Sep 13, 2026
Hukum

KEROBOKAN — Aset LPD Kerobokan Tembus Rp700 Miliar, Raih Posisi Kedua se-Bali

Di tengah pesatnya modernisasi dan deru sektor pariwisata di kawasan Kabupaten Badung, sebuah fenomena keuangan mikro berbasis adat menarik perhatian para

KEROBOKAN — Aset LPD Kerobokan Tembus Rp700 Miliar, Raih Posisi Kedua se-Bali

Di tengah pesatnya modernisasi dan deru sektor pariwisata di kawasan Kabupaten Badung, sebuah fenomena keuangan mikro berbasis adat menarik perhatian para pengamat ekonomi daerah. Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kerobokan kini secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai benteng finansial komunal terkuat kedua di seluruh Provinsi Bali. Tak sekadar mengelola dana simpan pinjam warga, lembaga inklusi keuangan tradisional ini berhasil mencatatkan rekor pertumbuhan aset yang fantastis hingga menembus angka lebih dari Rp700 miliar.

Denyut Nadi Ekonomi Adat dan Fondasi Kepercayaan

Keberhasilan LPD Kerobokan tidak lahir dalam ruang hampa. Di balik angka-angka rupiah yang masif tersebut, terdapat jejaring sosial yang amat solid dari 52 banjar yang tersebar di wilayah Desa Adat Kerobokan. Sinergi antara struktur adat yang mengakar kuat dengan pengelolaan modal masyarakat menjadi mesin utama pendorong laju pertumbuhan ekonomi lokal.

Masyarakat Kerobokan secara konsisten menyalurkan likuiditas mereka dan memanfaatkan fasilitas pinjaman untuk menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Kepercayaan publik yang tinggi menjadi kunci utama mengalirnya dana masyarakat ke lembaga simpan pinjam komunal ini, terutama di tengah ketidakpastian arus ekonomi global.

Bendesa Adat Kerobokan, Anak Agung Ngurah Putra Suryaningrat, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan mutlak dari kolaborasi kolektif seluruh krama (warga adat) yang secara konsisten menjaga keberlanjutan LPD.

"LPD Desa Adat Kerobokan mempunyai aset nomor dua terbesar di Bali dengan aset 700 miliar lebih. Nah, itu mungkin salah satu wujud kepercayaan masyarakat kepada LPD, sehingga masyarakat percaya untuk menaruh dananya dan memanfaatkan fasilitas yang ada di LPD untuk memajuan usaha krama Desa Adat Kerobokan," ujar Penglingsir Puri Kajanan Kerobokan tersebut.

Anatomi Keuangan: Dari Margin Laba Hingga Retribusi Sosial

Secara analitis, kebangkitan finansial ini terlihat jelas jika menilik laporan kinerja tahun buku 2023. Pada periode tersebut, LPD Kerobokan mencatatkan nilai aset sebesar Rp597 miliar dengan perolehan laba bersih melampaui Rp4 miliar. Hanya dalam kurun waktu satu tahun, lonjakan nilai aset hingga melampaui Rp700 miliar membuktikan ketahanan dan tingginya laju perputaran uang di kawasan ini.

Satu hal yang membedakan LPD dengan lembaga perbankan komersial adalah kewajiban kontribusi sosialnya. Berdasarkan aturan tata kelola keuangan adat Bali, sebesar 20 persen dari laba bersih disetorkan kembali secara langsung untuk mendukung pembangunan dan operasional Desa Adat Kerobokan. Pada tahun buku 2023 saja, alokasi dana pembangunan desa tersebut mencapai angka fantastis, yakni Rp690.022.877.

Berikut adalah gambaran ringkas performa dan alokasi finansial LPD Desa Adat Kerobokan:

Indikator Finansial Capaian Tahun Buku 2023 Kondisi & Proyeksi Saat Ini
Total Aset Usaha Rp 597 Miliar > Rp 700 Miliar (Terbesar Ke-2 di Bali)
Perolehan Laba Bersih > Rp 4 Miliar Menunjukkan Tren Peningkatan Positif
Alokasi Dana Pembangunan Adat (20%) Rp 690,02 Juta Disalurkan Kembali ke 52 Banjar

Dana alokasi tersebut dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur fisik desa, pembiayaan kegiatan ritual keagamaan, hingga program pemberdayaan sosial warga adat.

Tantangan Keberlanjutan di Tengah Laju Investasi

Meski mencetak prestasi impresif, pengelolaan dana sebesar Rp700 miliar lebih tentu mendatangkan tantangan tata kelola yang tidak ringan. Sebagai lembaga keuangan yang berdiri di atas pilar hukum adat (awig-awig), transparansi dan profesionalisme manajemen menjadi ujian utama agar LPD Kerobokan terhindar dari risiko pengelolaan aset yang tidak akuntabel.

Anak Agung Suryaningrat menambahkan bahwa peran aktif dari 52 banjar menjadi pengawas alami (social audit) yang sangat efektif. Integrasi antara kegiatan ritual keagamaan, sistem kekerabatan banjar, dan transaksi ekonomi modern menciptakan ekosistem finansial yang unik sekaligus berdaya tahan tinggi.

Dengan angka aset yang kini terus bergerak naik, LPD Kerobokan bukan lagi sekadar wadah simpan pinjam biasa. Lembaga ini telah bertransformasi menjadi simbol kemandirian ekonomi masyarakat Bali yang mampu berdiri sejajar dengan perbankan nasional, tanpa mencabut akar tradisi dan nilai kebersamaan yang menjadi fondasinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User