Kabupaten Tangerang – Kebakaran di TPA Jatiwaringin Masih Berkobar, Progres Pemadaman Capai 45 Persen

Petugas gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, setelah lebih dari satu pekan api membakar area seluas 14 hektare.

Jul 08, 2026 - 04:44
0 0
Kabupaten Tangerang – Kebakaran di TPA Jatiwaringin Masih Berkobar, Progres Pemadaman Capai 45 Persen

Petugas gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, setelah lebih dari satu pekan api membakar area seluas 14 hektare. Hingga saat ini, progres pemadaman mencapai 45 persen, demikian pantauan di lapangan yang dirangkum media kami, Beritadua.com.

Api yang pertama kali muncul pada pertengahan pekan lalu terus meluas akibat cuaca kering dan tumpukan sampah yang sebagian besar mengandung material mudah terbakar. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tangerang, dibantu oleh TNI, Polri, relawan, serta warga setempat, dikerahkan dalam operasi besar-besaran yang berlangsung siang dan malam.

"Kami masih terus berupaya memadamkan titik api yang tersebar. Medan yang sulit dan asap tebal menjadi kendala utama. Progres saat ini sekitar 45 persen, dan kami optimistis bisa segera mengendalikan situasi," ujar salah satu perwira di posko induk pemadaman, Selasa (14/4).

Sumber-sumber di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan bahwa pemadaman dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan puluhan unit mobil pemadam dan ratusan personel. Teknik yang diterapkan meliputi penyekatan titik api, penyiraman intensif, serta pembuatan sekat bakar untuk mencegah rambatan lebih luas ke permukiman penduduk di sekitar TPA. Sekat-sekat itu dibuat dengan mengeruk sampah menggunakan alat berat sehingga api tidak menjalar ke sektor yang belum terdampak.

Luas lahan yang terbakar, menurut pendataan terbaru, mencapai 14 hektare dari total area TPA yang lebih besar. Kebakaran ini menimbulkan kepulan asap pekat yang mengganggu kualitas udara di beberapa desa di radius 2–3 kilometer dari pusat api. Warga diimbau untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, sementara beberapa sekolah di Kecamatan Jatiwaringin menerapkan pembelajaran jarak jauh sementara untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan pada anak-anak.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup setempat menjelaskan bahwa pihaknya juga tengah menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada fenomena self-combustion atau pembakaran spontan akibat akumulasi gas metana di tumpukan sampah, mengingat suhu udara Kabupaten Tangerang dalam beberapa pekan terakhir cukup tinggi dan curah hujan minim. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia yang masih ditelusuri oleh aparat.

"Kami tidak bisa memastikan penyebabnya sebelum investigasi selesai. Namun, dari pola titik api awal, indikasi self-combustion sangat kuat. Ini menjadi pelajaran penting bagi pengelolaan landfill di masa mendatang," kata seorang pejabat teknis di Dinas Lingkungan Hidup.

Operasi pemadaman diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengajukan permohonan bantuan tambahan ke provinsi, termasuk kemungkinan penggunaan water bombing via udara jika kondisi memburuk. Sementara itu, warga diminta tetap tenang dan segera melaporkan jika muncul titik api baru atau melihat penurunan kualitas udara yang mengkhawatirkan ke nomor darurat yang telah disiagakan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih dalam status tanggap darurat. Pantauan Beritadua.com menunjukkan beberapa alat berat terus beroperasi di zona-zona yang sudah padam untuk membongkar gundukan sampah agar tidak ada bara api tersisa di bawah permukaan. Upaya ini menjadi kunci agar kebakaran tidak kembali muncul usai pemadaman total dinyatakan tuntas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User