Sep 25, 2026
Nasional

Jenazah Surakman Diterbangkan dari Bengkulu ke Jakarta Besok

Jenazah Surakman, 60, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang teridentifikasi melalui tes DNA, dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Int

Jenazah Surakman Diterbangkan dari Bengkulu ke Jakarta Besok

Jenazah Surakman, 60, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang teridentifikasi melalui tes DNA, dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Kamis 24 September 2026. Jenazah masih disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu setelah ditemukan di pesisir Pulau Enggano dua pekan sebelumnya.

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki memastikan jadwal pemulangan tersebut dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Tangerang, Rabu 23 September 2026. "Jenazah akan diberangkatkan besok dari Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kami bersama Gubernur, unsur Basarnas, dan tim terpadu akan menyambut langsung kedatangan jenazah di bandara," ujarnya.

Kedatangan jenazah di Soekarno-Hatta nanti akan disambut langsung oleh Kapolda Banten, Gubernur Banten Andra Soni, dan Kepala Kantor Basarnas Banten. Setelah itu, jenazah dibawa ke kampung halaman almarhum untuk dimakamkan.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan belasungkawa dan menegaskan pemerintah provinsi akan mengawal proses hingga pemakaman. "Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami menyampaikan belasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan keikhlasan," ujar Andra. "Insyaallah, kita bersama Polda Banten akan terus mendampingi keluarga dan menginformasikan setiap perkembangan yang ada."

Kronologi: dari Pesisir Enggano ke Meja Forensik

Perjalanan jenazah Surakman dimulai dari penemuan tanpa identitas oleh warga, sebelum akhirnya terungkap melalui kerja silang dua kepolisian daerah. Berikut rangkaian peristiwanya:

  1. Sabtu, 12 September 2026 — Warga menemukan jenazah tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Ciri-cirinya: tinggi sekitar 163 sentimeter, usia diperkirakan 50 tahun, mengenakan celana pendek hitam.
  2. Jenazah dievakuasi menggunakan pesawat Cessna menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu dan masuk dalam operasi SAR dengan kode PM/62/P.Enggano/01.
  3. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Banten menyerahkan data antemortem dari keluarga delapan korban hilang ke Polda Bengkulu.
  4. 21 September 2026 — Laboratorium DNA Pusdokkes Polri mengeluarkan hasil pencocokan: jenazah identik secara genetik dengan Surakman, ayah kandung dari putranya.
  5. Kamis, 24 September 2026 — Jenazah diterbangkan dari Bengkulu ke Soekarno-Hatta, lalu diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Pandeglang.

Tiga Metode Identifikasi Bertemu pada Satu Nama

Kapolda Hengki menegaskan identifikasi dilakukan dengan membandingkan data primer, bukan sekadar dugaan visual. "Dari delapan keluarga korban, pada satu jenazah telah dilakukan pemeriksaan oleh Pusdokkes Polri melalui Kepala Bidang Laboratorium DNA," katanya. Sidik jari, data gigi, dan tes DNA menjadi tiga poros yang saling mengunci. Bila jenazah ditemukan dalam kondisi tanpa dokumen dan telah berhari-hari di laut, DNA menjadi satu-satunya jalur yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum — dan itulah yang akhirnya memecahkan kebuntuan kasus ini.

Delapan Orang Hilang, Satu Ditemukan

KM Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak pada Senin 7 September 2026 pukul 14.00 WIB, saat membawa rombongan dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kapal membawa lima jurnalis dan tiga kru. Berikut status kedelapan orang:

NamaPeranStatus
Surakman (60)ABKDitemukan & teridentifikasi
Warta (55)Kapten kapalMasih dicari
Heriyanto (49)PemanduMasih dicari
M. Bagus KhoirunnasJurnalis ANTARAMasih dicari
Arie BasukiJurnalis Merdeka.comMasih dicari
Yudistiro PranotoJurnalis iNewsMasih dicari
Firdaus WajidiJurnalis AnadoluMasih dicari
Donal HusniJurnalis lepasMasih dicari

Pencarian Tujuh Korban Berlanjut Tanpa Perpanjangan Resmi

Operasi pencarian gabungan resmi ditutup setelah berjalan 10 hari dengan penyerahan 523 personel dari Banten, Lampung, dan Bengkulu, tanpa menemukan kapal maupun tanda keberadaan korban. Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, menegaskan koordinasi lintas wilayah tidak dihentikan. "Kami terus berkoordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Lampung untuk memantau wilayah pesisir serta melibatkan para nelayan sekitar," ujarnya.

Penemuan jenazah Surakman di Enggano — sekitar 380 kilometer dari titik hilangnya kapal — menunjukkan arus selatan Selat Sunda masih menyimpan petunjuk yang belum terbaca tim SAR. Bagi tujuh keluarga yang menunggu, pemulangan jenazah besok sekaligus menjadi pengingat bahwa penutupan operasi resmi bukan berarti pencarian berhenti total.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User