Sep 09, 2026
Nasional

JAKARTA — IHSG Ambruk 1,47 Persen Akibat Pergantian Menteri Keuangan

Gelombang ketidakpastian kembali menghantam pasar keuangan domestik. Pada Selasa pagi (9/9/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur deras di zona

JAKARTA — IHSG Ambruk 1,47 Persen Akibat Pergantian Menteri Keuangan

Gelombang ketidakpastian kembali menghantam pasar keuangan domestik. Pada Selasa pagi (9/9/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur deras di zona merah dengan penurunan signifikan sebesar 1,47% menuju posisi 7.653,65. Kejatuhan ini memperpanjang tren koreksi tajam yang terjadi sejak awal pekan, menyusul sentimen negatif para pelaku pasar atas beredarnya kabar perombakan posisi strategis di Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Sentimen negatif ini sejatinya telah memicu kepanikan sejak perdagangan hari sebelumnya. Pada Senin (8/9/2025), bursa saham domestik ditutup merosot sebesar 1,28%. Tekanan jual yang masih mendominasi hingga Selasa pagi mencerminkan tingginya tingkat kecemasan investor, baik domestik maupun asing, terhadap keberlanjutan kebijakan fiskal serta stabilitas makroekonomi nasional pasca-pergantian kepemimpinan bendahara negara tersebut.

Kronologi Tekanan Pasar dan Eksodus Modal Asing

Aksi pelepas aset saham secara masif terjadi hampir serentak di berbagai sektor unggulan, mulai dari perbankan berkapitalisasi besar hingga sektor properti dan manufaktur. Investor cenderung enggan mengambil risiko di tengah ketiadaan kepastian mengenai arah kebijakan anggaran belanja negara ke depan.

  1. Senin, 8 September 2025 (Siang): Isu santer mengenai perombakan kepemimpinan di Kementerian Keuangan mulai berembus di kalangan pelaku bursa, memicu aksi lepas saham secara bertahap pada sesi kedua.
  2. Senin, 8 September 2025 (Sore): IHSG ditutup melemah 1,28%, diiringi peningkatan nilai jual bersih (net sell) oleh investor asing di pasar reguler.
  3. Selasa, 9 September 2025 (Pagi): Kepanikan berlanjut saat pembukaan bursa, di mana IHSG langsung ambruk 1,47% ke level 7.653,65, menembus level batas psikologis investor.

Analisis Dampak dan Sentimen Ketidakpastian Fiskal

Penurunan tajam indeks saham ini merupakan refleksi dari sensitivitas pasar terhadap perubahan figur pengambil keputusan fiskal. Selama ini, kepemimpinan Kementerian Keuangan dipandang sebagai jangkar utama yang menjaga kepercayaan publik serta lembaga pemeringkat kredit internasional terhadap disiplin APBN.

"Pasar sangat menyukai kepastian dan rekam jejak pengelola fiskal yang teruji. Ketika muncul sinyal pergeseran di posisi teknokratis tanpa komunikasi publik yang matang, investor cenderung melakukan tindakan pengamanan modal dengan mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman," ungkap seorang analis senior pasar modal di Jakarta.

Kekhawatiran utama para pelaku pasar berpusat pada potensi pergeseran arah kebijakan anggaran, kecenderungan pelebaran defisit APBN, serta efektivitas pengelolaan utang negara. Perubahan kepemimpinan secara mendadak dinilai memperbesar risiko ketidakpastian kebijakan (policy uncertainty risk), yang berpotensi memicu tekanan lanjutan pada nilai tukar Rupiah dan kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).

Waktu Perdagangan Perubahan IHSG Posisi Indeks Faktor Pemicu Utama
Senin, 8 September 2025 (Penutupan) Turun 1,28% 7.767,80 Rumor perombakan kepemimpinan Kementerian Keuangan
Selasa, 9 September 2025 (Sesi Pagi) Turun 1,47% 7.653,65 Eskalasi kepanikan pasar dan aksi jual investor asing

Melihat pergerakan IHSG yang terus terkoreksi mendalam, pemerintah dituntut untuk segera memberikan klarifikasi serta jaminan arah kebijakan ekonomi yang terukur. Tanpa adanya komunikasi yang solid serta kejelasan jaminan kesinambungan fiskal dari otoritas terkait, pasar keuangan Indonesia berisiko mengalami tekanan yang berkepanjangan dan dapat mengganggu iklim investasi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User