Aug 28, 2026
Bisnis

KNEKS Jajaki Kerja Sama Ekonomi Syariah ke Seoul

Berdasarkan laporan internal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) per awal tahun ini, lembaga tersebut tengah melakukan penjajakan potensi kerja sama pengembangan ekonomi dan keuangan ...

KNEKS Jajaki Kerja Sama Ekonomi Syariah ke Seoul

Berdasarkan laporan internal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) per awal tahun ini, lembaga tersebut tengah melakukan penjajakan potensi kerja sama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Korea Selatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang ekspansi industri keuangan berbasis prinsip syariah ke kawasan Asia Timur, sebuah wilayah yang selama ini lebih dikenal dengan dominasi sektor teknologi dan manufaktur.

Membaca Potensi Pasar Asia Timur

Korea Selatan selama ini bukan pasar utama bagi instrumen keuangan syariah. Namun, di sisi lain, negara tersebut mencatatkan pertumbuhan minat terhadap keuangan berkelanjutan dan investasi etis yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Bank of Korea, total aset industri keuangan Korea Selatan mencapai lebih dari 2.000 triliun won pada 2025, dengan tren pertumbuhan year-on-year sekitar 4,5 persen. Dari angka tersebut, porsi produk berlabel ESG dan etis terus mengalami kenaikan, meski pangsa riilnya masih relatif kecil dibandingkan instrumen konvensional.

Di satu sisi, peluang ini terlihat menjanjikan. KNEKS dapat memanfaatkan momentum meningkatnya kesadaran investor muda Korea terhadap nilai-nilai keberlanjutan, yang secara fundamental sejalan dengan prinsip syariah yang melarang praktik spekulatif dan investasi pada sektor tertentu. Di sisi lain, tantangan struktural tetap besar. Perbedaan regulasi, belum adanya kerangka pajak yang ramah sukuk, serta minimnya literasi terhadap produk keuangan syariah di kalangan institusi lokal menjadi hambatan yang tidak bisa diabaikan.

Proyeksi Nilai dan Peluang Kerja Sama

Proyeksi awal menunjukkan bahwa pasar keuangan syariah global diperkirakan tumbuh dengan rasio pertumbuhan tahunan rata-rata di kisaran 8 hingga 10 persen hingga 2030. Dengan valuasi pasar global yang telah menembus angka 3 triliun dolar AS, penetrasi ke Korea Selatan berpotensi memberikan tambahan likuiditas bagi portofolio investor institusional di negara tersebut. Bagi Indonesia, kerja sama ini juga membuka ruang bagi penguatan kapasitas sumber daya manusia dan transfer teknologi pengelolaan dana.

"Korea Selatan adalah pasar yang matang secara institusional, namun masih sangat awal dalam adopsi keuangan syariah. Ini adalah peluang masuk yang strategis, sekaligus ujian kesiapan regulasi kedua negara," ujar seorang pengamat ekonomi yang akrab dengan perkembangan keuangan syariah di Asia.

Namun, perlu dicatat bahwa sentimen pasar Asia Timur cenderung konservatif terhadap produk keuangan baru yang belum teruji dalam siklus ekonomi penuh. Risiko capital outflow juga tetap mengintai apabila terjadi gejolak nilai tukar won terhadap dolar AS, yang beberapa kali mencatatkan fluktuasi tajam dalam lima tahun terakhir.

Implikasi bagi Ekosistem Syariah Domestik

Bagi Indonesia, penjajakan ini membawa implikasi ganda. Di satu sisi, ekspansi internasional dapat memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global, sekaligus menarik minat investor asing untuk menyalurkan dana ke instrumen sukuk negara. Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan bahwa pembangunan ekosistem di dalam negeri tidak terabaikan. Rasio literasi keuangan syariah domestik yang masih berada di kisaran 9 hingga 10 persen menjadi pengingat bahwa fondasi dalam negeri tetap harus menjadi prioritas utama.

Kesimpulannya, penjajakan kerja sama dengan Korea Selatan merupakan langkah yang berani dan strategis, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan regulasi, kedalaman literasi, serta kemampuan kedua pihak untuk membangun kepercayaan jangka panjang. Tanpa ketiganya, ekspansi ini berisiko menjadi wacana tanpa dampak nyata terhadap fundamental ekonomi syariah kedua negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User