BEI Minta Klarifikasi, DATA Bantah Terlibat Transaksi Saham Protelindo

Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini mengirimkan permintaan penjelasan kepada PT Remala Abadi Tbk (kode saham: DATA) terkait aktivitas transaksi saham PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Prot...

Jul 28, 2026 - 00:26
0 0
BEI Minta Klarifikasi, DATA Bantah Terlibat Transaksi Saham Protelindo

Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini mengirimkan permintaan penjelasan kepada PT Remala Abadi Tbk (kode saham: DATA) terkait aktivitas transaksi saham PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) yang dinilai mencurigakan. Langkah otoritas bursa ini diambil setelah terjadi lonjakan volume perdagangan dan pergerakan harga yang tidak lazim pada saham anak usaha atau terafiliasi. Dalam tanggapannya, manajemen DATA secara tegas membantah keterlibatan dalam pengalihan saham Protelindo yang ramai diperbincangkan pelaku pasar, sekaligus menegaskan komitmennya terhadap aturan saham beredar minimum (free float) 7,5% sebagaimana diatur dalam POJK No. 46/POJK.04/2017.

Latar Belakang Transaksi Misterius

Protelindo, emiten menara telekomunikasi yang 84,5% sahamnya dikuasai oleh PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), menjadi perhatian setelah muncul transaksi blok senilai Rp1,2 triliun pada 12 Juni 2025. Data perdagangan menunjukkan terjadi perpindahan 520 juta lembar saham pada harga rata-rata Rp2.310, atau sekitar 2,3% dari total saham beredar. Volume harian melonjak hingga 178% di atas rata-rata satu bulan terakhir, sementara harga saham Protelindo yang biasa bergerak di kisaran Rp2.100–Rp2.200 tiba-tiba menyentuh Rp2.450 dalam sepekan. Keanehan ini memicu spekulasi adanya restrukturisasi kepemilikan atau pelepasan saham oleh pemegang utama, termasuk dugaan keterkaitan dengan DATA yang selama ini dikenal sebagai perusahaan investasi teknologi.

Di sisi lain, kenaikan harga juga bisa dipicu sentimen positif terhadap industri menara telekomunikasi yang diproyeksikan tumbuh 9,3% sepanjang 2025, didukung ekspansi jaringan 5G. Namun, volatilitas yang mencolok tetap menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.

Permintaan Penjelasan BEI

Menanggapi abnormalitas tersebut, BEI melalui Divisi Pengawasan Transaksi pada 14 Juni 2025 mengirimkan surat permintaan penjelasan kepada DATA. Surat bernomor S-04569/BEI.PPA/06-2025 meminta manajemen menjelaskan apakah perseroan mengetahui atau terlibat dalam transaksi pengalihan saham Protelindo yang terjadi. BEI juga menyoroti potensi implikasi terhadap pemenuhan ketentuan free float, mengingat DATA terafiliasi dengan beberapa pemegang saham strategis di ekosistem Grup Djarum melalui PT Global Digital Niaga (Blibli) dan entitas lainnya.

Otoritas bursa secara rutin melakukan pengawasan transaksi mencurigakan untuk menjaga integritas pasar. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran seperti manipulasi harga atau perdagangan orang dalam, BEI berwenang menjatuhkan sanksi administratif hingga penghentian sementara perdagangan saham. Dalam kasus ini, BEI menekankan pentingnya keterbukaan informasi oleh emiten agar investor tidak dirugikan.

Respons Resmi DATA: Klarifikasi dan Komitmen Free Float

Dalam jawaban tertulis yang dirilis pada 16 Juni 2025, Direktur Utama DATA, Iwan Suharto, menyatakan bahwa perseroan sama sekali tidak terlibat dalam transaksi jual-beli saham Protelindo yang menjadi pertanyaan. “Tidak ada arahan, instruksi, atau perjanjian antara DATA dengan pihak manapun terkait pengalihan saham Protelindo. Kami tetap fokus pada pengembangan bisnis inti di sektor digitalisasi rantai pasok,” tegasnya. Ia juga memastikan bahwa posisi kepemilikan DATA atas sejumlah portofolio investasi tidak berubah.

Terkait aturan free float, DATA menegaskan bahwa persentase saham publik saat ini berada pada level 15,2%, jauh di atas ambang batas minimum 7,5%. Angka ini telah terverifikasi dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Mei 2025. “Kami mematuhi seluruh regulasi pasar modal dan berkomitmen mempertahankan likuiditas saham yang sehat,” tambah Iwan. Perusahaan juga menyebutkan sedang menjajaki peluang ekspansi ke bisnis logistik pintar sebagai bagian dari strategi 2025–2028 tanpa rencana restrukturisasi portofolio.

Tanggapan Pasar dan Pandangan Analis

Sehari setelah klarifikasi, saham DATA ditutup menguat 2,3% ke level Rp945, mengindikasikan respons positif investor terhadap kepastian informasi. Meski begitu, volume transaksi masih terpantau tipis, menandakan sebagian pelaku pasar masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Di satu sisi, analis dari PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Nugroho, menilai klarifikasi cepat DATA mampu menepis ketidakpastian dan menegaskan kredibilitas manajemen. “Pengungkapan yang terukur membuat kekhawatiran soal pelanggaran free float mereda. Ini sinyal baik bagi investor institusi yang mempertimbangkan aspek tata kelola,” ujarnya. Namun di sisi lain, ia mengingatkan bahwa transaksi besar di saham Protelindo tetap memerlukan pengusutan lebih lanjut oleh otoritas untuk memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan informasi asimetris.

Analis dari PT BCA Sekuritas menambahkan bahwa investor sebaiknya tetap mencermati kemungkinan perubahan struktur kepemilikan di ekosistem Grup Djarum yang secara tidak langsung dapat memengaruhi fundamental DATA. “Meski DATA secara langsung tidak terlibat, dinamika di induk usaha atau entitas terafiliasi tetap bisa menciptakan persepsi risiko,” katanya.

Prospek dan Implikasi ke Depan

Kejelasan dari DATA diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan investor terhadap saham perseroan. Namun, pengawasan BEI terhadap transaksi Protelindo diprediksi masih berlanjut. Apabila terbukti ada pelanggaran, sanksi bisa mengarah kepada pihak lain yang terlibat langsung. Bagi investor, fokus pada fundamental DATA—termasuk rencana pengembangan ekosistem digital dan potensi pertumbuhan pendapatan dari bisnis logistik—menjadi kunci utama di tengah sentimen jangka pendek.

Dengan volatilitas yang belum sepenuhnya hilang, para pemangku kepentingan disarankan memantau keterbukaan informasi berkala dari emiten dan perkembangan regulasi free float yang mungkin diperketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke depan. DATA sebagai emiten teknologi dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp4,3 triliun akan terus diuji ketahanannya di tengah dinamika pasar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User