Sep 17, 2026
Nasional

BANDUNG — Pemprov Jabar Perluas Jaminan Asuransi untuk Ribuan Nelayan

Di bawah deburan ombak pesisir selatan Jawa Barat yang ganas, ribuan nelayan mempertaruhkan nyawa setiap kali mengadu nasib di laut lepas. Pekerjaan menang

BANDUNG — Pemprov Jabar Perluas Jaminan Asuransi untuk Ribuan Nelayan

Di bawah deburan ombak pesisir selatan Jawa Barat yang ganas, ribuan nelayan mempertaruhkan nyawa setiap kali mengadu nasib di laut lepas. Pekerjaan menangkap ikan bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan pertarungan sengit melawan ketidakpastian alam demi menyambung hidup keluarga. Menyadari risiko tinggi yang terus membayangi para penjaga laut ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi mengambil langkah konkret dengan memperluas jangkauan perlindungan asuransi keselamatan bagi para nelayan.

Kebijakan strategis ini diluncurkan untuk menjawab jeritan keluarga nelayan yang kerap kehilangan tulang punggung ekonomi akibat kecelakaan laut tanpa adanya jaminan finansial yang memadai. Selama bertahun-tahun, musibah di perairan kerap meninggalkan kepedihan mendalam sekaligus jeratan kemiskinan baru. Melalui perluasan program proteksi ini, Pemprov Jawa Barat menargetkan peningkatan signifikan pada kuota penerima serta nilai manfaat bantuan premi yang ditanggung oleh anggaran daerah.

Menembus Kerentanan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Berdasarkan data penelusuran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, kawasan pesisir utara dan selatan provinsi ini dihuni oleh lebih dari 85.000 nelayan kecil. Mayoritas dari mereka menggantungkan hidup pada perahu kayu bermotor dengan kapasitas di bawah 10 Gross Tonnage (GT). Tingginya risiko keselamatan kerja yang mereka hadapi selama ini tidak berbanding lurus dengan akses terhadap jaminan sosial yang memadai.

"Kita tidak boleh membiarkan para nelayan berjuang sendirian di tengah samudera tanpa ada kepastian perlindungan dari negara. Pemprov Jabar memastikan hadir secara nyata. Jika terjadi musibah saat mencari nafkah, keluarga yang ditinggalkan harus terjamin dan tidak boleh jatuh ke dalam jurang kemiskinan ekstrem," tegas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Skema Proteksi dan Nilai Manfaat Terbaru

Program pembaruan ini tidak hanya fokus pada penambahan jumlah peserta, tetapi juga merombak skema nilai santunan agar lebih meyakinkan bagi ahli waris. Pemprov Jawa Barat mengalokasikan subsidi premi penuh selama satu tahun anggaran bagi nelayan tradisional yang telah terverifikasi dalam sistem pendataan daerah.

Kategori Risiko Besaran Santunan Lama Besaran Santunan Baru
Meninggal Dunia Saat Melaut Rp160.000.000 Rp200.000.000
Cacat Permanen akibat Kecelakaan Rp100.000.000 Rp120.000.000
Biaya Pengobatan / Perawatan medis Rp20.000.000 Rp25.000.000

Investigasi Lapangan dan Akurasi Pendataan

Hasil penelusuran tim investigasi Beritadua.com di lapangan mengidentifikasi bahwa persoalan utama program asuransi di masa lalu terletak pada ketimpangan data serta kerumitan syarat administrasi. Banyak nelayan skala kecil di wilayah terpencil seperti pesisir Sukabumi, Garut, dan Pangandaran belum tersentuh jaminan karena terkendala kepemilikan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka).

"Perluasan asuransi ini merupakan angin segar bagi kami para nelayan kecil, namun uji validasi data di lapangan harus benar-benar objektif. Jangan sampai pemilik kapal besar yang justru mendapat bantuan premi, sementara nelayan perahu dayung yang rentan justru luput dari pendataan," ungkap perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat.

Menjawab tantangan tersebut, Pemprov Jawa Barat telah menerjunkan tim verifikasi independen bersama dinas lokal untuk melakukan sistem jemput bola di setiap TPI (Tempat Pelelangan Ikan). Total dana senilai Rp15 miliar dari APBD Jawa Barat disiapkankan guna menopang pembiayaan premi tahap awal ini secara menyeluruh.

Harapan Baru Keselamatan Kerja Laut

Langkah ekspansif ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan ketenangan mendasar bagi para nelayan saat bertaruh nyawa di lautan. Perlindungan jaminan sosial maritim ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat benteng ekonomi masyarakat pesisir di Jawa Barat secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User