Cahaya Mirip Kembang Api Muncul dari Gunung Kawi, Turis Belanda Tercengang
Keheningan malam di kawasan wisata religi Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendadak terusik oleh kemunculan cahaya berpendar yang membingungkan. Seorang wisatawan asal Belanda, yang tengah b...
Keheningan malam di kawasan wisata religi Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendadak terusik oleh kemunculan cahaya berpendar yang membingungkan. Seorang wisatawan asal Belanda, yang tengah beristirahat di sebuah penginapan sederhana di lereng gunung, menjadi saksi langsung fenomena tak biasa itu. Pria berusia 41 tahun tersebut melihat serangkaian kilatan cahaya berwarna-warni yang muncul dari arah puncak, menyerupai percikan kembang api namun tanpa suara letusan atau jejak asap yang jelas.
Menurut keterangan yang dihimpun, kejadian berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB. Saksi yang bernama Hendrik V. itu sedang duduk di teras penginapan ketika tiba-tiba langit di atas gunung berkerlip dengan warna merah, hijau, dan biru secara bergantian. “Saya pikir awalnya ada pesta kembang api di desa, tetapi tidak ada suara dan cahayanya sangat terfokus dari satu titik di gunung,” ujarnya melalui penerjemah. Hendrik segera merekam peristiwa tersebut dengan ponselnya, meskipun hasil rekaman hanya menangkap kilasan pendek karena cahaya muncul dan menghilang dengan cepat.
Keheranan dan Pencarian Makna
Setelah rekaman video disebarkan ke beberapa penduduk setempat, keheranan pun merebak. Mereka mengaku belum pernah menyaksikan fenomena semacam itu sebelumnya. “Cahaya itu seperti kunang-kunang raksasa, tapi lebih terang dan warnanya banyak,” kata Sumardi, seorang juru kunci makam Eyang Jugo, yang sudah 30 tahun tinggal di kaki gunung. Ia menambahkan bahwa pada malam itu udara terasa lebih dingin dari biasanya, namun tidak ada tanda-tanda aktivitas vulkanik atau kebakaran hutan.
Gunung Kawi memang dikenal sebagai tempat yang sarat dengan cerita mistik dan spiritual. Kompleks makam keramat di puncaknya menjadi tujuan ziarah dari berbagai daerah. Banyak pengunjung meyakini tempat ini memiliki energi gaib. Kemunculan cahaya misterius lantas dikaitkan dengan legenda setempat tentang keberadaan “cahaya penuntun” yang konon muncul saat malam Jumat Legi.
Dugaan dari Sisi Sains
Namun, sejumlah pakar mencoba memberikan penjelasan yang lebih rasional. Dr. Andri Wibowo, seorang vulkanolog dari Universitas Brawijaya, menyatakan bahwa Gunung Kawi bukanlah gunung api aktif, tetapi memiliki patahan geologi yang bisa melepaskan gas metana atau fosfin. “Gas-gas ini dapat terbakar secara spontan ketika bercampur dengan oksigen dan memicu percikan dari gesekan batuan, menghasilkan nyala berwarna sesuai kandungan mineral,” jelasnya. Fenomena ini mirip dengan swamp gas atau will-o'-the-wisp yang sering dilaporkan di rawa-rawa Eropa.
Di sisi lain, astronom amatir menilai bahwa apa yang terlihat bisa jadi merupakan sisa-sisa meteor yang terbakar di atmosfer, kebetulan melintas tepat di atas gunung. “Meteor yang memasuki atmosfer dengan sudut landai bisa pecah menjadi beberapa bagian dan menghasilkan kilatan warna-warni,” terang Rani Satria, pengelola observatorium di Batu, Malang. Ia menyarankan adanya analisis lebih lanjut dari citra satelit atau kamera pemantau langit untuk memastikannya.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan tidak ada peningkatan aktivitas seismik di wilayah Malang selatan. Mereka tetap memantau dan membuka kemungkinan pengiriman tim jika fenomena ini berulang. “Kami belum melihat indikasi bahaya, tetapi jika memang diperlukan, kami akan turunkan alat pemantau gas,” ujar juru bicara PVMBG. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Rekaman dan Investigasi
Video yang direkam oleh Hendrik kini viral di media sosial. Banyak warganet berspekulasi tentang penyebabnya, mulai dari uji coba drone canggih hingga tanda kedatangan makhluk luar angkasa. Pihak kepolisian setempat telah meminta keterangan saksi dan menyelidiki apakah ada aktivitas manusia yang bisa menjelaskan kejadian tersebut, seperti penggunaan laser atau bahan peledak. Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan sisa material apa pun di lokasi yang diduga sebagai sumber cahaya.
Fenomena ini menambah daftar panjang misteri yang menyelimuti Gunung Kawi. Pada 2019 silam, pernah dilaporkan suara dentuman aneh tanpa sumber jelas yang menggegerkan masyarakat sekitar. Meski demikian, pengelola kawasan wisata memastikan bahwa kejadian ini tidak mengganggu aktivitas ziarah maupun wisata. “Kami tetap buka seperti biasa, keamanan terjamin,” tegas Slamet Riyadi, Kepala Unit Pengelola Wisata Gunung Kawi.
Sementara itu, Hendrik mengaku tidak takut, justru merasa beruntung bisa menyaksikan langsung peristiwa langka tersebut. Rencananya ia akan kembali ke Belanda pada pekan depan sambil membawa rekaman penuh tanda tanya. “Saya tidak tahu apa itu, tapi ini pengalaman paling menakjubkan saya selama di Indonesia,” pungkasnya.
Comments (0)