Sebuah kasus pembunuhan berbasis gender atau femisida kembali mengguncang Argentina. Tragedi berdarah ini terjadi di wilayah permukiman tenang di kawasan Ituzaingó, Provinsi Buenos Aires. Korban, yang diidentifikasi sebagai Camila Castro (18), tewas seketika usai ditembak di bagian leher oleh kekasihnya sendiri, Elías Barrionuevo (19).
Peristiwa tragis ini memicu gelombang kemarahan publik, mengingat korban merupakan sosok remaja pekerja keras yang memiliki usaha mandiri dan bercita-cita menjadi seorang model profesional. Hingga kini, aparat kepolisian masih menggelar operasi perburuan berskala besar untuk menangkap pelaku yang melarikan diri dari tempat kejadian perkara.
Kronologi Peristiwa Berdarah di San Alberto
Berdasarkan hasil rekonstruksi awal tim penyidik kepolisian setempat, insiden maut tersebut berlangsung pada Selasa petang di kediaman korban yang berlokasi di Jalan Almagro nomor 2500, kawasan Barrio San Alberto. Rangkaian peristiwa berlangsung secara cepat dan dramatis:
- Pukul 19.00 Waktu Setempat: Pelaku, Elías Barrionuevo, mendatangi rumah korban. Pertemuan tersebut awalnya berlangsung tertutup di dalam area rumah.
- Pertengkaran Memanas: Adu mulut dan perselisihan verbal terjadi antara pasangan kekasih tersebut hingga situasi menjadi tidak terkendali.
- Penembakan Fatal: Di tengah pertengkaran, pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api jenis revolver dan langsung melepaskan tembakan jarak dekat yang mengenai leher korban.
- Pelaku Melarikan Diri: Setelah melumpuhkan korban dan menghadapi perlawanan dari keluarga di rumah tersebut, pelaku melarikan diri dan berstatus buron.
"Pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api tanpa memberi ruang bagi korban untuk membela diri setelah terjadi perselisihan," ungkap salah satu petugas kepolisian dalam laporan investigasi awal.
Aksi Heroik Ayah Tiri yang Berujung Luka Tembak
Mendengar suara keributan dan letusan senjata api, ayah tiri korban langsung bergegas menuju lokasi kejadian untuk menghentikan aksi brutal Barrionuevo. Tanpa ragu, pria tersebut menerjang pelaku guna merebut revolver yang masih digenggam.
Dalam pergulatan sengit tersebut, ayah tiri korban berhasil melucuti senjata api dari tangan pelaku. Namun, tindakan heroik itu harus dibayar mahal setelah pelaku sempat melepaskan dua tembakan yang mengenai kedua kaki sang ayah tiri.
Kendati mengalami luka tembak yang parah dan mengeluarkan banyak darah, sang ayah tiri tetap berupaya mengangkat tubuh Camila ke dalam dekapan untuk membawanya mencari pertolongan medis darurat ke fasilitas kesehatan terdekat. Nahas, luka tembak fatal di bagian leher membuat nyawa gadis berusia 18 tahun itu tidak berhasil diselamatkan.
Penyelidikan Berlanjut dan Sorotan atas Femisida
Kepolisian Provinsi Buenos Aires kini telah menyita senjata api yang berhasil direbut di lokasi kejadian sebagai barang bukti forensik. Garis polisi dipasang di sekeliling kediaman korban guna mengumpulkan serpihan proyektil dan sidik jari.
- Status Pelaku: Elías Barrionuevo (19) resmi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atas dugaan pembunuhan berencana berlatar femisida.
- Kondisi Saksi Kunci: Ayah tiri korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit lokal dan berada dalam pengawasan medis ketat.
- Motif Penembakan: Pihak kejaksaan masih mendalami motif utama di balik aksi nekat pelaku, termasuk riwayat kekerasan dalam hubungan asmara keduanya.
Kasus kematian Camila Castro menambah panjang daftar hitam kasus femisida di Argentina. Komunitas lokal dan berbagai organisasi perempuan mendesak aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan menjatuhkan hukuman maksimal atas kejahatan keji tersebut.
Comments (0)