Kemenperin Bantah Isu Relokasi Pabrik Komponen Otomotif ke Vietnam, Pastikan Operasional Tetap Normal
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akhirnya angkat bicara terkait kabar yang menyebutkan adanya dua perusahaan industri komponen otomotif yang berencana memindahkan fasilitas produksiny
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akhirnya angkat bicara terkait kabar yang menyebutkan adanya dua perusahaan industri komponen otomotif yang berencana memindahkan fasilitas produksinya ke Vietnam. Pihak kementerian dengan tegas membantah isu tersebut dan memastikan kedua pabrik hingga kini masih menjalankan kegiatan operasional seperti biasa tanpa ada indikasi relokasi.
Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menyusul adanya instruksi cepat dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Menanggapi spekulasi yang berpotensi mengganggu iklim investasi, Menteri Agus memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan pada Minggu (21/6).
Instruksi Langsung Menteri dan Temuan Lapangan
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, penelusuran tersebut dilakukan secara intensif mengingat sensitivitas isu ini terhadap keberlangsungan industri otomotif nasional. Febri menjelaskan bahwa pemerintah tidak ingin informasi yang tidak terverifikasi menimbulkan keresahan, terutama di kalangan pekerja dan investor asing yang selama ini berkontribusi besar pada sektor manufaktur dalam negeri.
"Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam. Mempertimbangkan kehati-hatian dan sensitivitas isu ini bagi industri dan investasi asing pada sektor industri otomotif Indonesia, maka pada hari ini kami menyampaikan temuan lapangannya pada publik," ujar Febri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2026).
Dari hasil verifikasi yang dilakukan oleh tim teknis kementerian, tidak ditemukan satu pun data valid yang mendukung klaim kepindahan fasilitas produksi tersebut. Febri menegaskan bahwa kedua perusahaan yang dimaksud tetap menunjukkan komitmen tinggi terhadap pasar Indonesia dan tidak memiliki rencana aksi korporasi berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun relokasi aset.
Menjaga Stabilitas dan Iklim Investasi Otomotif
Langkah sigap Kemenperin ini dinilai krusial untuk mendinginkan spekulasi pasar. Isu perpindahan pabrik ke Vietnam, yang beberapa hari terakhir mencuat, dikhawatirkan dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap daya saing industri Indonesia. Dengan bukti operasional yang masih berjalan normal, pemerintah berupaya meyakinkan publik bahwa fundamental sektor komponen otomotif nasional tetap kokoh.
Febri menambahkan, Kemenperin akan terus memonitor secara ketat dinamika industri manufaktur, khususnya di tengah persaingan kawasan Asia Tenggara. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan mendukung kemudahan berusaha sehingga tidak ada perusahaan yang memilih untuk hengkang. Hasil penelusuran ini diharapkan menjadi kabar melegakan bagi ratusan ribu tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor otomotif serta para pemasok komponen lokal yang merupakan tulang punggung rantai pasok otomotif Tanah Air.
Comments (0)