayjen Ketut Gede Wetan kepada awak media.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemhan belum memberikan perincian detail mengenai kronologi kematian peserta kelima ini. Sebelumnya, media kami telah melaporkan adanya empat peserta yang terlebih dahulu meninggal dunia selama masa orientasi dan pelatihan. Keempat peserta tersebut dilaporkan mengalami kelelahan ekstrem dan masalah kesehatan akut yang berujung fatal di tengah padatnya agenda baris-berbaris serta pembekalan fisik.

Evaluasi Program dan Prosedur Keselamatan

Insiden bertambahnya korban jiwa ini sontak memicu tanda tanya besar mengenai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan kesehatan dalam pelatihan SPPI. Program yang digagas untuk mencetak kader-kader pembangunan di desa dan wilayah pesisir ini memang menerapkan sistem semi-militer dengan intensitas fisik yang tinggi. Meski demikian, publik mendesak agar ada transparansi penuh dari pihak penyelenggara terkait penyebab utama kematian para peserta, apakah murni karena ketidaksiapan fisik individu atau terdapat unsur kelalaian dalam pengawasan medis di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Mayjen Ketut Gede Wetan memastikan bahwa tim investigasi internal sedang bekerja. Pihaknya berjanji akan mengevaluasi secara menyeluruh seluruh tahapan latihan yang ada. "Kami tidak akan menutup-nutupi. Evaluasi sedang berjalan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali," imbuhnya singkat.

Sementara itu, proses identifikasi dan pemulangan jenazah para peserta ke pihak keluarga disebut sedang dalam penanganan intensif. Kemhan berjanji akan menanggung seluruh prosesi pemakaman serta memberikan santunan kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Proses rekrutmen dan pelatihan untuk gelombang selanjutnya belum dinyatakan ditunda secara resmi, meski sorotan dan desakan dari berbagai pihak untuk menghentikan sementara kegiatan fisik semakin menguat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User