Sep 15, 2026
Hukum

BALI — Wisudawan Unwar Sukses Ekspor Ternak Ayam ke Malaysia

Di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi dan ketatnya persaingan ekonomi, seorang pemuda asal Kabupaten Bangli, Bali, membuktikan bahwa dedikasi ganda an

BALI — Wisudawan Unwar Sukses Ekspor Ternak Ayam ke Malaysia

Di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi dan ketatnya persaingan ekonomi, seorang pemuda asal Kabupaten Bangli, Bali, membuktikan bahwa dedikasi ganda antara pendidikan akademik dan dunia wirausaha dapat membuahkan hasil nyata. I Gusti Agung Pramana, wisudawan Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa (Unwar), berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan membangun jaringan bisnis peternakan ayam impor yang menembus pasar internasional sembari menyelesaikan studi sarjananya.

Langkah wirausaha yang ditekuni Agung bukan merupakan pencapaian instan. Penelusuran rekam jejak bisnisnya menunjukkan bagaimana konsistensi pengelolaan rantai pasok dan pemilihan strategi pembibitan yang tepat mampu mengonversi sebuah hobi masa remaja menjadi entitas bisnis berskala ekspor.

Kronologi Perjalanan: Dari Hobi Masa Sekolah hingga Peternakan Modern

Aktivitas peternakan yang kini bernilai ekonomi tinggi tersebut berawal dari langkah sederhana pada tujuh tahun silam. Berikut merupakan kronologi perkembangan usaha yang dijalankan oleh Agung Pramana:

  1. Tahun 2017 (Fase Inisiasi): Saat masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Bangli, Agung mulai menyalurkan ketertarikannya pada unggas hias dan aduan. Sang ayah memberikan dorongan awal berupa modal bibit anakan ayam impor berumur 20 hari untuk dirawat secara mandiri.
  2. Tahun 2019–2021 (Fase Ekspansi dan Pemuliaan): Memasuki masa perkuliahan di Universitas Warmadewa, Agung memperluas fasilitas kandang. Ia mulai menjalin kemitraan dengan pemasok untuk mendatangkan indukan ayam berkualitas unggul langsung dari Filipina guna memperkuat genetik ternak di Bali.
  3. Tahun 2022–Sekarang (Fase Penetrasi Pasar Global): Skala operasional bertambah menjadi tiga fasilitas kandang aktif di lokasi terpisah. Distribusi meluas dari pulau Jawa, Sumatra, hingga berhasil melakukan pengiriman ke pembeli di Malaysia.
"Saya awalnya beternak ayam sekadar menyalurkan hobi. Dibelikan anakan impor oleh ayah, kemudian saya kembangkan sampai sekarang," ungkap Agung saat ditemui di sela agenda wisuda di Denpasar.

Manajemen Waktu Ketat dan Penguatan Kredibilitas Usaha

Keberhasilan Agung menjalankan dua peran strategis secara bersamaan ditopang oleh kedisiplinan jadwal harian. Memilih kelas reguler malam di Unwar yang dimulai pukul 17.00 hingga 22.00 WITA, ia memanfaatkan waktu pagi hingga sore hari secara penuh untuk mengontrol pakan, kebersihan kandang, seleksi indukan, hingga proses karantina pengiriman hewan.

Bagi Agung, penerapan ilmu manajemen operasional dan pemasaran yang diperoleh di bangku kuliah memberikan dampak langsung terhadap profesionalitas usahanya. Status akademik bergelar Sarjana Manajemen (S.M.) kini menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan para pelanggan kelas atas dan pembeli mancanegara.

"Senang sekali bisa menyandang gelar sebagai sarjana manajemen di saat usaha saya maju. Saya juga punya gelar yang membuat customer lebih percaya," pungkasnya.

Fakta Operasional dan Jangkauan Distribusi

  • Infrastruktur Produksi: Memiliki 3 unit kandang pembiakan khusus di Bali dengan standar perawatan ketat.
  • Rantai Pasok Indukan: Mengimpor materi genetik unggul langsung dari Filipina melalui jalur distribusi legal.
  • Pasar Domestik: Menjangkau kota-kota besar nasional seperti Jakarta, Surabaya, Palembang, dan kawasan Sulawesi.
  • Pasar Ekspor: Menembus pasar regional Asia Tenggara, khususnya Malaysia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User