Flying Disc Debut Sebagai Cabor Demonstrasi di SEA Games 2025

Olahraga piring terbang atau flying disc mencatat sejarah baru dengan tampil sebagai cabang olahraga (cabor) demonstrasi di SEA Games 2025 yang berlangsung

Flying Disc Debut Sebagai Cabor Demonstrasi di SEA Games 2025

Olahraga piring terbang atau flying disc mencatat sejarah baru dengan tampil sebagai cabang olahraga (cabor) demonstrasi di SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand. Kehadiran perdana ini menjadi panggung pembuktian bahwa olahraga yang mengandalkan lemparan cakram aerodinamis itu siap bersaing di kancah multi-ajang regional, sekaligus membuka peluang promosi menuju status cabang medali pada edisi mendatang.

Mengenal Flying Disc: Lebih dari Sekadar Lempar Cakram

Flying disc bukan sekadar aktivitas rekreasi di taman. Secara kompetitif, olahraga ini mencakup beberapa disiplin utama: ultimate (perpaduan basket dan sepak bola non kontak), disc golf (melempar cakram ke keranjang), dan freestyle (gerakan artistik). Setiap nomor menguji akurasi, kecepatan, strategi tim, dan stamina. Ciri khasnya adalah semangat "spirit of the game", di mana pemain bertanggung jawab atas keputusan di lapangan tanpa wasit—nilai yang sejalan dengan sportivitas tinggi.

Kilas Perjalanan: Dari Komunitas ke Panggung Internasional

  1. 2013 – World Flying Disc Federation (WFDF) mendapat pengakuan penuh dari International World Games Association.
  2. 2015 – Ultimate masuk program resmi World Games di Wroclaw, Polandia.
  3. 2020 – Komite Olimpiade Internasional (IOC) menerima WFDF sebagai anggota tetap, memperkuat dorongan agar ultimate dipertimbangkan untuk Olimpiade.
  4. 2023 – Tuan rumah SEA Games 2025 Thailand mengajukan flying disc sebagai cabor demonstrasi, disetujui oleh Dewan Federasi SEA Games.
  5. 2025 – Flying disc resmi memulai debut di SEA Games Thailand, mempertandingkan tiga nomor: mixed team ultimate, distance, dan freestyle.

Momen Bersejarah: Indonesia Raih Medali Emas Perdana

Delegasi Indonesia langsung mencatat tinta emas. Atlet Raka Pratama dan Sinta Nurhaliza sukses menyabet medali emas nomor distance campuran setelah mencatat lemparan terjauh 121,5 meter di final. Sementara itu, tim ultimate campuran berhasil mengamankan perak usai kalah tipis dari Thailand di partai puncak. Prestasi ini membuat Indonesia memuncaki klasemen tidak resmi cabor demonstrasi dengan perolehan 1 emas, 1 perak, 1 perunggu.

Prospek dan Tantangan Menuju Cabor Medali

Ketua Umum Asosiasi Flying Disc Indonesia (AFDI), Dimas Ardian, mengungkapkan bahwa capaian di SEA Games 2025 menjadi modal kuat untuk mengajukan status cabor medali pada SEA Games 2027 Malaysia. “Kami sudah menyusun peta jalan pengembangan atlet hingga 2030. Dukungan sponsor dan pemerintah daerah mulai mengalir, dan sekolah-sekolah mulai membuka ekstrakurikuler ultimate,” ujarnya. Namun, ia mengakui tantangan terbesar adalah pemerataan fasilitas dan peningkatan jam terbang kompetisi antarklub di dalam negeri. Jika berhasil, Indonesia berpeluang menjadi kekuatan baru flying disc Asia Tenggara.

[SOCIAL_TWEET]: Debut manis flying disc di SEA Games 2025! Indonesia langsung bawa pulang emas pertama nomor distance campuran. Akankah cabor piring terbang ini jadi rebutan medali di edisi berikutnya? #SEAGames2025 #FlyingDisc #IndonesiaJuara #UltimateFrisbee[SOCIAL_TG]: 🇮🇩 Debut cemerlang di SEA Games 2025! Tim flying disc Indonesia raih 1 emas, 1 perak, 1 perunggu. Dari taman ke podium, olahraga piring terbang siap naik level. 🥏

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User