Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga: Profil dan Kinerja Kapolda Nusa Tenggara Timur
Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga: Profil dan Kinerja Kapolda Nusa Tenggara Timur
Profil Singkat
Inspektur Jenderal Polisi Daniel Tahi Monang Silitonga merupakan perwira tinggi Polri yang lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 12 Februari 1968. Beliau merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991 dan berasal dari etnis Batak Toba. Mengawali karier di jajaran Brimob Polri, perjalanan panjang pengabdiannya membawanya menduduki posisi strategis sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur sejak akhir tahun 2024. Sosoknya dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang reserse, antiteror, dan intelijen keamanan. Pengalaman panjangnya dalam menangani kejahatan transnasional dan konflik sosial menjadi bekal utama dalam memimpin Polda NTT yang memiliki keragaman budaya dan tantangan geografis kompleks. Irjen Daniel dikenal sebagai pemimpin yang menekankan kedisiplinan internal dan pendekatan preemtif dalam menjaga stabilitas keamanan regional.
Karier dan Riwayat Jabatan
Sepanjang kariernya di institusi Bhayangkara, Irjen Daniel telah mengemban berbagai jabatan penting yang menunjukkan kapasitas dan rekam jejaknya. Setelah lulus Akpol, perwira kelahiran 1968 ini menghabiskan tahun-tahun awal pengabdiannya di Satuan Brimob Polda Sumut. Karirnya terus menanjak saat dipercaya menjabat sebagai Kasat Reskrim di beberapa Polres, hingga kemudian masuk ke jajaran Densus 88 Antiteror Polri. Di Densus 88, Daniel Silitonga terlibat langsung dalam operasi penindakan dan pencegahan terorisme skala nasional, sebuah pengalaman yang membentuk naluri intelijen dan ketegasannya dalam bertindak.
Puncak karier di level menengah dimulai ketika ia menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Utara, kemudian Analis Kebijakan Madya Bidang Penegakan Hukum Densus 88. Ia juga pernah menduduki posisi sebagai Dirreskrimum Polda Sumatera Utara dan Wadirtipidter Bareskrim Polri. Sebelum dilantik menjadi Kapolda NTT menggantikan Irjen Johanis Asadoma, Daniel Silitonga bertugas sebagai Direktur Penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada periode 2022-2024. Posisi di KPK ini semakin mempertajam keahliannya dalam penegakan hukum tindak pidana khusus, khususnya korupsi. Penunjukannya sebagai Kapolda NTT resmi diumumkan dalam mutasi besar Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2776/XII/KEP/2024 tertanggal 30 Desember 2024.
Kinerja dan Program Unggulan
Mengawaki Polda NTT yang membawahi 22 Kabupaten/Kota dengan kondisi geografis kepulauan, Irjen Daniel langsung bergerak cepat. Dalam seratus hari pertama, ia meluncurkan Program Marawa Bumi Flobamora—sebuah strategi pemolisian adaptif untuk menjangkau desa-desa terpencil. Melalui program ini, ia menginstruksikan peningkatan patroli dialogis dan pembangunan pos-pos keamanan desa (Poskamling) yang terintegrasi dengan teknologi komunikasi digital, mengingat tidak semua wilayah di NTT memiliki akses jalan yang memadai.
Di bawah komandonya, Polda NTT sepanjang 2025 berhasil mengungkap beberapa kasus menonjol. Pada Maret 2025, jajaran Ditresnarkoba Polda NTT mengamankan 6,3 kilogram sabu-sabu jaringan internasional yang diselundupkan melalui jalur laut di Kabupaten Manggarai Barat. Bulan Juni 2025, Polda NTT bersama Tim Siber mengamankan pelaku jaringan judi online ilegal yang beroperasi di Kota Kupang dengan omset miliaran rupiah per bulan. Pengungkapan ini menunjukkan kemampuannya menerapkan pengalaman reserse di level nasional ke wilayah kepulauan. Irjen Daniel juga menaruh perhatian khusus pada pengamanan pariwisata premium Labuan Bajo dengan menerapkan sistem pengamanan terpadu yang melibatkan Bhabinkamtibmas dan pemandu wisata lokal.
Dari sisi pembenahan internal, ia menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap penyalahgunaan wewenang dan narkoba di kalangan personel. Lewat program "Propam Mobile", warga dapat melaporkan langsung pelanggaran anggota melalui aplikasi yang terhubung langsung ke ponselnya sebagai Kapolda. Tahun 2025, dua personel Polres di Pulau Flores diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) pasca terbukti terlibat kasus narkoba dan kekerasan dalam penanganan tahanan—keputusan yang diambil langsung dalam sidang kode etik yang dipimpinnya. Dalam hal kehumasan, Bidhumas Polda NTT di era kepemimpinannya rutin merilis perkembangan kasus secara transparan melalui konferensi pers dua mingguan.
Tantangan dan Harapan
Kapasitas Irjen Daniel sebagai mantan penyidik KPK menempatkannya dalam posisi strategis sekaligus penuh tantangan. NTT merupakan salah satu provinsi dengan risiko tata kelola anggaran yang kerap menjadi sorotan. Komitmennya untuk mendorong clean government di internal Polri dan mendukung pemerintah daerah dalam pencegahan korupsi dana desa menjadi ujian utama. Sejak triwulan ketiga 2025, Polda NTT aktif melakukan supervisi dan penyelidikan bersama inspektorat daerah terhadap potensi penyimpangan dana desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Sumba Barat Daya. Langkah ini menuai apresiasi dari akademisi dan pegiat antikorupsi lokal.
Tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Hingga pertengahan 2026, masih terdapat 37 kecamatan di NTT yang waktu tempuhnya dari kantor polisi terdekat mencapai lebih dari enam jam menggunakan kendaraan bermotor. Polsek jompong—sebutan untuk kantor polisi tanpa personel memadai—masih menjadi realita yang harus dihadapi di pulau-pulau kecil seperti Sabu, Rote, dan Lembata. Harapan publik terhadap Irjen Daniel adalah percepatan digitalisasi layanan kepolisian hingga ke tingkat polsek, peningkatan kehadiran polisi di ruang publik, dan yang paling utama adalah menjaga netralitas Polri dalam agenda politik lokal menjelang Pilkada Serentak 2028 yang masih jauh namun persiapannya sudah mulai dirasakan suhu politiknya di akar rumput.
"Kami ingin kehadiran polisi tidak hanya dirasakan saat ada masalah hukum, tetapi sebagai sahabat masyarakat yang melindungi dan melayani tanpa pamrih, di setiap sudut Nusa Tenggara Timur," tegas Irjen Daniel dalam acara syukuran HUT Bhayangkara ke-80 di Lapangan Mako Brimob Polda NTT, Kupang, 1 Juli 2026.
Comments (0)