Ketidakhadiran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam rapat kerja bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memicu perhatian publik. Selama dua hari berturut-turut, kursi pimpinan kementerian strategis tersebut diisi oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, yang memimpin delegasi kementerian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Penelusuran di lapangan mengonfirmasi bahwa ketidakhadiran Nusron bukan disebabkan oleh agenda kunjungan kerja luar kota atau urusan birokrasi mendadak, melainkan murni faktor pemulihan kondisi kesehatan fisik pascapadatnya rangkaian kegiatan kementerian beberapa pekan terakhir.
Kronologi Ketidakhadiran di Parlemen
Rangkaian agenda evaluasi dan pembahasan program kerja antara Kementerian ATR/BPN dan Komisi II DPR RI yang berlangsung intensif mencatatkan linimasa kehadiran sebagai berikut:
- Hari Pertama Rapat Kerja: Nusron Wahid dijadwalkan memaparkan laporan capaian program prioritas dan alokasi anggaran, namun mendadak berhalangan hadir akibat penurunan kondisi kebugaran dan langsung diserahkan mandatnya kepada Wamen Ossy Dermawan.
- Hari Kedua Pendalaman Komisi II: Rapat lanjutan yang membahas penanganan sengketa lahan serta percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kembali dihadiri jajaran pimpinan tanpa kehadiran menteri definitif.
- Klarifikasi Resmi di Hadapan Dewan: Delegasi kementerian menyampaikan pemberitahuan tertulis serta keterangan lisan terkait kondisi medis terkini sang menteri sebelum sesi dengar pendapat dibuka secara formal.
Klarifikasi Resmi Wamen ATR/BPN
Dalam penjelasannya kepada media dan para anggota dewan di sela-sela persidangan, Wakil Menteri Ossy Dermawan menegaskan bahwa kondisi Nusron Wahid telah mendapatkan penanganan medis dan memerlukan waktu istirahat sejenak guna proses pemulihan optimal.
"Pak Menteri sedang dalam kondisi kurang sehat sehingga dokter menyarankan untuk beristirahat. Beliau menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI karena belum dapat hadir secara langsung," ujar Ossy Dermawan di Kompleks Parlemen Senayan.
Ossy menambahkan bahwa kendati pimpinan tertinggi kementerian berhalangan hadir secara fisik, koordinasi internal dan roda birokrasi di Kementerian ATR/BPN tetap berjalan normal. Seluruh materi pembahasan strategis, data resolusi konflik agraria, serta proyeksi target sertifikasi tanah tahun 2026 telah disiapkan secara komprehensif oleh tim kementerian untuk dipertanggungjawabkan kepada legislatif.
Fokus Pengawasan dan Agenda Kerja Kementerian
Komisi II DPR RI tetap melanjutkan pembahasan mendalam terkait tata kelola ruang dan redistribusi lahan. Anggota dewan menekankan pentingnya kehadiran figur kepemimpinan yang solid di kementerian untuk menyelesaikan mafia tanah serta sengketa agraria yang marak di berbagai daerah.
Kementerian ATR/BPN memastikan komitmen keberlanjutan program tetap terpenuhi sesuai target nasional, di mana Nusron Wahid dijadwalkan segera kembali aktif menjalankan tugas kedinasan setibanya rekomendasi tim medis menyatakan kondisi fisiknya pulih total.
Comments (0)