Sep 29, 2026
Aceh

BRI Group Dorong Tradisi Sulam Kasab Aceh Naik Kelas

BANDA ACEH — Holding Ultra Mikro BRI Group kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Rencong. Ka

BRI Group Dorong Tradisi Sulam Kasab Aceh Naik Kelas

BANDA ACEH — Holding Ultra Mikro BRI Group kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Rencong. Kali ini, perhatian diberikan kepada para perajin sulam kasab, warisan budaya khas Aceh yang memiliki nilai jual tinggi namun kerap terkendala permodalan dan akses pasar. Dukungan pembiayaan dan pelatihan yang diberikan diharapkan mampu membuat usaha para perajin berkembang sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi BRI Group dalam memperkuat ekosistem usaha rakyat berbasis kearifan lokal. Sulam kasab, yang dikenal sebagai sulaman benang emas pada kain, bukan sekadar produk kerajinan. Ia adalah identitas budaya masyarakat Aceh yang diwariskan lintas generasi. Namun, selama bertahun-tahun, para perajin menghadapi tantangan klasik: modal terbatas, harga bahan baku fluktuatif, dan pasar yang belum tergarap maksimal.

Kronologi Dukungan dan Pemberdayaan

Program pemberdayaan ini berjalan melalui sejumlah tahapan yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat. Berikut urutan kegiatannya:

  1. Pemetaan potensi perajin. Tim Holding Ultra Mikro BRI Group mengidentifikasi kelompok perajin sulam kasab di sejumlah kabupaten/kota di Aceh, menilai kapasitas produksi, kualitas produk, serta kebutuhan pembiayaan masing-masing usaha.
  2. Penyaluran pembiayaan mikro. Perajin memperoleh akses kredit usaha dengan plafon yang disesuaikan skala usaha, sehingga mereka dapat membeli bahan baku benang emas bermutu dan memperluas kapasitas produksi.
  3. Pelatihan keterampilan dan manajemen. Selain modal, perajin dibekali pelatihan teknis menyulam, pengelolaan keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran digital agar produk mereka mampu bersaing di pasar modern.
  4. Pendampingan pemasaran. Produk sulam kasab diarahkan masuk ke kanal digital, pameran UMKM, serta jejaring mitra usaha binaan BRI Group agar jangkauan pembeli semakin luas.
  5. Pemberdayaan komunitas. Keberhasilan usaha perajin mendorong penyerapan tenaga kerja lokal, terutama perempuan, sehingga manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Dampak Nyata bagi Perajin

Dukungan ini membawa perubahan signifikan. Para perajin yang sebelumnya bekerja secara terbatas kini dapat memenuhi pesanan lebih besar, termasuk dari luar daerah. Peningkatan omzet turut memperkuat posisi sulam kasab sebagai produk unggulan daerah yang bernilai ekonomi sekaligus bernilai budaya.

"Dukungan pembiayaan dan pelatihan membantu usaha kami berkembang dan memberdayakan masyarakat," ujar salah satu perajin binaan, menggambarkan manfaat program tersebut.

Menurutnya, pelatihan manajemen membuat para perajin lebih tertata dalam mengatur keuangan dan berani mengambil peluang pasar. Sementara pendampingan pemasaran membuka wawasan bahwa produk tradisional tetap bisa bersaing di era digital.

Mengapa Sulam Kasab Penting

  • Warisan budaya: sulam kasab merupakan kekayaan takbenda Aceh yang wajib dilestarikan.
  • Nilai ekonomi: produk bernilai jual tinggi, baik untuk busana maupun cendera mata.
  • Pemberdayaan perempuan: mayoritas perajin adalah perempuan, sehingga program ini mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
  • Efek berganda: usaha yang tumbuh menciptakan lapangan kerja dan menghidupkan ekonomi lokal.

Melalui sinergi pembiayaan, pelatihan, dan pemasaran, Holding Ultra Mikro BRI Group menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada modal. Ia menyentuh aspek kapasitas, jejaring, dan keberlanjutan. Bagi Aceh, langkah ini bukan hanya soal bisnis, melainkan upaya menjaga tradisi agar tetap hidup dan berdaya saing di tengah arus modernisasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User