Sep 13, 2026
Hukum

JAKARTA — Menbud Fadli Zon Dorong Regenerasi Perupa Melalui Pameran Nasirun

Di balik pencahayaan temaram Gedung Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, deretan kanvas penuh warna dan lekukan khas wiracarita wayang menyapa para pengunju

JAKARTA — Menbud Fadli Zon Dorong Regenerasi Perupa Melalui Pameran Nasirun

Di balik pencahayaan temaram Gedung Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, deretan kanvas penuh warna dan lekukan khas wiracarita wayang menyapa para pengunjung dengan keheningan yang magis. Pameran bertajuk “Nasirun (1965–2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru” resmi dibuka pada Sabtu, 12 September 2026. Acara ini bukan sekadar perayaan visual biasa, melainkan sebuah ruang perenungan mendalam atas dedikasi dan perjalanan spiritual seorang maestro seni lukis Indonesia yang telah berpulang pada 1 Agustus 2026.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon melangkah menyusuri lorong pameran, menatap tiap sudut karya yang memancarkan kerendahan hati sang seniman asal Cilacap tersebut. Di balik setiap goresan kuas Nasirun, tersimpan komitmen besar terhadap pengabdian seni dan transfer pengetahuan antar-generasi. Fadli menegaskan bahwa kepergian Nasirun tidak boleh memadamkan obor regenerasi perupa di Tanah Air.

Jejak Dedikasi dan Spirit "Bersimpuh di Kaki Para Guru"

Nasirun selama hidupnya dikenal bukan hanya sebagai maestro dengan pencapaian estetika dan artistik yang diakui secara internasional. Lebih dari itu, kepribadiannya yang bersahaja dan dedikasinya dalam merangkul perupa muda menjadi benteng pertahanan bagi keberlanjutan seni rupa Indonesia. Fadli Zon menyoroti bagaimana Nasirun selalu memosisikan dirinya sebagai pembelajar abadi yang tak segan membagikan pengetahuan serta pengalaman berkeseniannya.

Salah satu bukti nyata keterlibatannya dalam pendidikan seni adalah ketika ia menjadi mentor utama dalam program “Belajar Bersama Maestro” yang digagas Kementerian Kebudayaan pada tahun 2025. Dalam program tersebut, sebanyak 10 siswa terbaik hasil seleksi ketat dari seluruh Indonesia berkesempatan menimba ilmu secara langsung di studio seni milik Nasirun.

“Mudah-mudahan akan tumbuh Nasirun-Nasirun baru. Beliau adalah sosok yang sangat berdedikasi untuk membagikan pengalaman dan ilmunya secara tulus kepada generasi muda, tanpa pernah takut tersaingi,” ujar Menbud Fadli Zon saat membuka pameran tersebut di Jakarta.

Tantangan Regenerasi Perupa di Tengah Arus Modernisasi

Penelusuran kebudayaan menunjukkan bahwa hubungan intergenerasional antara seniman senior dan pemuda kerap terancam terputus akibat komersialisasi pasar seni visual yang makin masif. Kehadiran figur seperti Nasirun menjadi penyeimbang vital, menjaga agar akar tradisi dan keahlian teknis tetap mengalir ke generasi penerus. Nilai mentorship melampaui sekadar transfer teknik melukis; ia menanamkan integritas moral dan kepekaan sosial dalam berkarya.

Berikut adalah tabel perbandingan skema regenerasi seni rupa berbasis mentorship maestro dibanding pola pendidikan seni formal:

Indikator Evaluasi Mentorship Maestro (Pola Nasirun) Pendidikan Seni Formal
Pendekatan Pembelajaran Praktik langsung, perenungan filsafat, dan pendampingan karakter. Kurikulum teoritis, teknis akademis, dan berorientasi nilai.
Transfer Nilai Kebudayaan Sangat kuat, melekat pada etika dan kerendahan hati spiritual. Cenderung berorientasi pada tren pasar dan eksperimen global.
Tingkat Keberlanjutan Karya Melahirkan karakter lukis otentik dengan daya tahan emosional. Menghasilkan variasi teknik tinggi namun berisiko kehilangan kedalaman makna.

Menjaga Obor Kebudayaan Tetap Menyala

Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus memfasilitasi arsip pameran retrospektif seperti ini guna memastikan karya-karya maestro tetap accessible bagi publik dan peneliti muda. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk apresiasi dari jajaran kepolisian dan elemen masyarakat seni, menunjukkan bahwa warisan kebudayaan merupakan aset kolektif bangsa yang patut dijaga bersama.

Melalui pameran mengenang Nasirun ini, publik diajak untuk menyelami filosofi bersimpuh—sebuah kesadaran untuk senantiasa menghormati para pendahulu sembari terus melahirkan kebaruan. Harapan Fadli Zon agar lahir pelukis-pelukis handal baru kini berada di pundak para perupa muda yang bersedia menyerap warisan pemikiran dan karya sang maestro.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User