Destry Damayanti Tegaskan Stabilitas Rupiah dalam Pernyataan Perdana sebagai Pj Gubernur BI

Jakarta – Destry Damayanti untuk kali pertama menyampaikan pernyataan resmi setelah ditetapkan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo yang memasuki masa purnabakti....

Jul 27, 2026 - 22:41
0 0
Destry Damayanti Tegaskan Stabilitas Rupiah dalam Pernyataan Perdana sebagai Pj Gubernur BI

Jakarta – Destry Damayanti untuk kali pertama menyampaikan pernyataan resmi setelah ditetapkan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo yang memasuki masa purnabakti. Dalam keterangan singkat di kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (12/5/2026), ia menekankan bahwa prioritas utama dalam masa transisi ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memitigasi dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik.

Pernyataan Perdana dan Sinyal Kebijakan

Destry yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 itu tampil percaya diri. “Ini adalah amanah yang berat, tetapi saya optimistis dengan fondasi ekonomi kita yang solid,” ujarnya. Kata-kata tersebut langsung direspons pelaku pasar. Rupiah sempat menguat tipis 0,03 persen ke level Rp15.410 per dolar AS pukul 10.15 WIB, menunjukkan bahwa sentimen awal terhadap kepemimpinan baru cukup positif. Destry juga menyebutkan bahwa BI akan melanjutkan bauran kebijakan (policy mix) yang telah terbukti efektif, termasuk operasi moneter pro-stabilitas dan pendalaman pasar keuangan. Tidak ada sinyal perubahan arah suku bunga acuan yang terburu-buru.

Proyeksi Inflasi dan Fundamental Makro

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per April 2026, inflasi tahunan tercatat 2,78 persen (year-on-year), masih dalam kisaran sasaran BI 2,5±1 persen. Namun, tekanan inflasi pangan bergejolak (volatile food) mulai mencuat akibat gangguan pasokan musiman. Inflasi inti tetap terjaga di 2,41 persen, mengindikasikan daya beli yang belum sepenuhnya pulih. Di satu sisi, stabilitas harga memberikan ruang bagi BI untuk tidak menaikkan suku bunga. Di sisi lain, pelebaran defisit transaksi berjalan pada kuartal I-2026 menjadi 1,1 persen dari PDB perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan tekanan terhadap rupiah.

Dua Perspektif: Optimisme dan Kekhawatiran Pasar

Pro-kontra langsung menyambut pernyataan Destry. Pro: Pelaku pasar menyambut baik kesinambungan kebijakan. Destry dianggap sebagai figur yang memahami seluk-beluk operasi moneter, termasuk pengelolaan devisa dan makroprudensial. Hal ini terlihat dari penguatan rupiah terbatas pasca pernyataan. Kontra: Sebagian analis menyoroti belum adanya terobosan spesifik untuk mengerek likuiditas sektor riil yang masih minim. Kredit perbankan per Maret 2026 tumbuh 8,7 persen yoy, namun di bawah ekspektasi awal tahun sebesar 10–12 persen. Selain itu, capital outflow dari pasar obligasi domestik mencapai Rp3,8 triliun dalam sepekan terakhir–angka yang patut diwaspadai.

Latar Belakang Destry Damayanti

Destry bukanlah sosok asing di Bank Indonesia. Kariernya dimulai sebagai staf peneliti pada 1992, lalu merambah ke berbagai posisi strategis termasuk Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Pengalamannya di bank investasi global sebagai ekonom senior juga memperkaya perspektifnya. Saat menjadi Deputi Gubernur, ia kerap menyuarakan pentingnya diversifikasi cadangan devisa dan digitalisasi sistem pembayaran. Kombinasi antara kehati-hatian bankir sentral dan ketajaman analis pasar menjadi modalnya dalam mengawal rupiah hingga pelantikan gubernur definitif oleh Presiden.

Ekspektasi Jangka Pendek

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI berikutnya pada 20–21 Mei 2026 akan menjadi ajang pembuktian. Sejumlah ekonom memperkirakan BI mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Namun, jika gejolak eksternal meningkat pasca keputusan suku bunga The Fed yang masih hawkish, Destry mungkin diuji untuk mengambil langkah stabilisasi lebih agresif. “Kami akan mencermati setiap data yang masuk dan tidak ragu bertindak,” tambahnya. Satu hal yang pasti: semua mata kini tertuju pada bagaimana Penjabat Gubernur BI ini mengarungi masa transisi tanpa mengorbankan stabilitas harga dan kepercayaan pasar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User