Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam kawasan perbukitan di wilayah Jawa Timur. Kobaran api dilaporkan melanda kawasan lereng Gunung Budeg yang terletak di Desa Pucungkidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung pada Selasa (15/9). Berdasarkan estimasi awal petugas di lapangan, luas area hutan dan semak belukar yang terbakar diperkirakan telah mencapai kurang lebih lima hektare.
Kondisi vegetasi yang mengering akibat puncak musim kemarau ditambah hembusan angin kencang memicu kobaran api menjalar dengan cepat ke arah puncak bukit. Tim gabungan yang terdiri dari pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, dan warga lokal berupaya keras mengendalikan amukan si jago merah agar tidak merembet mendekati permukiman penduduk.
Kronologi Titik Api dan Eskalasi Kebakaran
Berdasarkan laporan investigasi tim lapangan, eskalasi kebakaran terjadi melalui rentetan peristiwa berikut:
- Pukul 11.30 WIB: Warga setempat pertama kali melihat kepulan asap tebal membubung dari lereng bagian selatan Gunung Budeg.
- Pukul 12.45 WIB: Embusan angin kencang mempercepat kobaran api melahap semak kering dan pohon perdu di area lereng terjal.
- Pukul 13.30 WIB: Personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) bersama BPBD Tulungagung tiba di posko terdekat untuk melakukan asesmen dan perintisan jalur pemadaman.
- Pukul 16.00 WIB: Pemadaman intensif dilakukan secara manual dengan membuat sekat bakar guna melokalisasi pergerakan kobaran api.
Medan Terjal Menghambat Operasi Pemadaman
Upaya penjinakan api menghadapi rintangan berat akibat topografi Gunung Budeg yang curam dan berbatu. Armada mobil pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik pusat api yang berada di ketinggian lereng, sehingga petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual menggunakan ranting pohon (metode gepyok) dan tangki semprot punggung (jet shooter).
"Akses menuju titik api sangat terjal dan berbatu. Kendaraan operasional tidak memungkinkan untuk naik, sehingga tim gabungan harus mendaki jalan setapak sembari membawa peralatan manual untuk memutus rantai api," ungkap perwakilan tim penanggulangan di lokasi kejadian.
Dampak Lingkungan dan Langkah Penyelidikan
Kawasan Gunung Budeg dikenal tidak hanya sebagai kawasan hutan lindung lokal, tetapi juga memiliki nilai historis dan keanekaragaman hayati. Dampak dari kebakaran ini mencakup:
- Kerusakan Ekosistem: Sedikitnya lima hektare tutupan lahan berupa semak belukar, pohon jati, dan vegetasi liar hangus terbakar.
- Potensi Longsor: Hilangnya vegetasi pengikat tanah di lereng bukit berpotensi meningkatkan risiko erosi saat musim penghujan tiba.
- Gangguan Asap: Asap pembakaran sempat mengarah ke permukiman warga sekitar meski dalam intensitas sedang.
Hingga Selasa petang, petugas gabungan masih bersiaga di posko bawah untuk memantau potensi munculnya titik api baru (hotspot). Pihak berwenang dan kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti munculnya api, termasuk menelusuri dugaan adanya aktivitas pembakaran liar atau kelalaian manusia.
Comments (0)