Sep 09, 2026
Nasional

JAKARTA — Vera Eve Lim Ungkap Strategi Pertumbuhan BCA di 2026

JAKARTA — Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Vera Eve Lim, menyampaikan secara komprehensif arah kebijakan strategis dan performa finansial

JAKARTA — Vera Eve Lim Ungkap Strategi Pertumbuhan BCA di 2026

JAKARTA — Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Vera Eve Lim, menyampaikan secara komprehensif arah kebijakan strategis dan performa finansial perseroan dalam ajang Public Expose Live 2026 yang digelar pada Rabu (9/9/2026). Di tengah dinamika ekonomi global yang dinamis serta fluktuasi suku bunga acuan, BCA berhasil menunjukkan ketahanan bisnis yang solid melalui pengelolaan rasio keuangan terukur serta ekspansi penyaluran kredit yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudence).

Paparan publik ini menjadi momentum penting bagi para investor, analis pasar modal, dan masyarakat umum untuk mengamati secara mendalam strategi pemulihan dan pertumbuhan bisnis bank swasta terbesar di Indonesia tersebut. Vera Eve Lim menegaskan bahwa kecukupan modal yang melimpah dan likuiditas yang kuat menjadi pilar utama BCA dalam mengarungi tantangan ekonomi sepanjang tahun berjalan.

Rekam Jejak Finansial dan Dominasi Dana Murah

Dalam laporan resminya, perseroan mencatatkan kinerja yang solid di berbagai lini bisnis perbankan utama. Tingkat likuiditas BCA berada pada posisi yang sangat aman, ditopang oleh tingginya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), terutama pada porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA).

  • Rasio CASA Tetap Dominan: Porsi dana murah BCA konsisten berada pada level sangat tinggi, yakni melebihi 80 persen dari total DPK, yang berdampak positif pada efisiensi biaya dana (cost of fund).
  • Pertumbuhan Kredit Multisektor: Penyaluran kredit pada seluruh segmen—mulai dari korporasi, komersial, UMKM, hingga kredit konsumer—berhasil tumbuh stabil di kisaran 10 hingga 12 persen secara tahunan (YoY).
  • Kualitas Aset Sangat Terjaga: Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan pada angka aman di bawah 2,0 persen, ditopang oleh pencadangan (NPL coverage) yang tebal di atas 200 persen.

Kronologi Penyesuaian Strategi Bisnis BCA Tahun 2026

Hasil investigasi atas pergerakan operasional dan laporan keuangan manajemen menunjukkan bahwa tren positif hingga kuartal ketiga tahun 2026 ini tercapai berkat disiplin eksekusi yang ketat dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

  1. Kuartal I-2026: Manajemen memperkuat kerangka kerja manajemen risiko dan melakukan rebalancing portofolio kredit guna mengantisipasi gejolak geopolitik serta tekanan inflasi global.
  2. Kuartal II-2026: BCA mengakselerasi penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi, termasuk memperluas cakupan pembiayaan berkelanjutan (green financing).
  3. Kuartal III-2026: Perseroan mengoptimalkan integrasi jaringan layanan digital dan fisik (omnichannel), yang berdampak langsung pada kenaikan frekuensi transaksi nasabah serta pendapatan berbasis komisi (fee-based income).
"Prinsip kehati-hatian dan pengelolaan likuiditas yang ketat tetap menjadi pilar utama manajemen. BCA terus berinvestasi pada teknologi informasi dan kualitas sumber daya manusia untuk memastikan layanan perbankan yang andal, aman, serta relevan dengan kebutuhan transaksi masyarakat," ujar Vera Eve Lim di hadapan para peserta Public Expose Live 2026.

Inovasi Digital dan Ketahanan Bisnis Masa Depan

Selain fokus pada fungsi intermediasi keuangan, Vera Eve Lim menyoroti ekspansi platform digital seperti aplikasi myBCA dan KlikBCA yang mencatatkan pertumbuhan volume transaksi sangat pesat. Investasi berkelanjutan pada infrastruktur keamanan siber (cybersecurity) serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) menjadi alokasi belanja modal utama demi mengamankan data dan dana nasabah.

Dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang berada jauh di atas ketentuan minimum regulator, BCA optimistis mampu mengakhiri tahun buku 2026 dengan performa di atas rata-rata industri. Kepemimpinan yang teruji serta komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik (GCG) diyakini terus menjaga kepercayaan pemegang saham saham BBCA di pasar modal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User