Sep 17, 2026
Nasional

Banjir Rendam Aceh Barat Daya, Tujuh Kecamatan Tergenang Satu Meter

Bencana hidrometeorologi kembali melumpuhkan aktivitas warga di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur

Banjir Rendam Aceh Barat Daya, Tujuh Kecamatan Tergenang Satu Meter

Bencana hidrometeorologi kembali melumpuhkan aktivitas warga di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan hulu pegunungan selama beberapa hari berturut-turut memicu luapan sungai besar, hingga menenggelamkan permukiman warga di sedikitnya tujuh kecamatan dengan tinggi muka air mencapai satu meter.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) bersama Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya langsung menerjunkan tim reaksi cepat ke berbagai titik genangan. Berdasarkan investigasi lapangan awal, sistem drainase yang buruk dan sedimentasi sungai memperparah laju banjir ke kawasan perumahan dan jalur transportasi utama lintas barat-selatan Aceh.

Kronologi Meluapnya Sungai dan Banjir Bandang

Kenaikan debit air terjadi secara bertahap sebelum akhirnya menerjang kawasan permukiman penduduk secara masif:

  1. Pukul 14.30 WIB: Hujan deras dengan intensitas ekstrem mulai mengguyur kawasan hulu perbukitan di sepanjang punggung bukit Barisan yang melintasi Aceh Barat Daya.
  2. Pukul 18.00 WIB: Debit air di beberapa sungai utama, termasuk Krueng Susoh dan Krueng Beukah, terpantau meningkat tajam melampaui batas tanggul penahan.
  3. Pukul 21.00 WIB: Air limpasan sungai mulai memasuki pekarangan rumah warga di kawasan dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter.
  4. Pukul 02.00 WIB (Dini Hari): Genangan air mencapai puncaknya, merendam ribuan rumah warga hingga kedalaman 100 sentimeter (1 meter), memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Sebaran Wilayah Terdampak dan Kerusakan Infrastruktur

Berdasarkan data awal penanganan darurat, tujuh kecamatan yang terimbas parah meliputi Blangpidie, Susoh, Tangan-Tangan, Manggeng, Setia, Kuala Batee, dan Babahrot. Banjir tidak hanya melumpuhkan akses transportasi lokal, tetapi juga merendam puluhan hektare lahan pertanian produktif yang terancam gagal panen.

"Petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan komprehensif terkait jumlah jiwa terdampak serta total kerugian material. Fokus utama kami saat ini adalah evakuasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan orang sakit ke titik aman," ungkap juru bicara penanggulangan bencana BPBA.

Dampak struktural yang tercatat sejauh ini meliputi:

  • Terputusnya akses jalan antardesa akibat luapan air bercampur lumpur tebal.
  • Terendamnya fasilitas umum, mulai dari sekolah dasar, tempat ibadah, hingga puskesmas pembantu.
  • Kerusakan tanggul darurat di beberapa titik kritis aliran sungai akibat derasnya arus air bah.

Tuntutan Mitigasi Komprehensif dan Normalisasi Sungai

Bencana musiman yang terus berulang di kawasan barat-selatan Aceh ini kembali membuka fakta penting tentang urgensi mitigasi tata ruang. Kerusakan tutupan hutan di wilayah tangkapan air (catchment area) serta belum optimalnya proyek normalisasi sungai memperbesar kerentanan ekologis kawasan Abdya.

Masyarakat kini diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User