Sep 13, 2026
Hukum

Basarnas Pastikan Temuan Barang di Selat Sunda Bukan Milik KM Arupadhatu

SELAT SUNDA — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kapal motor KM Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda memasuki

Basarnas Pastikan Temuan Barang di Selat Sunda Bukan Milik KM Arupadhatu

SELAT SUNDA — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kapal motor KM Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda memasuki babak krusial pada hari kelima. Harapan sempat membuncah ketika tim patroli laut menemukan sejumlah material dan barang terapung di sekitar zona pencarian, namun hasil verifikasi mendalam memastikan temuan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan kapal yang hilang.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh otoritas SAR gabungan setelah tim identifikasi mencocokkan temuan fisik dengan daftar manifest serta keterangan pihak keluarga dan instansi korban. Penyelidikan atas barang-barang anomali tersebut dilakukan guna menghindari simpang siur informasi di tengah upaya penyelamatan yang berpacu dengan waktu.

Kronologi Identifikasi dan Pemeriksaan Temuan

Penyisiran intensif yang dilakukan sejak fajar melibatkan berbagai unsur maritim, mulai dari armada kapal Basarnas, TNI Angkatan Laut, hingga Polairud. Berikut kronologi penemuan hingga proses verifikasi barang:

  1. Pukul 07.30 WIB: Armada gabungan memulai penyisiran sektor empat dengan radius 15 mil laut dari koordinat terakhir KM Arupadhatu 1 terdeteksi.
  2. Pukul 11.15 WIB: Helikopter pemantau melihat anomali benda terapung berupa serpihan kayu dan kantung pelindung di koordinat perairan barat daya Selat Sunda.
  3. Pukul 13.00 WIB: Tim kapal cepat (RIB) mengevakuasi objek temuan ke posko darurat pelabuhan untuk pemeriksaan visual dan forensik maritim.
  4. Pukul 16.00 WIB: Verifikasi silang rampung; karakteristik material dipastikan bukan bagian dari struktur maupun perlengkapan liputan jurnalis KM Arupadhatu 1.
"Setelah kami lakukan verifikasi visual bersama perwakilan pihak kapal dan rekan kerja rombongan jurnalis, dapat dipastikan bahwa benda-benda yang dievakuasi siang tadi bukan milik KM Arupadhatu 1. Kami tegaskan operasi tetap berfokus pada titik koordinat utama sesuai proyeksi pergerakan arus," tegas Koordinator Misi SAR dalam keterangan resminya.

Kendala Arus Kuat dan Perluasan Radius Pencarian

Karakteristik perairan Selat Sunda yang dikenal memiliki arus bawah laut yang kuat dan gelombang pasang tinggi menjadi tantangan terbesar tim SAR. Banyaknya sampah logistik serta puing kapal nelayan lain yang kerap hanyut di jalur pelayaran internasional ini menuntut kehati-hatian ekstra dalam mengidentifikasi setiap petunjuk.

  • Luas Wilayah Penyisiran: Radius pencarian diperluas hingga 25 mil laut mencakup pesisir selatan Banten hingga perairan timur Lampung.
  • Pengerahan Alat Deteksi: Pemanfaatan teknologi side-scan sonar dan underwater search device untuk menyisir objek bawah air.
  • Kondisi Cuaca: Kecepatan angin mencapai 20 knot dengan tinggi gelombang antara 1,5 hingga 2,5 meter.

Tim gabungan menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dioptimalkan hingga batas waktu regulasi dengan mengerahkan pemantauan udara dan patroli permukaan secara bergantian demi menemukan seluruh rombongan jurnalis yang berada di KM Arupadhatu 1.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User