Changan Uji Deepal S05 BEV dan REEV di Rute Jakarta–Ciletuh
Changan Indonesia bersama Indomobil Group menggelar ekspedisi bertajuk From City to Coast dengan mengundang awak media, termasuk Carmudi, untuk menguji lan
Changan Indonesia bersama Indomobil Group menggelar ekspedisi bertajuk From City to Coast dengan mengundang awak media, termasuk Carmudi, untuk menguji langsung performa Deepal S05 dalam dua varian elektrifikasi: Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV). Rute perjalanan sepanjang lebih dari 200 kilometer dari Jakarta menuju Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat, sengaja dipilih untuk mengeksplorasi ketangguhan SUV listrik ini melintasi beragam karakter jalan.
Persiapan dan Lepas Landas dari Jakarta
Berikut kronologi perjalanan yang membentang dari pusat kota hingga pesisir selatan Jawa Barat:
- 07:00 WIB — Seluruh unit Deepal S05 BEV dan REEV bersiaga di titik kumpul kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Pengarahan rute dan teknis diberikan kepada seluruh peserta oleh tim produk Changan Indonesia.
- 07:30 WIB — Konvoi dilepas secara resmi. Deepal S05 memulai perjalanan melintasi kemacetan rutin jalan protokol ibu kota menuju gerbang tol dalam kota.
- 08:45 WIB — Rombongan memasuki Jalan Tol Jakarta–Bogor–Ciawi (Jagorawi) dan melanjutkan ke Tol Bocimi menuju arah Sukabumi. Di segmen ini, fitur bantuan pengemudi dan kenyamanan kabin menjadi sorotan utama.
- 10:30 WIB — Istirahat sejenak di rest area kawasan Cibadak. Pengecekan efisiensi baterai dan konsumsi bensin pada varian REEV dilakukan untuk mengukur selisih energi selama perjalanan tol berkecepatan tinggi.
- 11:30 WIB — Konvoi memasuki jalur pedesaan dan perbukitan menuju kawasan Geopark Ciletuh. Medan menyempit, tanjakan curam, dan tikungan beruntun menjadi ujian sesungguhnya bagi torsi instan motor listrik serta sistem suspensi SUV.
- 13:15 WIB — Seluruh unit tiba di kawasan Ciletuh. Sesi evaluasi performa dan wawancara teknis digelar di pantai bersama CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya.
Performa di Beragam Medan: BEV vs REEV
Pengalaman berkendara di kedua varian menunjukkan karakter yang berbeda namun saling melengkapi. Varian BEV mengandalkan baterai 58,9 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 460 km (NEDC/CLTC) yang terbukti cukup untuk rute Jakarta–Ciletuh sekali pengisian penuh tanpa kecemasan jangkauan. Sementara itu, varian REEV menggabungkan motor listrik dengan generator bensin kecil—teknologi pertama yang resmi diperkenalkan Changan di Indonesia. Pada segmen tanjakan ekstrem menuju Ciletuh, torsi maksimal 175 Nm pada varian BEV dan 320 Nm pada REEV terasa responsif tanpa jeda perpindahan gigi, konsisten dengan karakter penggerak elektrik.
Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, menegaskan bahwa pemilihan rute ini bukan sekadar uji ketahanan produk. “Kami sangat senang bisa mengajak rekan media dalam menguji ketangguhan Changan Deepal S05 dan Deepal S05 REEV dalam melintasi berbagai tantangan jalur antar-kota. Kehadiran teknologi REEV pertama yang resmi kami perkenalkan untuk pasar Indonesia ini merupakan komitmen nyata Changan bersama Indomobil Group dalam menjawab kebutuhan konsumen di Tanah Air yang mendambakan sensasi berkendara mobil listrik tanpa perlu khawatir mengenai infrastruktur pengisian daya,” ujarnya. Pernyataan ini merujuk pada kekhawatiran umum konsumen Indonesia mengenai ketersediaan stasiun pengisian, terutama di rute luar kota.
Kenyamanan dan Teknologi: Kesan Pertama di Balik Kemudi
Deepal S05 tampil dengan kemewahan kabin yang terasa di atas ekspektasi segmen harganya. Peredaman kabin pada kecepatan tol (100–120 km/jam) tergolong impresif, dengan tingkat kebisingan di bawah 65 desibel. Sistem infotainment berbasis layar sentuh 15,6 inci mendukung konektivitas nirkabel dan navigasi real-time yang membantu sepanjang rute pedesaan yang minim penanda jalan.
Namun, suspensi belakang torsion beam pada varian BEV—yang umum digunakan untuk menekan biaya produksi—menunjukkan sedikit kekakuan saat melibas jalan beton bergelombang di kawasan Ciletuh. Varian REEV yang membawa bobot lebih berat terasa lebih meredam, meskipun konsekuensinya adalah selisih konsumsi energi hingga 18% lebih boros dibandingkan BEV saat beroperasi dalam mode hibrida di tanjakan panjang.
Analisis Pro dan Kontra Changan Deepal S05
Pro: Teknologi REEV menawarkan solusi langsung terhadap kecemasan jangkauan (range anxiety) di daerah minim infrastruktur charger, tanpa mengorbankan pengalaman berkendara elektrik yang hening dan responsif. Desain interior, kelengkapan fitur ADAS, serta harga estimasi Rp500 jutaan menempatkan S05 sebagai salah satu SUV listrik dengan proposisi nilai paling agresif di pasar Indonesia. Kenyamanan suspensi di aspal mulus dan peredaman kabin di kecepatan tinggi memberikan kesan premium yang jarang ditemui di rentang harga serupa.
Kontra: Varian BEV mengandalkan infrastruktur pengisian yang belum merata di luar Jakarta, sementara varian REEV membawa bobot lebih berat dan konsumsi energi yang meningkat signifikan di rute menanjak. Suspensi belakang torsion beam pada BEV menghasilkan bantingan yang kurang halus di permukaan kasar. Selain itu, sebagai pemain baru, jaringan purna jual Changan di Indonesia masih dalam proses ekspansi—faktor yang mungkin menjadi pertimbangan bagi konsumen yang mengutamakan ketersediaan layanan di daerah.
Perjalanan Jakarta–Ciletuh berhasil menunjukkan bahwa Deepal S05 adalah kendaraan yang fun to drive dengan teknologi pragmatis yang disesuaikan untuk menjawab kondisi nyata jalan dan infrastruktur Indonesia. Pilihan antara BEV dan REEV akan bergantung sepenuhnya pada profil mobilitas dan akses pengisian masing-masing konsumen.
Comments (0)