Kolaborasi Kunci Gerak Hijau 2026, Tegas Wamen LH Diaz Faisal

Mengwi, Badung – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal melakukan kunjungan ke Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) Sapuh Jagad di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, ...

Jul 28, 2026 - 10:12
0 0
Kolaborasi Kunci Gerak Hijau 2026, Tegas Wamen LH Diaz Faisal

Mengwi, Badung – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal melakukan kunjungan ke Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) Sapuh Jagad di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, pada Selasa (8/7). Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian Gerak Hijau 2026, sebuah inisiatif yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mewujudkan Indonesia yang lebih hijau.

Dalam peninjauan tersebut, Diaz Faisal menyaksikan langsung operasional fasilitas yang mengubah sampah rumah tangga menjadi kompos dan bahan daur ulang. Ia menegaskan, upaya menjaga lingkungan tidak bisa hanya bertumpu pada regulasi atau program pemerintah semata. “Kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat adalah fondasi utama keberhasilan Gerak Hijau 2026,” ujarnya.

Potret Kolaborasi di TPS 3R Sapuh Jagad

TPS 3R Sapuh Jagad telah menjadi contoh nyata bagaimana partisipasi aktif warga dapat mengubah persoalan sampah menjadi peluang ekonomi. Fasilitas yang dikelola oleh kelompok masyarakat setempat ini mampu memproses sekitar 5 ton sampah per hari, dengan tingkat daur ulang mencapai 60 persen. Sisa sampah yang tidak dapat didaur ulang diolah menjadi kompos, sementara residunya dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) dengan volume yang berkurang signifikan.

Wamen LH Diaz Faisal mengapresiasi inisiatif warga Desa Gulingan. “Saya melihat semangat gotong royong sangat kuat di sini. Tidak hanya pemerintah desa, ibu-ibu PKK, karang taruna, hingga pelaku usaha mikro ikut ambil bagian. Ini model yang harus direplikasi di daerah lain,” katanya. Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis komunitas seperti ini sejalan dengan target nasional pengelolaan sampah, yakni mengurangi timbulan sampah sebesar 30 persen dan menangani 70 persen sampah secara terpadu pada tahun 2025.

Komitmen ANTAM dalam Rantai Keberlanjutan

Hadir pula dalam kunjungan tersebut perwakilan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung dekarbonisasi dan praktik bisnis berkelanjutan. ANTAM, sebagai bagian dari holding BUMN pertambangan MIND ID, tengah menjalankan peta jalan penurunan emisi karbon yang ambisius, meliputi efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) yang terintegrasi.

Dalam keterangannya, manajemen ANTAM menyatakan bahwa partisipasi dalam Gerak Hijau 2026 merupakan perwujudan dari prinsip environmental, social, and governance (ESG) yang telah menjadi acuan operasional perusahaan. “Kami tidak hanya fokus pada produksi nikel dan emas, tetapi juga bagaimana operasi kami berdampak minim terhadap lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar salah satu pimpinan ANTAM. Perusahaan tersebut telah mengalokasikan dana tanggung jawab sosial untuk mendukung infrastruktur pengelolaan sampah berbasis masyarakat di beberapa wilayah, termasuk di Bali.

Lebih jauh, ANTAM menargetkan pengurangan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 20 persen pada tahun 2030 dibandingkan baseline 2020. Upaya ini meliputi pemasangan panel surya di fasilitas pengolahan, optimalisasi penggunaan kendaraan listrik operasional, dan rehabilitasi lahan bekas tambang yang melibatkan masyarakat setempat.

Gerak Hijau 2026: Panggilan Bersama Lestarikan Nusantara

Gerak Hijau 2026 bukan sekadar acara seremonial. Inisiatif ini digagas sebagai respons terhadap krisis iklim yang mendesak dan penurunan daya dukung lingkungan akibat aktivitas manusia. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, Indonesia menghasilkan sekitar 68 juta ton sampah per tahun, dengan hanya 10 persen di antaranya yang terkelola melalui daur ulang. Sementara itu, deforestasi dan emisi sektor energi menambah daftar tantangan yang harus segera diatasi.

Melalui Gerak Hijau 2026, pemerintah mengajak seluruh komponen bangsa untuk bergerak serentak di tiga lini utama: pemulihan ekosistem, transisi energi bersih, dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Diaz Faisal menekankan bahwa target ambisius tersebut hanya mungkin terwujud jika ada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat luas. “Tidak ada satu pihak pun yang bisa bekerja sendiri. Ini pekerjaan rumah kita bersama, dan saya optimistis dengan potensi besar yang kita miliki, terutama di tingkat akar rumput,” tegasnya.

Di Bali, semangat ini menjadi kian relevan mengingat sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah sangat bergantung pada keindahan dan kebersihan lingkungan. Pengelolaan sampah yang buruk dapat merusak citra destinasi unggulan seperti Bali. Oleh karena itu, replikasi model TPS 3R Sapuh Jagad menjadi prioritas, tidak hanya di Bali tetapi juga di destinasi wisata super prioritas lainnya seperti Labuan Bajo, Mandalika, dan Borobudur.

Harapan dan Langkah ke Depan

Kunjungan Wamen LH ke TPS 3R Sapuh Jagad bukan sekadar simbol dukungan. Pemerintah berjanji untuk memperkuat ekosistem pengelolaan sampah melalui bantuan teknis, permodalan lunak, dan pembinaan kapasitas kelembagaan bagi kelompok pengelola sampah. Selain itu, regulasi tentang ekonomi sirkular akan terus disempurnakan untuk menciptakan pasar yang kondusif bagi produk daur ulang dan industri hijau.

Dari sisi dunia usaha, komitmen seperti yang ditunjukkan ANTAM diharapkan dapat memicu perusahaan lain untuk bergabung dalam gerakan ini. Para pelaku industri didorong untuk mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam model bisnis inti mereka, bukan sekadar menjadi program filantropi. Kolaborasi multi-pihak yang konkret akan menjadi tolok ukur keberhasilan Gerak Hijau 2026.

Pada akhirnya, Indonesia membutuhkan perubahan perilaku kolektif. Dari memilah sampah di rumah, menanam pohon di pekarangan, hingga menuntut praktik ramah lingkungan pada produk yang dikonsumsi. Pesan Diaz Faisal dari TPS 3R Sapuh Jagad jelas: masa depan hijau Indonesia bergantung pada seberapa kuat jejaring kolaborasi yang mampu kita bangun hari ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User