Gibran Tinjau Progres Tol Prosiwangi Tahap 1 di Probolinggo

Probolinggo — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap 1 pada Jumat (10/7/2026). Kunjun...

Gibran Tinjau Progres Tol Prosiwangi Tahap 1 di Probolinggo

Probolinggo — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap 1 pada Jumat (10/7/2026). Kunjungan ini menjadi sinyal kuat pemerintah pusat untuk memastikan proyek konektivitas di ujung timur Pulau Jawa berjalan sesuai tenggat dan berdampak nyata bagi perekonomian daerah.

Dengan mengenakan rompi keselamatan dan helm proyek, Wapres Gibran berjalan menyusuri badan jalan yang sebagian sudah dilapisi aspal dan sebagian lain masih dalam tahap pengerasan. Ia didampingi Menteri Pekerjaan Umum, pejabat BUMN konstruksi, serta kepala daerah setempat.

Latar Belakang dan Cakupan Proyek

Tol Prosiwangi merupakan bagian dari rencana besar Jalan Tol Trans-Jawa yang akan menyambung dari Probolinggo hingga Banyuwangi, membentang sekitar 167 kilometer. Proyek ini terbagi dalam beberapa tahap, dengan Tahap 1 meliputi ruas Probolinggo–Situbondo sepanjang 70,3 kilometer. Pembangunannya dimulai sejak awal 2024 dan ditargetkan tuntas pada semester pertama 2027.

Pemerintah menggelontorkan investasi lebih dari Rp23 triliun untuk Tahap 1 melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Kehadiran tol ini diyakini akan memangkas waktu tempuh dari Surabaya ke Banyuwangi hingga 3,5 jam lebih cepat, dari sebelumnya sekitar 9 jam menjadi 5—6 jam.

Progres Terkini dan Target Penyelesaian

Saat peninjauan, Gibran mendapat paparan bahwa progres fisik Tahap 1 telah mencapai 42,7 persen per awal Juli 2026, sedikit melampaui target rencana 40 persen. Pembebasan lahan untuk seksi 1 dan 2 sudah rampung, sementara seksi 3 masih menyisakan kurang dari 8 persen bidang yang dalam proses negosiasi akhir.

“Saya melihat ada percepatan yang signifikan dalam tiga bulan terakhir. Meski begitu, kontraktor harus tetap menjaga kualitas, terutama pada titik-titik yang melintasi area rawa dan perbukitan,” ujar Gibran kepada awak media di sela peninjauan. Ia menegaskan tidak ingin ada catatan hitam seperti amblesan atau retakan dini setelah tol dioperasikan.

Beberapa titik strategis yang ditinjau langsung oleh Wapres antara lain Jembatan Sungai Pekalen sepanjang 380 meter yang sudah rampung struktur bentang utamanya, serta area rest area KM 32 yang mulai dipersiapkan sebagai pusat kuliner dan UMKM lokal. Gibran meminta agar area istirahat tidak didesain sekadar sebagai tempat parkir dan toilet, melainkan menjadi etalase produk khas Probolinggo dan Situbondo, seperti mangga alpukat, olahan ikan, dan batik tulis pesisir.

Dampak Ekonomi dan Harapan

Peninjauan ini juga menyorot dampak ekonomi dari keberadaan tol. Gibran menekankan bahwa Prosiwangi akan menjadi tulang punggung baru distribusi logistik hasil pertanian, perikanan, dan pariwisata di kawasan Tapal Kuda. Pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo dan Pelabuhan Jangkar di Situbondo diproyeksikan mencatat kenaikan volume bongkar muat hingga 27 persen begitu tol beroperasi penuh.

“Kami ingin konektivitas ini bukan hanya memudahkan orang bepergian, tapi juga menekan biaya logistik yang selama ini menjadi beban petani dan nelayan. Harga jagung di Banyuwangi dengan Surabaya bisa terpaut 30 persen hanya karena ongkos angkut. Tol ini harus mempersempit jurang itu,” kata Gibran.

Sementara itu, kalangan pengusaha lokal menyambut optimistis. Ketua Kamar Dagang dan Industri Probolinggo menyebut sektor perhotelan dan restoran mulai melakukan ekspansi kecil-kecilan di sekitar pintu tol yang direncanakan. Namun, ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah menyiapkan regulasi yang memastikan UMKM tidak tergerus oleh masuknya ritel besar yang ikut tertarik dengan akses baru ini.

Di sisi teknis, konstruksi Tol Prosiwangi Tahap 1 menggunakan teknologi precast concrete untuk sebagian besar struktur layang dan jembatan, yang memungkinkan pengerjaan lebih cepat sekaligus meminimalkan gangguan terhadap lahan produktif. Pembangunan juga dilengkapi sistem drainase yang disesuaikan dengan karakter tanah vulkanik di lereng Gunung Argopuro dan Gunung Raung untuk mencegah genangan.

Peninjauan ditutup dengan penanaman pohon trembesi di sisi jalur tol sebagai simbol keberlanjutan lingkungan. Gibran menegaskan bahwa proyek infrastruktur tidak boleh mengorbankan kelestarian alam, dan ia meminta agar 200 hektare lahan kompensasi segera direalisasikan untuk reboisasi di daerah tangkapan air.

Dengan progres yang menggembirakan dan perhatian langsung dari Wapres, Tol Prosiwangi Tahap 1 diharapkan dapat beroperasi paling lambat Lebaran 2027, membuka akses bagi jutaan pemudik dan menggerakkan roda ekonomi di ujung timur Jawa.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User