HANOI, Beritadua.com — Sebuah pemandangan diplomasi yang tidak lazim tersaji di langit Asia Tenggara ketika Raja Thailand Maha Vajiralongkorn mengendalikan langsung kokpit pesawat kepresidenan dalam kunjungan kenegaraan resmi ke Vietnam. Di samping sang monarki, Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana bertindak sebagai perwira pertama (kopilot), menerbangkan armada jet komersial Boeing 737-800 milik Kerajaan Thailand melintasi ruang udara internasional hingga mendarat mulus di Bandara Internasional Noi Bai, Hanoi.
Aksi penerbangan langsung oleh kepala negara ini bukan sekadar manuver simbolis, melainkan demonstrasi kualifikasi teknis tingkat tinggi. Raja Vajiralongkorn, yang dikenal memiliki rekam jejak panjang sebagai penerbang militer dan sipil berlisensi, mengambil kendali penuh atas navigasi dan sistem kendali pesawat sepanjang rute Bangkok menuju Hanoi.
Kronologi Perjalanan Udara Rombongan Kerajaan
Berdasarkan catatan penerbangan resmi dan pantauan lalu lintas udara internasional, berikut urutan perjalanan penerbangan diplomatik tersebut:
- Pukul 08.30 ICT: Pesawat Boeing 737-800 dengan registrasi khusus Kerajaan Thailand menyelesaikan pemeriksaan pra-terbang menyeluruh di Pangkalan Angkatan Udara Don Mueang, Bangkok, di bawah supervisi langsung Raja Vajiralongkorn.
- Pukul 09.15 ICT: Pesawat lepas landas menuju koridor udara internasional, dikendalikan oleh Raja Thailand dari kursi kapten pilot dengan Ratu Suthida mengoperasikan instrumen komunikasi serta koordinasi navigasi.
- Pukul 11.00 ICT: Armada kerajaan memasuki ruang udara Vietnam dan melakukan manuver pendekatan akhir (final approach) di Bandara Noi Bai.
- Pukul 11.25 ICT: Pendaratan sempurna dieksekusi di landasan pacu utama, disambut oleh jajaran kehormatan militer dan pejabat tinggi pemerintah Vietnam.
"Penerbangan ini memperlihatkan kecakapan aviasi yang sangat disiplin. Raja Vajiralongkorn dan Ratu Suthida memegang lisensi penerbangan resmi dengan jam terbang komersial maupun militer yang solid," ungkap seorang analis aviasi militer regional.
Kualifikasi Aviasi Tingkat Tinggi Pasangan Kerajaan
Di balik kemudi Boeing 737-800, Raja Vajiralongkorn tercatat memiliki ribuan jam terbang di berbagai jenis pesawat, mulai dari jet tempur F-5E, F-16, hingga armada komersial berbadan lebar seperti Boeing 747. Sejak dekade 1970-an, ia telah menjalani pelatihan penerbangan intensif di Australia dan Amerika Serikat, menjadikannya salah satu monarki dengan keahlian teknis penerbangan militer paling komprehensif di dunia.
Sementara itu, Ratu Suthida bukan figur baru di dunia dirgantara. Sebelum menyandang gelar kerajaan, ia berkarier di industri penerbangan komersial dan kemudian menyelesaikan pelatihan penerbangan militer hingga mengantongi lisensi pilot profesional. Keberadaan ratu sebagai kopilot mempertegas kemitraan strategis sekaligus kecakapan teknis yang melampaui tugas seremonial istana.
- Tipe Armada: Boeing 737-800 Royal Flight
- Pilot in Command (Kapten): Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X)
- First Officer (Kopilot): Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana
- Tujuan Misi: Kunjungan kenegaraan bilateral Thailand-Vietnam di Hanoi
Penguatan Hubungan Diplomatik di Hanoi
Kedatangan pasangan kerajaan Thailand di Hanoi menandai babak penting penguatan kerja sama bilateral antara dua negara kunci di kawasan ASEAN. Setelah turun dari tangga pesawat, delegasi kerajaan disambut langsung oleh pejabat tinggi Partai Komunis Vietnam dan perwakilan Kementerian Luar Negeri Vietnam untuk agenda pembicaraan diplomatik mengenai stabilitas ekonomi dan keamanan regional.
Comments (0)