Iran Tetapkan Tiga Hari Libur Nasional untuk Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Otoritas Iran mengumumkan penetapan tiga hari libur nasional di ibu kota Teheran dalam rangka upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Libur tersebut diberlakukan mulai 4
Otoritas Iran mengumumkan penetapan tiga hari libur nasional di ibu kota Teheran dalam rangka upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Libur tersebut diberlakukan mulai 4 hingga 6 Juli 2026, mencakup seluruh rangkaian prosesi perpisahan, doa, dan pemakaman kenegaraan.
Keputusan resmi itu disampaikan oleh komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Hassan Hassanzadeh, yang ditunjuk sebagai penanggung jawab penuh penyelenggaraan upacara. Ia merinci jadwal pelaksanaan yang akan terpusat di kompleks keagamaan terbesar di Teheran, Grand Mosalla, serta dampaknya terhadap aktivitas publik di provinsi Teheran.
Upacara perpisahan dan doa untuk jenazah pemimpin yang gugur akan diadakan pada hari Sabtu dan Minggu, 4 dan 5 Juli, di Grand Mosalla Teheran, dan pemakaman akan diadakan pada hari Senin, 6 Juli, dan provinsi Teheran akan libur selama tiga hari ini.
Pernyataan itu mengonfirmasi bahwa prosesi akan digelar dalam dua tahap. Dua hari pertama, 4–5 Juli 2026, difokuskan pada upacara penghormatan terakhir serta doa bersama di hadapan jenazah. Puncaknya pada 6 Juli 2026, prosesi pemakaman kenegaraan akan diselenggarakan dengan perkiraan mobilisasi massa yang luar biasa besar.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, otoritas Teheran memperkirakan sekitar 20 juta orang akan hadir di ibu kota selama rangkaian acara tersebut. Angka itu mencerminkan posisi Khamenei yang selama lebih dari tiga dekade menjadi figur sentral politik dan spiritual Iran. Sebelum pengumuman resmi Hassanzadeh, media pemerintah Iran sebelumnya hanya menyebutkan bahwa Teheran akan libur pada 4 dan 5 Juli, sementara seluruh negeri akan ikut serta pada 6 Juli. Namun, pernyataan terbaru menegaskan bahwa skala acara mengharuskan provinsi Teheran mendapatkan dispensasi libur penuh selama tiga hari berturut-turut.
Khamenei wafat dalam usia lanjut setelah memimpin Iran sejak 1989, menggantikan pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Kepemimpinannya melintasi berbagai gejolak geopolitik, dari perang Iran-Irak, sanksi internasional, hingga konflik proksi di Timur Tengah. Kepergiannya kini menempatkan Iran pada fase transisi politik yang diawasi ketat, baik dari dalam negeri maupun oleh komunitas internasional. Proses suksesi dan potensi perubahan arah kebijakan luar negeri menjadi topik yang sudah mulai mencuat di sela-sela laporan suasana duka nasional yang tampak di jalan-jalan Teheran.
Sementara itu, aparat keamanan dan logistik dikerahkan secara maksimal untuk mengantisipasi gelombang peziarah dari berbagai pelosok negeri. Pihak berwenang juga mengimbau warga yang tidak berkepentingan langsung dengan upacara untuk menghindari pusat kota guna mengurangi kepadatan. Langkah ini diambil untuk memastikan prosesi berlangsung tertib dan khidmat di tengah skala partisipasi yang diprediksi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah modern Iran. Informasi terbaru mengenai detail akses publik dan penutupan jalan akan terus diperbarui oleh panitia upacara menjelang hari pelaksanaan.
Demikian laporan yang dihimpun Beritadua.com dari pernyataan resmi otoritas Iran dan berbagai sumber di Teheran.
Comments (0)