Sep 24, 2026
Nasional

Beras Bulog Standar Rendah Beredar di Tuban

Sejumlah beras kualitas rendah yang diduga berasal dari cadangan pangan Bulog ditemukan beredar di beberapa wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Temuan ini

Beras Bulog Standar Rendah Beredar di Tuban

Sejumlah beras kualitas rendah yang diduga berasal dari cadangan pangan Bulog ditemukan beredar di beberapa wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait penyalahgunaan program bantuan pangan yang seharusnya ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. Beras yang beredar tersebut diduga tidak memenuhi standar mutu dan gizi yang ditetapkan pemerintah, namun tetap dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga yang relatif murah.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah sejumlah warga melaporkan kualitas beras yang mereka beli tidak layak konsumsi. Warga menyebutkan bahwa butiran beras yang didapatkan tampak pecah-pecah, berwarna kekuningan, dan memiliki aroma tidak sedap. Diduga kuat, beras tersebut merupakan versi downgrade dari beras Bulog yang seharusnya disalurkan melalui jalur resmi untuk keluarga penerima kartu Sembako.

Modus Penyalahgunaan Bantuan Pangan

Modus yang terjadi diduga melibatkan oknum-oknum yang menguasai distribusi beras dari gudang Bulog. Beras yang seharusnya disalurkan untuk program bantuan pangan nasional malah dibobol dan dialihkan ke jalur distribusi komersial. Proses ini terjadi secara bertahap dan sulit dideteksi oleh pihak berwenang, mengingat jumlah distribusi yang sangat besar dan melibatkan banyak pihak di setiap tingkatan rantai pasok.

Selain itu, ditemukan indikasi bahwa sebagian beras tersebut merupakan produk yang sudah melebihi masa simpan atau yang tidak lolos seleksi kualitas untuk disimpan di gudang resmi. Oknum pelaku diduga sengaja memindahkan beras berkualitas rendah ke dalam kemasan yang mirip dengan beras Bulog resmi untuk menipu konsumen.

Respons Pemerintah Daerah

"Kami telah menerima laporan dari warga dan akan segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan peredaran beras tidak sesuai standar ini. Tidak ada yang boleh bermain-main dengan hak rakyat untuk mendapatkan pangan layak konsumsi," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban saat ditemui di lokasi.

Pemerintah daerah Tuban menyatakan komitmennya untuk menangani kasus ini secara tegas. Pihaknya berjanji akan membuka investigasi dari hulu ke hilang, mulai dari gudang penyimpanan hingga titik penjualan di pasar tradisional. Pemeriksaan terhadap sejumlah gudang Bulog di wilayah Tuban direncanakan akan dilakukan dalam pekan ini.

Dampak terhadap Masyarakat Rentan

Beredarnya beras tidak sesuai standar ini berdampak langsung pada ribuan keluarga penerima bantuan pangan. Keluarga miskin dan rentan yang seharusnya mendapatkan jaminan pangan berkualitas justru menerima beras dengan kandungan gizi di bawah standar. Ini jelas merupakan bentuk kegagalan sistem distribusi yang seharusnya melindungi kelompok paling lemah di masyarakat.

AspekBeras Bulog ResmiBeras Beredar Diduga
Kualitas ButirUtuh, bersihPecah-pecah, berlendir
Standar GiziMemenuhi syaratDicurigai tidak memenuhi
Harga JualDikendalikan pemerintahMurah tapi tidak terjamin
SirkulasiTerlacak resmiTidak jelas asal-usulnya

Panggilan untuk Reformasi Pengawasan

Independen dan pengamat kebijakan pangan menuntut adanya reformasi total dalam sistem pengawasan distribusi bantuan pangan. Diperlukan mekanisme audit yang lebih ketat dan transparan untuk memastikan setiap butir beras yang keluar dari gudang Bulog benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Sistem digital tracking dan pelaporan publik dinilai perlu diterapkan segera.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User