Kawasan proyek MRT Bundaran HI yang biasanya identik dengan hiruk-pikuk alat berat dan konstruksi kini menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Sebuah trotoar darurat yang dibangun untuk mengalihkan pejalan kaki selama masa pembangunan disulap menjadi lorong hijau bertema taman labirin yang memukau. Dekorasi unik ini langsung mencuri perhatian warga Jakarta yang melintas, mengubah jalur sementara itu menjadi spot foto dadakan yang ramai di media sosial.

Dari Jalur Pengalihan Menjadi Oase Perkotaan Trotoar darurat yang membentang di sisi selatan Bundaran HI itu kini dipenuhi deretan tanaman hias, pagar hijau yang ditata rapi, serta ornamen vertikal

Jul 07, 2026 - 23:52
0 0
Kawasan proyek MRT Bundaran HI yang biasanya identik dengan hiruk-pikuk alat berat dan konstruksi kini menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Sebuah trotoar darurat yang dibangun untuk mengalihkan pejalan kaki selama masa pembangunan disulap menjadi lorong hijau bertema taman labirin yang memukau. Dekorasi unik ini langsung mencuri perhatian warga Jakarta yang melintas, mengubah jalur sementara itu menjadi spot foto dadakan yang ramai di media sosial.

Dari Jalur Pengalihan Menjadi Oase Perkotaan

Trotoar darurat yang membentang di sisi selatan Bundaran HI itu kini dipenuhi deretan tanaman hias, pagar hijau yang ditata rapi, serta ornamen vertikal yang membentuk lorong-lorong kecil layaknya labirin taman. Lampu-lampu gantung berwarna hangat menambah kesan magis, terutama saat senja tiba. Pejalan kaki tak lagi sekadar melintas dengan wajah enggan melewati area proyek—mereka kini berhenti, mengagumi, dan mengabadikan momen di tengah rimbun dedaunan yang kontras dengan latar gedung-gedung pencakar langit. Menurut pantauan media kami, konsep taman labirin ini mengusung tanaman tropis seperti palem kuning, kembang sepatu, dan sirih gading yang dijalin pada kerangka kawat. Pola jalur yang berkelok sengaja diciptakan untuk memberi pengalaman berjalan yang menyenangkan sekaligus menyaring debu proyek. Meski hanya bersifat sementara, penataannya mencerminkan perhatian serius terhadap estetika dan kenyamanan publik.

“Saya kira tadi masuk ke taman tematik, bukan trotoar proyek. Baru kali ini lihat trotoar darurat dibuat secantik ini. Rasanya seperti lagi jalan-jalan di Singapura atau Tokyo,” ujar Kartika, seorang pekerja kantoran yang rutin melintas di kawasan tersebut.

Sejumlah pejalan kaki lainnya mengaku bahwa kehadiran taman labirin ini meredakan stres setelah seharian bekerja. “Biasanya lewat sini panas dan bising. Sekarang adem, wangi-wangi, bikin kita lupa kalau di atasnya ada konstruksi besar,” tambahnya. Pihak pengelola proyek, melalui laporan yang dihimpun Beritadua.com, menjelaskan bahwa dekorasi ini merupakan bagian dari program beautifikasi area konstruksi yang digagas bersama pemerintah kota. Tujuannya tidak hanya untuk mempercantik wajah proyek, tetapi juga menjaga kenyamanan dan keamanan pejalan kaki. Lorong labirin itu juga berfungsi sebagai penyekat visual yang mengurangi kesan semrawut dari aktivitas konstruksi di baliknya. Lebih dari sekadar ornamen, taman labirin ini dilengkapi bangku-bangku kecil dan papan informasi yang menampilkan sejarah kawasan Bundaran HI serta tahapan proyek MRT. Langkah ini dinilai cerdas karena mengedukasi publik sembari menunggu waktu kereta tiba. Papan petunjuk interaktif berbasis QR code juga disediakan, memungkinkan masyarakat mengakses konten digital tentang transportasi massal. Komunitas pegiat kota menyambut baik inovasi ini. Mereka menilai konsep serupa bisa diterapkan di titik-titik konstruksi lain di Jakarta yang kerap menimbulkan keluhan warga. Melalui media kami, seorang arsitek lansekap mengatakan, “Ini bukti bahwa ruang transisi bisa menjadi ruang estetis yang bernilai. Masyarakat butuh lebih dari sekadar fungsi; mereka butuh pengalaman ruang yang manusiawi.” Hingga berita ini diturunkan, trotoar taman labirin itu masih dalam tahap penyempurnaan dan akan dilengkapi elemen interaktif tambahan. Meski belum ada pengumuman resmi soal durasi pemasangan, warga berharap dekorasi ini bisa bertahan setidaknya hingga fase konstruksi selesai. Kehadirannya menjadi angin segar di tengah padatnya Ibu Kota, membuktikan bahwa sisi fungsional dan estetika bisa berjalan beriringan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User