Sep 10, 2026
Hukum

ARGENTINA — Morales Solá Tegaskan AI Tidak Memiliki Komitmen Kebenaran

Di tengah riak perubahan teknologi global dan tekanan politik domestik yang kian menguat, jurnalis senior sekaligus kolomnis terkemuka harian LA NACION, Jo

ARGENTINA — Morales Solá Tegaskan AI Tidak Memiliki Komitmen Kebenaran

Di tengah riak perubahan teknologi global dan tekanan politik domestik yang kian menguat, jurnalis senior sekaligus kolomnis terkemuka harian LA NACION, Joaquín Morales Solá, menyampaikan peringatan keras mengenai masa depan ekosistem informasi. Berbicara menjelang pembukaan Majelis Umum ke-64 Asosiasi Entitas Jurnalistik Argentina (ADEPA) di Provinsi Tucumán, Morales Solá menegaskan bahwa ekspansi cepat media sosial dan kecerdasan buatan (AI) membawa ancaman eksistensial terhadap integritas fakta akibat ketiadaan mekanisme verifikasi redaksional yang mendasar.

Menurut analisis Morales Solá, laju perkembangan teknologi terjadi dalam hitungan menit dan menuntut industri media untuk beradaptasi secara konstan. Namun, ia menyoroti jurang pemisah yang tajam antara pers profesional dan platform digital berbasis kecerdasan buatan. "Kecerdasan buatan dan media sosial tidak memiliki komitmen terhadap kebenaran karena informasi di sana tidak pernah diverifikasi," ujar Morales Solá dalam wawancara khusus dengan media lokal La Gaceta. Bagi praktisi media, ketiadaan penyaringan fakta menjadikan disinformasi menyebar masif tanpa adanya akuntabilitas etis.

Dilema Ekosistem Informasi: Pers vs Media Digital

Investigasi terhadap dinamika arus informasi saat ini menunjukkan pergeseran krusial pada cara publik mengonsumsi berita. Dalam konvensi tahunan ADEPA yang berlangsung di tanah kelahirannya tersebut, para pimpinan media nasional berkumpul untuk memetakan strategi bertahan di tengah gempuran algoritma otomatisasi. Morales Solá menilai pers tradisional sebenarnya memiliki rekam jejak yang kuat dalam melakukan penyesuaian (*aggiornamento*) terhadap setiap zaman, meski tantangan kali ini jauh lebih kompleks.

Berikut adalah perbandingan mendasar antara jurnalisme profesional dan ekosistem media sosial/AI sebagaimana disorot dalam forum ADEPA:

Indikator Utama Jurnalisme Profesional Media Sosial & AI
Komitmen Kebenaran Melalui uji fakta dan verifikasi bertingkat Sintesis data otomatis tanpa validasi fakta
Akuntabilitas Etis Terikat kode etik jurnalistik dan hukum pers Tinggi anonimitas dan minim regulasi publik
Fungsi Sosial Pengawas kekuasaan (watchdog) publik Penyebar tren dan amplifiers disinformasi

Paradoks Politik Javier Milei dan Kebebasan Pers

Selain menyoroti ancaman teknologi, Morales Solá melancarkan kritik tajam terhadap retorika permusuhan yang diusung oleh Presiden Argentina, Javier Milei. Morales Solá menilai perselisihan antara kekuasaan eksekutif dan pers merupakan pola berulang dalam sejarah politik Argentina. Berdasarkan catatannya, hampir seluruh rezim kepresidenan Argentina cenderung menciptakan perpecahan buatan dengan media demi mengalihkan isu-isu strategis nasional.

Namun, Morales Solá memberikan catatan sejarah tersendiri terkait pola hubungan pemerintah dan media di Argentina. "Kecuali pada masa pemerintahan Raúl Alfonsín dan Mauricio Macri, dalam seluruh kepemimpinan lainnya mereka sengaja menciptakan perselisihan dengan kami," tutur Morales Solá. Ia menekankan bahwa dalam dua era kepemimpinan tersebut, kemerdekaan pers relatif dihormati tanpa narasi permusuhan yang direkayasa dari Istana Presiden.

Sikap keras yang konsisten ditunjukkan oleh Presiden Javier Milei saat ini dinilai memuat paradoks ideologis yang serius. Sebagai figur politik yang mengklaim mengusung paham liberal-libertarian, tindakan Milei yang kerap menyerang pers dianggap tidak masuk akal. Menurut Morales Solá, prinsip dasar libertarianisme seharusnya mengagungkan kebebasan individu dan kebebasan berekspresi, di mana pers independen berfungsi sebagai benteng utama untuk mengontrol kekuasaan negara yang absolut.

Kendati menghadapi tantangan ganda—berupa disrupsi AI yang tak terkendali serta tekanan politik dari penguasa—Morales Solá optimistis bahwa pers profesional tidak akan kehilangan relevansinya. Industri media diyakini memiliki ketahanan historis untuk terus memperbarui diri tanpa mengorbankan komitmen terhadap pencarian fakta. Forum Majelis Umum ADEPA ke-64 menjadi momentum penting bagi konsolidasi pers Argentina dalam mempertahankan kebenaran di tengah era banjir informasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User