Mahyeldi Ansharullah: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Barat
Mahyeldi Ansharullah: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Barat
Profil Singkat
Mahyeldi Ansharullah lahir di Bukittinggi, 25 Desember 1966. Ia merupakan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat periode 2021–2024 dan terpilih kembali untuk periode 2025–2030. Sebelum menjadi gubernur, ia dikenal luas sebagai Wali Kota Padang selama dua periode (2014–2019 dan 2019–2021). Mahyeldi memiliki latar belakang pendidikan di bidang dakwah dan pernah memimpin Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumatera Barat. Sosoknya kerap diidentikkan dengan nilai-nilai religius dan gaya kepemimpinan sederhana.
Karier dan Riwayat Jabatan
Karier politik Mahyeldi dimulai sebagai anggota DPRD Kota Padang pada 1999. Ia kemudian menjabat Wakil Wali Kota Padang mendampingi Fauzi Bahar pada 2009–2014. Puncak kariernya di tingkat lokal terjadi saat terpilih sebagai Wali Kota Padang dua kali berturut-turut. Pada Pilkada Serentak 2020, ia maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Audy Joinaldy dan memenangkan kontestasi dengan perolehan suara signifikan. Kemenangannya mengantarkan PKS untuk pertama kalinya menduduki kursi Gubernur Sumatera Barat. Pada Pilkada 2024, Mahyeldi kembali terpilih untuk periode kedua dengan perolehan suara yang menunjukkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya.
Kinerja dan Program Unggulan
Selama masa kepemimpinan pertamanya, Mahyeldi menekankan pembangunan berbasis agama dan budaya Minangkabau melalui slogan "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK). Beberapa program unggulannya meliputi: Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah, Gerakan Magrib Mengaji, dan penguatan ekonomi syariah. Di sektor infrastruktur, ia melanjutkan pembangunan jalan tol Padang–Pekanbaru dan jalan bypass Bandara Internasional Minangkabau. Pada 2025, Pemprov Sumbar di bawah kepemimpinannya meluncurkan program Sumatera Barat Digital Province yang bertujuan mempercepat transformasi layanan publik berbasis teknologi. Ia juga aktif mendorong pengembangan UMKM berbasis komunitas dan pariwisata halal.
Tantangan dan Harapan
Sumatera Barat menghadapi sejumlah tantangan struktural seperti tingkat kemiskinan yang masih di atas rata-rata nasional, ketimpangan pembangunan antara kawasan pesisir dan pedalaman, serta perlunya pemulihan ekonomi pascapandemi. Mahyeldi diharapkan mampu membawa perubahan signifikan pada periode keduanya, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Isu lain yang mengemuka adalah pengelolaan dana otonomi khusus dan realisasi investasi yang berkelanjutan. Para pengamat berharap gubernur dapat lebih inklusif dalam merangkul berbagai elemen masyarakat serta menjaga keseimbangan antara pendekatan religius dan kebutuhan pragmatis pembangunan.
Pro dan Kontra
- Pro: Berhasil mempertahankan tingkat kepuasan publik yang relatif tinggi sehingga terpilih kembali untuk periode kedua pada Pilkada 2024. Aktif mempromosikan program keagamaan berbasis komunitas seperti Gerakan Magrib Mengaji dan rumah tahfiz. Pencapaian signifikan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat dari 72,59 pada 2021 menjadi 73,84 pada 2024. Memperkuat identitas budaya Minangkabau melalui kebijakan yang mengintegrasikan adat dan syariat Islam.
- Kontra: Tingkat kemiskinan di Sumatera Barat tercatat 6,16% pada 2024, masih berada di atas target nasional. Implementasi beberapa proyek infrastruktur strategis dinilai lambat dan kurang tepat waktu. Kritik dari sejumlah pihak menyatakan pendekatan kebijakannya terlalu berfokus pada aspek religius dan kurang memperhatikan keberagaman serta kebutuhan sektor-sektor modern seperti industri kreatif dan teknologi. Pengelolaan sektor pariwisata dianggap belum mampu mengangkat potensi daerah secara maksimal pascapandemi.
Comments (0)