Sep 10, 2026
Nasional

BANDUNG BARAT — Jeje Dorong Seni Budaya Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Di tengah derasnya arus modernisasi dan ekspansi industri di kawasan Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat menyimpan kekayaan narasi budaya yang sangat kaya.

BANDUNG BARAT — Jeje Dorong Seni Budaya Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Di tengah derasnya arus modernisasi dan ekspansi industri di kawasan Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat menyimpan kekayaan narasi budaya yang sangat kaya. Dari dentang gamelan Sunda yang mengalun di lereng perbukitan Lembang hingga gerak intuitif para penari di desa-desa adat, seni tradisi kerap menghadapi ancaman terpinggirkan. Namun, sebuah pendekatan strategis kini tengah diuji di pusat pemerintahan daerah. Pemimpin daerah mulai memandang seni dan budaya bukan sekadar warisan sejarah yang pasif, melainkan aset ekonomi kreatif yang mampu menggerakkan roda Kesejahteraan masyarakat.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, secara terbuka menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk merevitalisasi seluruh ekosistem kebudayaan lokal. Kebijakan ini diambil menyusul evaluasi terhadap potensi seni tradisi yang selama ini berjalan secara sporadis dan belum terintegrasi utuh dengan rantai nilai pariwisata modern. Data lapangan menunjukkan bahwa ratusan sanggar seni di wilayah tersebut membutuhkan dukungan ruang ekspresi serta kepastian ekonomi agar tetap bertahan.

Strategi Kebudayaan Sebagai Motor Ekonomi Baru

Langkah yang dirancang Pemkab Bandung Barat berfokus pada penguatan kapasitas pelaku seni dan pengintegrasian karya mereka ke dalam industri pariwisata. Dengan memanfaatkan daya tarik alam Bandung Barat yang sudah tersohor, pertunjukan seni tradisional diposisikan sebagai nilai tambah utama di berbagai destinasi wisata unggulan.

"Seni dan budaya adalah fondasi identitas kita. Namun lebih dari itu, jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, kebudayaan mampu menjadi instrumen efektif untuk memperkuat ekonomi warga serta membuka lapangan kerja baru," tegas Jeje Ritchie Ismail dalam keterangannya.

Selain mendorong pentas seni di objek wisata, pemerintah daerah juga menyiapkan program pendampingan untuk legalitas sanggar dan fasilitasi akses pendanaan. Penataan ini ditujukan agar para pelaku seni memiliki standar pertunjukan yang berdaya saing tanpa mengorbankan keaslian akar tradisinya.

Pemetaan Potensi dan Tantangan Pelestarian

Investigasi atas kondisi kebudayaan di Bandung Barat mengidentifikasi dua tantangan utama: minimnya regenerasi di kalangan anak muda dan terbatasnya panggung komersial yang adil bagi seniman lokal. Untuk menjawab persoalan ini, skema transformasi tata kelola kebudayaan mulai diterapkan.

Indikator Evaluasi Kondisi Sebelumnya Target Pendekatan Baru Pemkab
Wadah Penampilan Terbatas pada hajatan & seremoni Integrasi rutin di destinasi wisata & hotel
Skema Anggaran Bantuan insidental tidak berkala Kemitraan strategis BUMD & alokasi kebudayaan
Regenerasi Pelaku Seni Keterlibatan pemuda menurun Digitalisasi sanggar & muatan lokal sekolah

Melalui perbandingan tata kelola tersebut, terlihat ada pergeseran paradigma di mana kebudayaan disikapi sebagai investasi jangka panjang. Kreativitas seniman lokal yang terfasilitasi dengan baik diyakini dapat menjadi daya tarik utama yang mendatangkan wisatawan secara berkelanjutan.

Menjaga Identitas Pasundan di Era Modern

Tentu saja, komersialisasi seni membawa tantangan tersendiri terkait risiko pergeseran nilai-nilai filosofis tradisi Pasundan. Menanggapi hal ini, Pemkab Bandung Barat melibatkan para budayawan, akademisi, dan tokoh adat untuk memetakan ranah kesenian. Langkah ini memisahkan antara karya seni sakral yang wajib dilindungi kemurniannya dan karya seni pertunjukan yang dapat dikemas untuk pasar publik.

Dengan melibatkan lebih dari 50 sanggar seni yang tersebar di 16 kecamatan, strategi ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan generasi muda sekaligus menargetkan kenaikan kunjungan wisatawan berbasis budaya hingga 25 persen dalam dua tahun ke depan. Pada akhirnya, pelestarian seni budaya di Bandung Barat bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan strategi nyata memperkuat identitas dan ekonomi daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User