Kardiolog terkemuka asal Argentina, Jorge Tartaglione , membongkar mitos seputar umur panjang

"Karena hanya dalam genetika tertulis 25% dari apa yang akan Anda jalani. Sebaliknya, 75% sisanya ditentukan oleh kita sendiri," ujar Tartaglione. Pernyata

Aug 12, 2026 - 06:16
0 0
Kardiolog terkemuka asal Argentina, Jorge Tartaglione , membongkar mitos seputar umur panjang

"Karena hanya dalam genetika tertulis 25% dari apa yang akan Anda jalani. Sebaliknya, 75% sisanya ditentukan oleh kita sendiri," ujar Tartaglione. Pernyataan ini menjadi pukulan telak terhadap anggapan bahwa umur panjang adalah warisan semata yang tidak bisa diubah.

Analisis: Faktor Non-Genetik Dominasi Harapan Hidup

Berdasarkan pemaparan Tartaglione, individu yang berusia antara 55 hingga 56 tahun memiliki peluang besar untuk menjalani 20 hingga 25 tahun tambahan dalam kondisi bebas penyakit. Namun, pencapaian tersebut sangat bergantung pada kesadaran dan keinginan kuat dari masing-masing orang untuk menjalani pola hidup sehat.

Angka 75% yang disebutkan oleh pakar jantung ini mencerminkan proporsi besar faktor lingkungan, perilaku, dan psikologis dalam menentukan longevitas. Artinya, pilihan makanan, aktivitas fisik, kondisi mental, hingga lingkungan sosial memiliki bobot tiga kali lipat lebih besar dibandingkan kodrat genetik seseorang. Temuan ini sejalan dengan berbagai literatur ilmiah modern yang menekankan epigenetika dan modifikasi gaya hidup sebagai penentu utama kualitas hidup di usia senja.

Zona Biru: Jejak Panjang Umur di Penjuru Dunia

Untuk memperkuat argumentasinya, Tartaglione mengacu pada fenomena "Zona Biru" atau wilayah-wilayah di dunia yang dikenal memiliki populasi dengan harapan hidup luar biasa tinggi. Data empiris dari berbagai penjuru dunia menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari, bukan genetika, menjadi pembeda utama.

Wilayah Faktor Utama Longevitas Keunggulan Signifikan
Loma Linda, California Spiritualitas dan keagamaan +10 tahun harapan hidup
Costa Rica Buah tropis dan gaya hidup tenang Umur di atas 80 tahun
Icaria, Yunani Aktivitas fisik berupa jalan kaki di medan berbukit Tingkat demensia sangat rendah
Sardinia, Italia Konsumsi makanan alami non-ultra proses Populasi centenarian tinggi
Okinawa, Jepang Makna hidup (ikigai) dan tujuan harian Salah satu harapan hidup tertinggi dunia

Di Loma Linda, California, warga menikmati tambahan usia hingga 10 tahun lebih panjang dibandingkan populasi rata-rata. Kunci utamanya? "Mereka memiliki iman, mereka beragama," jelas Tartaglione. Faktor spiritualitas dan komunitas keagamaan yang kuat ternyata berkontribusi signifikan terhadap kesehatan jantung dan pengurangan stres kronis.

Sementara itu, di Costa Rica, warga tetap bugar hingga usia di atas 80 tahun berkat konsumsi buah-buahan tropis serta gaya hidup yang tenang. "Mereka santai, tidak stres," tambahnya. Di sisi lain, penduduk Icaria, Yunani, mencapai usia lanjut berkat topografi pulau yang mengharuskan mereka berjalan kaki menaiki dan menuruni bukit sepanjang hari.

Tak ketinggalan, pulau Sardinia, Italia, menjadi sorotan karena penduduknya mengonsumsi makanan alami yang langsung bersumber dari bumi. "Apa yang keluar dari tanah, apa yang diberikan matahari, apa yang membusuk. Apa artinya makanan yang membusuk? Makanan alami," tandas Tartaglione. Ia membedakan makanan alami yang memiliki masa simpan pendek dengan produk ultra-proses yang memiliki "keabadian kimiawi."

Di dunia Timur, pulau Okinawa, Jepang, memiliki filosofi unik yang menjadikan warganya salah satu yang paling panjang umur di dunia. Mereka hidup dengan prinsip: "Saya akan memiliki tujuan hidup setiap hari." Rasa memiliki makna dan tujuan hidup (ikigai) ini terbukti menjadi penangkal kuat terhadap depresi dan penurunan fungsi kognitif di usia tua.

Makanan dan Pikiran: Dua Pilar Utama Longevitas

Tartaglione memberikan penekanan khusus pada pentingnya menjaga pikiran tetap positif. Stres kronis, kecemasan, dan pikiran negatif diketahui memicu respons inflamasi dalam tubuh yang pada akhirnya merusak pembuluh darah dan organ vital. Sebaliknya, mentalitas yang optimis dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki kesehatan kardiovaskular.

Dari sisi nutrisi, dokter spesialis jantung ini mengingatkan pentingnya kembali ke sumber pangan asli. Semua yang dijual di tempat pelelangan ikan, sayur-mayur, dan hasil bumi lainnya merupakan pilihan terbaik. "Semua yang berasal dari tanah, itu yang membusuk, yang memiliki sedikit 'kehidupan' sebelum dikonsumsi," ujarnya. Makanan yang membusuk secara alami menandakan tidak adanya bahan pengawet kimia berbahaya yang justru mempercepat penuaan sel.

Lebih jauh, Tartaglione menegaskan bahwa lingkungan memainkan peran vital dalam membentuk kebiasaan. Kehangatan komunitas, dukungan sosial, dan struktur kehidupan yang mendukung gerak aktif menjadi fondasi penduduk Zona Biru. Ini sekaligus menjadi pelajaran bahwa reformasi gaya hidup tidak bisa dilakukan secara individual tanpa memperhatikan ekosistem di sekitar.

Dengan memadukan pola pikir positif, diet berbasis alami, aktivitas fisik rutin, serta lingkungan sosial yang sehat, seseorang berusia 55 tahun memiliki potensi menjalani separuh abad tambahan dengan kualitas hidup prima. Sebagaimana diingatkan Tartaglione, "kita sendiri yang menentukan" sebagian besar nasib kesehatan di masa depan.