Sep 15, 2026
Hukum

DENPASAR — ITEKES Bali Gembleng Relawan Muda Lewat Ajang GASARDA VI

Di tengah potensi insiden kedaruratan yang dapat terjadi kapan saja di Pulau Dewata, kesiapan respons awal menjadi benteng terdepan keselamatan masyarakat.

DENPASAR — ITEKES Bali Gembleng Relawan Muda Lewat Ajang GASARDA VI

Di tengah potensi insiden kedaruratan yang dapat terjadi kapan saja di Pulau Dewata, kesiapan respons awal menjadi benteng terdepan keselamatan masyarakat. Menyadari betapa krusialnya golden hour dalam penanganan medis darurat, Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Unit ITEKES Bali kembali menggelar agenda tahunan mereka: Mewujudkan Relawan Muda Unggul melalui Sinergi Kreativitas, Edukasi, serta Aksi Kemanusiaan (GASARDA) VI. Ajang ini bukan sekadar kompetisi antar-pelajar, melainkan ruang penggemblengan sistematis bagi generasi muda dalam menguji pengetahuan, ketangkasan fisik, dan empati kemanusiaan.

Ratusan peserta yang berasal dari Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Wira SMA/SMK sederajat di seluruh Bali berkumpul dengan satu misi utama. Mereka diterjunkan langsung ke dalam berbagai skenario simulasi penanganan darurat yang dirancang menyerupai kondisi nyata di lapangan—mulai dari kasus kecelakaan lalu lintas, korban pingsan akibat sengatan panas, fraktur tulang, hingga luka pendarahan hebat.

Menguji Ketangkasan di Garis Depan Kedaruratan

Fokus utama dari penyelenggaraan GASARDA VI terletak pada penguatan kategori Pertolongan Pertama. Dalam simulasi ini, para relawan muda dituntut untuk mengambil keputusan medis awal secara tepat dalam hitungan detik. Keputusan yang keliru atau penanganan yang lambat dapat berakibat fatal sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi kejadian.

Ketua Umum KSR-PMI Unit ITEKES Bali periode 2025/2026, Gusti Ayu Diah Pusparini, mengungkapkan bahwa keterampilan teknis yang diasah dalam agenda Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) ini dirancang khusus untuk membangun refleks kemanusiaan para pelajar.

"GASARDA VI diharapkan menjadi wadah bagi relawan muda untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, semangat kemanusiaan, dan kebersamaan, serta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari," ujar Diah saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Penilaian tim penguji tidak hanya menitikberatkan pada ketepatan teknik balut bidai atau prosedur resusitasi jantung paru, melainkan juga kecerdasan emosional relawan. Penanganan psikologis awal terhadap korban yang mengalami trauma dan kepanikan menjadi tolok ukur krusial untuk menentukan kapasitas seorang relawan terlatih.

Inovasi Komunikasi dan Edukasi Sebaya

Selain respon fisik di lapangan, GASARDA VI memperluas spektrum kompetensi peserta melalui dua kategori strategis lainnya: Video Edukasi dan Tutor Sebaya. Langkah ini diambil untuk merespons pergeseran pola komunikasi digital di kalangan generasi muda yang semakin dinamis.

Melalui kategori Video Edukasi, peserta ditantang membedah materi kesehatan yang kompleks menjadi pesan audio-visual yang kreatif, persuasif, dan mudah dipahami publik. Sementara pada kategori Tutor Sebaya, para relawan diuji kemampuannya dalam mentransfer informasi kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit secara horizontal kepada rekan sebayanya.

Kategori Lomba Fokus Pelatihan Dampak Kemanusiaan
Pertolongan Pertama Simulasi kegawatdaruratan, trauma, dan luka fisik. Menurunkan risiko fatalitas korban di tempat kejadian.
Video Edukasi Literasi digital kesehatan dan produksi konten kreatif. Memperluas jangkauan edukasi pencegahan penyakit.
Tutor Sebaya Komunikasi interpersonal dan pendampingan remaja. Menciptakan ekosistem sekolah yang peduli kesehatan.

Membangun Ketahanan Bencana Berbasis Remaja

Keberadaan relawan muda berpendidikan medis dasar di Bali memiliki nilai taktis yang amat tinggi. Sebagai kawasan pusat pariwisata internasional sekaligus wilayah yang memiliki kerentanan bencana alam, Bali membutuhkan keterlibatan masyarakat tanggap darurat sejak tingkatan paling dasar. Integrasi antara institusi pendidikan tinggi seperti ITEKES Bali dan unit PMR sekolah menengah atas berhasil menciptakan rantai pasok relawan yang berkelanjutan.

Penyelenggaraan GASARDA VI menegaskan bahwa aksi kemanusiaan tidak boleh lagi bersifat pasif. Ketika seorang siswa mampu memberikan penanganan awal pada luka bakar di rumahnya atau memimpin evakuasi mandiri di sekolah saat terjadi gempa, pada titik itulah investasi sosial dari ajang ini menunjukkan wujud nyatanya.

Langkah KSR-PMI Unit ITEKES Bali ini membuktikan bahwa pembinaan pemuda dapat dikemas secara terukur dan penuh dampak. Melalui tempaan disiplin dan evaluasi yang ketat, GASARDA VI telah meletakkan fondasi kokoh bagi lahirnya generasi penolong masa depan di Bali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User