China Tolak Sanksi AS terhadap Iran, Rusia Uji Rudal Dekat Kepulauan Kuril

Beijing kembali menegaskan sikapnya menolak bergabung dalam kampanye ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran. Penolakan itu disampaikan tepat ketika Washingt

Aug 21, 2026 - 20:44
0 0
China Tolak Sanksi AS terhadap Iran, Rusia Uji Rudal Dekat Kepulauan Kuril

Beijing kembali menegaskan sikapnya menolak bergabung dalam kampanye ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran. Penolakan itu disampaikan tepat ketika Washington bersiap mengumumkan apa yang disebut sebagai "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Teheran. Hampir bersamaan, Rusia melakukan uji coba rudal di dekat Kepulauan Kuril — wilayah yang juga diklaim Jepang — hanya sepekan setelah Tokyo memprotes kunjungan Presiden Vladimir Putin ke kepulauan tersebut.

Dua peristiwa yang terjadi di dua kawasan berbeda ini menandai eskalasi ketegangan geopolitik dengan satu pola yang sama: penolakan terhadap tekanan Barat dan demonstrasi kekuatan, baik lewat jalur diplomasi maupun lewat pameran kapabilitas militer di titik-titik sengketa.

China Tolak Ajakan Bergabung dalam Sanksi Terberat

Pada Kamis pekan ini, Menteri Keuangan AS Scott Bessent meminta sekutu-sekutu Washington dan negara-negara lain untuk memilih sisi dan menghentikan seluruh hubungan bisnis dengan Iran. Rencana itu, yang dijadwalkan diumumkan secara resmi pada Senin, disebut Bessent sebagai "pukulan ganda" yang menggabungkan blokade laut dengan "sanksi terberat dalam sejarah".

Dalam wawancaranya dengan CNBC, Bessent mengklaim kebijakan tersebut akan "menghancurkan" ekonomi Iran dan "meruntuhkan rezim" Teheran. Ia juga menyebutnya sebagai "isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia." Namun Beijing langsung mematahkan harapan Washington.

"Dengan isu Iran, sanksi dan tekanan tidak membantu menyelesaikan masalah," kata juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, sebagaimana dikutip Reuters. "China menyerukan pihak-pihak terkait untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah melalui cara-cara politik dan diplomatik."

Sikap Beijing itu sejalan dengan posisi yang dipegang China selama bertahun-tahun: menolak sanksi sepihak dan mengedepankan dialog. Penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa upaya AS membangun koalisi global anti-Iran tidak akan berjalan mulus, terutama karena China merupakan salah satu mitra dagang utama Teheran. Tanpa keterlibatan Beijing, efektivitas blokade ekonomi yang direncanakan Washington diragukan banyak pengamat.

Rusia Uji Rudal di Dekat Kepulauan Kuril

Di kawasan Asia Timur, Armada Pasifik Rusia mengumumkan keberhasilan uji coba rudal di dekat Kepulauan Kuril pada Kamis. Uji coba itu melibatkan kapal penjelajah rudal Varyag, kapal selam bertenaga nuklir Omsk, serta sistem rudal pantai Bastion yang berbasis di darat.

Menurut keterangan Armada Pasifik, rudal-rudal ditembakkan ke target yang mensimulasikan kapal musuh pada jarak sekitar 300 kilometer (186 mil). Data penargetan dipasok oleh penerbangan angkatan laut, dan seluruh tembakan diklaim tepat sasaran.

"Data kendali objektif mengonfirmasi penghancuran seluruh target," demikian pernyataan Armada Pasifik yang dirilis pada Kamis.

Waktu pelaksanaan uji coba ini mencuri perhatian banyak pihak. Hanya sepekan sebelumnya, Jepang memprotes keras kunjungan pertama Vladimir Putin ke kepulauan yang sebagian wilayahnya diklaim Tokyo tersebut. Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev juga memperingatkan akan ada "konsekuensi mengerikan" jika Jepang bersikukuh mempertahankan klaimnya atas Kepulauan Kuril.

Dua Front, Satu Pola Perlawanan

Meski berlangsung di kawasan dan dengan cara yang berbeda, kedua peristiwa itu menunjukkan pola yang serupa: negara-negara yang menjadi sasaran tekanan Barat merespons dengan sikap tegas. China memilih jalur diplomasi terbuka, sementara Rusia menegaskan posisinya lewat demonstrasi kekuatan militer secara langsung.

  • China menolak sanksi sepihak dan menyerukan penyelesaian isu Iran melalui jalur politik dan diplomatik.
  • Rusia melakukan uji coba rudal sebagai penegasan kapabilitas militernya di kawasan yang disengketakan dengan Jepang.
  • Kedua respons tersebut memperkuat narasi perlawanan terhadap tekanan ekonomi dan militer Amerika Serikat.

Perbandingan Dua Peristiwa

AspekChina vs AS (Isu Iran)Rusia vs Jepang (Kepulauan Kuril)
PemicuAjakan AS bergabung dalam sanksi terberatProtes Jepang atas kunjungan Putin
Bentuk responsPenolakan diplomatikUji coba rudal militer
Pihak yang meresponsKedutaan Besar China di WashingtonArmada Pasifik Rusia
Jarak target300 kilometer
Pesan utamaSanksi tidak menyelesaikan masalahRusia siap mempertahankan klaimnya

Analisis: Sinyal bagi Kebijakan Luar Negeri AS

Penolakan China dan uji coba rudal Rusia terjadi di tengah upaya Washington memperkuat posisinya di dua kawasan sekaligus. Bagi para pengamat hubungan internasional, respons Beijing menunjukkan bahwa sanksi sepihak semakin kehilangan daya tawarnya ketika negara-negara besar menolak ikut serta.

"Sanksi hanya efektif jika semua pemain utama mematuhinya," ujar seorang analis kebijakan luar negeri. "Ketika China menolak bergabung, celah ekonomi bagi Iran tetap terbuka, dan tekanan yang ingin dibangun Washington kehilangan banyak kekuatannya."

Sementara itu, uji coba rudal Rusia mengirim pesan bahwa Moskow tidak akan tinggal diam atas protes Tokyo. Dengan jarak target sejauh 300 kilometer dan seluruh tembakan yang diklaim akurat, Moskow memperlihatkan kesiapan militernya di kawasan Pasifik — tepat di wilayah yang selama puluhan tahun menjadi sumber ketegangan hubungan Rusia-Jepang.

Kedua peristiwa ini diperkirakan akan mewarnai dinamika diplomasi internasional dalam pekan-pekan mendatang, terutama ketika Washington resmi mengumumkan paket sanksi barunya pada Senin. Pertanyaan yang kini mengemuka bukan hanya bagaimana Teheran akan merespons, tetapi juga bagaimana sekutu-sekutu AS menyikapi ajakan yang telah lebih dulu ditolak oleh Beijing — dan apakah Jepang akan menanggapi uji coba rudal Rusia dengan protes yang lebih keras.

[SOCIAL_TWEET]: China tolak sanksi AS terhadap Iran, Rusia uji rudal 300 km di dekat Kepulauan Kuril hanya sepekan setelah protes Jepang. Dua front, satu pesan: tekanan Barat ditolak. #Geopolitik #Iran #Kuril[SOCIAL_TG]: China menolak ajakan AS soal sanksi Iran; Rusia uji coba rudal 300 km di Kepulauan Kuril. Dua peristiwa ini menandai pola perlawanan terhadap tekanan Barat. Baca selengkapnya di Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User