Banyuwangi — Bupati Ipuk Buka Gesah Bareng untuk Tangkap Aspirasi Warga
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan program “Gesah Bareng Ambi Bupati” secara berkala. Inisiatif yang digag
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan program “Gesah Bareng Ambi Bupati” secara berkala. Inisiatif yang digagas Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, ini menjadi kanal khusus bagi masyarakat menyampaikan berbagai persoalan secara langsung tanpa melalui lapisan birokrasi yang panjang. Melalui forum dialog informal tersebut, pemerintah daerah berharap dapat mempercepat respon terhadap keluhan warga sekaligus menyerap aspirasi yang bersifat strategis untuk perencanaan pembangunan daerah ke depan.
Konsep Dialog Langsung Tanpa Batas Birokrasi
Program Gesah Bareng Ambi Bupati dirancang dengan pendekatan grounded dan dekat dengan lapisan masyarakat paling bawah. Berbeda dengan pertemuan-pertemuan formal yang seringkali terbentur protokol dan hierarki, forum ini hadir dalam suasana santai namun tetap produktif. Masyarakat dari berbagai kalangan—baik petani, nelayan, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga pelajar dan perwakilan organisasi kemasyarakatan—diberi kesempatan untuk berbicara langsung dengan Bupati Ipuk.
“Tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyatnya. Gesah Bareng ini adalah ruang bagi warga untuk bicara apa adanya, tanpa rasa canggung, tanpa takut salah. Saya ingin mendengar langsung dari mereka apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” ujar Ipuk dalam salah satu sesi Gesah Bareng yang digelar di salah satu kecamatan di wilayah barat Banyuwangi.
Mekanisme yang diterapkan pun cukup fleksibel. Warga dapat mendaftarkan diri sebagai peserta maupun menyampaikan keluhan secara spontan saat acara berlangsung. Setiap masalah yang diangkat akan dicatat oleh tim khusus yang dibentuk Pemkab Banyuwangi. Keluhan yang bersifat operasional dan dapat diselesaikan di tempat akan ditangani langsung oleh perangkat daerah yang turut hadir, sementara isu-isu strategis akan dibawa dalam rapat koordinasi teknis untuk ditindaklanjuti dalam jangka waktu yang jelas.
Tema Adaptif Sesuai Kebutuhan Lokal
Salah satu kekuatan program ini adalah variasi tema yang diangkat pada setiap pertemuannya. Pemkab Banyuwangi tidak menerapkan satu pola tetap, melainkan menyesuaikan topik pembahasan dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah tempat Gesah Bareng digelar. Misalnya, saat forum diselenggarakan di wilayah pesisir, tema yang diusung biasanya berkaitan dengan permasalahan nelayan, kebijakan cantrang, infrastruktur pelabuhan, hingga akses pasar hasil tangkapan. Berbeda halnya ketika acara digelar di kawasan pegunungan atau perbatasan, di mana pembahasan lebih banyak menyentuh isu irigasi pertanian, jalan desa, pendidikan di daerah terpencil, serta pelayanan kesehatan dasar.
- Aksesibilitas publik: Forum digelar di berbagai titik kecamatan dan desa agar jangkauannya merata.
- Multisektoral: Setiap pertemuan melibatkan dinas teknis terkait agar solusi dapat diberikan secara komprehensif.
- Transparansi: Hasil diskusi dan rencana tindak lanjut dipublikasikan melalui kanal komunikasi resmi pemerintah daerah.
Dengan sistem rotasi lokasi dan tema ini, diharapkan tidak ada lagi warga yang merasa terpinggirkan dari akses informasi dan pelayanan publik. Masyarakat di ujung-ujung wilayah Banyuwangi pun memiliki kesempatan setara untuk didengar dan diakomodasi kebutuhannya.
Dampak Nyata bagi Peningkatan Pelayanan Publik
Sejak pertama kali diperkenalkan, Gesah Bareng Ambi Bupati telah menghasilkan berbagai tindak lanjut konkret. Sejumlah infrastruktur dasar—seperti perbaikan jalan lingkungan, rehabilitasi saluran irigasi, penambahan armada ambulans desa, hingga pengurusan izin usaha yang sempat mangkrak—berhasil dipercepat penyelesaiannya berkat adanya tekanan langsung dari pimpinan daerah. Selain itu, program ini juga berfungsi sebagai alat deteksi dini bagi Pemkab Banyuwangi untuk mengidentifikasi permasalahan yang selama ini belum terekam dalam data formal.
“Setiap suara warga adalah data lapangan yang sangat berharga. Dari sinilah kami belajar bahwa banyak persoalan yang tidak tercermin di atas kertas, tetapi sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Gesah Bareng menjadi koreksi bagi kami untuk terus menyempurnakan layanan,” tegas Bupati Ipuk.
Lebih jauh, program ini juga membangun iklim saling percaya antara pemerintah dan warga masyarakat. Partisipasi aktif dalam forum dialog membuat warga merasa dihargai sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek yang menerima kebijakan. Di sisi lain, bagi aparatur sipil negara (ASN) yang turut mendampingi, kehadiran langsung Bupati dalam menanggapi keluhan menjadi pemicu semangat kerja dan memperkuat rasa akuntabilitas.
Komitmen Jangka Panjang dan Integrasi Kebijakan
Pemkab Banyuwangi menyatakan bahwa Gesah Bareng Ambi Bupati bukan sekadar program sesaat atau one time event, melainkan akan terus digelar secara periodik dengan evaluasi berkala. Tim khusus yang menangani tindak lanjut hasil gesah akan memantau realisasi setiap komitmen yang diucapkan di depan publik. Apabila terdapat hambatan dalam pelaksanaan, masyarakat akan diberitahu secara transparan alasan keterlambatannya bersama dengan alternatif solusi yang sedang diupayakan.
Ke depan, Pemkab berencana mengintegrasikan hasil-hasil Gesah Bareng dengan perencanaan pembangunan daerah, baik dalam penyusunan Renstra maupun usulan program tahunan. Dengan demikian, aspirasi yang muncul dari bawah benar-benar menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan publik. Langkah ini sekaligus memperkuat paradigma good governance dan inclusive policy making yang selama ini menjadi cerminan pemerintahan Bupati Ipuk di Banyuwangi.
Melalui konsistensi pelaksanaan dan keseriusan tindak lanjut, Gesah Bareng Ambi Bupati diharapkan dapat menjadi model konsultasi publik yang tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar mampu menjembatani kesenjangan antara kebijakan pemerintah dengan realitas sosial yang dihadapi warga di seluruh penjuru Kabupaten Banyuwangi.