Aug 24, 2026
Bisnis

Destry Jamin Keberlanjutan Kerja BI Usai Perry Warjiyo Mundur

Jakarta, Beritadua – Transisi kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) menjadi sorotan setelah Gubernur Perry Warjiyo mengajukan pengunduran diri pada awal pekan ini. Kekhawatiran sempat mencuat di kalan...

Destry Jamin Keberlanjutan Kerja BI Usai Perry Warjiyo Mundur

Jakarta, Beritadua – Transisi kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) menjadi sorotan setelah Gubernur Perry Warjiyo mengajukan pengunduran diri pada awal pekan ini. Kekhawatiran sempat mencuat di kalangan pelaku pasar akan potensi gangguan pada arah kebijakan moneter. Namun, Pejabat Sementara Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa roda organisasi tetap berjalan tanpa hambatan.

“Seluruh kebijakan strategis yang telah ditetapkan akan dilanjutkan,” ujar Destry dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/7). Destry, yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur Senior, ditunjuk sebagai pelaksana tugas hingga proses pengangkatan gubernur definitif selesai.

Stabilitas Moneter di Titik Aman

Destry menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid, yang tercermin dari inflasi inti yang terkendali di level 2,8% year-on-year (yoy) per Mei 2025. Rupiah juga menunjukkan penguatan tipis ke level Rp15.880 per dolar AS, didukung oleh aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar obligasi domestik. “BI akan terus mengoptimalkan operasi moneter pro-stability, termasuk intervensi di pasar valas dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” katanya.

Di sisi lain, ruang pelonggaran moneter masih terbuka. Suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate yang saat ini bertahan di 5,50% berpotensi diturunkan jika data ekonomi domestik dan global mendukung. Destry memastikan bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) akan tetap berjalan sesuai jadwal tanpa terpengaruh dinamika internal.

Lonjakan Transaksi Digital dan Pengawasan Makroprudensial

Tidak hanya kebijakan moneter, Destry juga menyoroti pesatnya pertumbuhan sistem pembayaran digital. Volume transaksi QRIS tercatat melonjak 45% yoy per kuartal II/2025, dengan lebih dari 30 juta merchant terdaftar. “Ekosistem digital adalah tulang punggung ekonomi masa depan. Kami pastikan proyek Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 tetap on track,” tandasnya.

Dalam aspek makroprudensial, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan nasional berada di level 25,8%, jauh di atas ambang batas regulator. Kredit perbankan tumbuh 9,2% yoy, ditopang oleh sektor UMKM dan korporasi manufaktur. Destry menegaskan bahwa kebijakan Loan to Value (LTV) yang longgar akan dipertahankan untuk mendorong pemulihan sektor properti.

“Kepercayaan adalah kunci. BI tidak bergantung pada satu figur. Sistem kami bekerja berdasarkan kelembagaan yang kuat,” ujar Destry.

Dua Sisi Mata Uang Transisi

Kepergian Perry Warjiyo yang dikenal konsisten dengan kebijakan moneter “pro-stability” memantik dua perspektif berbeda. Di satu sisi, pelaku pasar merespons positif janji keberlanjutan kebijakan. Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun tidak menunjukkan gejolak berarti, stabil di kisaran 6,8%. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan ditutup menguat 0,75% pada perdagangan Selasa, menandakan sentimen pasar yang masih kondusif.

Di sisi lain, kekhawatiran tetap ada. Sejumlah analis menyoroti kemungkinan perubahan gaya kepemimpinan yang dapat memengaruhi persepsi investor asing, terutama jika Destry dianggap terlalu akomodatif terhadap tekanan fiskal. Namun, Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menilai pasar akan cepat beradaptasi. “Selama sinyal suku bunga rendah dan inflasi terkendali konsisten, capital outflow tidak akan signifikan,” katanya.

Peta Jalan setelah Transisi

Destry mengonfirmasi bahwa dirinya tengah mempersiapkan calon gubernur definitif yang akan diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat. Ia menolak berspekulasi tentang nama-nama yang beredar, namun memastikan proses berlangsung sesuai ketentuan undang-undang. “Yang terpenting adalah kesinambungan kebijakan. Gubernur selanjutnya harus memahami visi besar menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

BI juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mengantisipasi risiko global, termasuk ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi Tiongkok. Cadangan devisa Indonesia yang cukup tebal, mencapai USD 135 miliar per Juni 2025, menjadi bantalan tangguh jika gejolak kembali terjadi.

Dengan pengalaman Destry di jalur kebijakan moneter dan manajemen makroprudensial, serta dukungan penuh jajaran dewan gubernur, harapan bahwa Bank Indonesia mampu melewati masa transisi dengan tanpa guncangan tampaknya mendapat landasan yang kokoh. Kini mata para investor dan pelaku pasar tertuju pada RDG selanjutnya yang akan menjadi bukti pertama konsistensi arah kebijakan di bawah pimpinan baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User