Sep 13, 2026
Hukum

BALI — Balai Bahasa Helat FTBI Guna Selamatkan Penutur Muda Daerah

Ancaman kepunahan bahasa daerah di tengah derasnya arus digitalisasi kian nyata. Menyikapi degradasi penutur muda, Balai Bahasa Provinsi Bali mengambil lan

BALI — Balai Bahasa Helat FTBI Guna Selamatkan Penutur Muda Daerah

Ancaman kepunahan bahasa daerah di tengah derasnya arus digitalisasi kian nyata. Menyikapi degradasi penutur muda, Balai Bahasa Provinsi Bali mengambil langkah strategis dengan menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Ajang ini difokuskan sebagai instrumen revitalisasi bahasa dan sastra Bali bagi kalangan pelajar sekolah dasar dan menengah pertama dari seluruh penjuru Pulau Dewata.

Widyabasa Ahli Madya Balai Bahasa Provinsi Bali, I Gde Wayan Soken Bandana, M.Hum., menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar kompetisi akademik, melainkan ruang pembuktian kompetensi generasi penerus dalam melestarikan bahasa ibu.

“FTBI merupakan wadah untuk melestarikan sekaligus meningkatkan kembali penggunaan bahasa Bali di kalangan generasi muda, khususnya siswa kelas 5 dan 6 SD serta siswa SMP,” ujar Soken dalam keterangannya di Denpasar.

Penyesuaian Skema di Tengah Efisiensi Anggaran

Pelaksanaan FTBI tahun ini membawa catatan khusus terkait format penyelenggaraan. Balai Bahasa Provinsi Bali dituntut beradaptasi dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tanpa mengurangi esensi penguatan literasi bahasa daerah.

Sebagai solusi, panitia menerapkan model penyelenggaraan hibrida (hybrid) yang membagi cabang lomba menjadi luring dan daring. Balai Bahasa juga memperluas kolaborasi lintas sektor untuk memastikan program revitalisasi ini tetap berjalan optimal.

  • Kemitraan Strategis: Balai Bahasa menggandeng berbagai lembaga di luar struktur pemerintahan guna menopang pembiayaan dan operasional festival.
  • Efisiensi Logistik: Mengurangi beban mobilitas kontingen daerah tanpa memangkas kualitas penjurian karya seni dan sastra.

Kronologi dan Alur Seleksi 252 Peserta Terbaik

Kompetisi tingkat provinsi ini merupakan puncak dari rangkaian seleksi berjenjang yang berlangsung ketat di tingkat daerah:

  1. Tahap Seleksi Kabupaten/Kota: Sembilan kabupaten dan kota di Bali menggelar seleksi lokal untuk menyaring bibit-bibit unggul di jenjang SD dan SMP.
  2. Penetapan Utusan Daerah: Setiap daerah mendelegasikan masing-masing dua peserta terbaik per jenjang untuk tiap cabang lomba yang dipertandingkan.
  3. Babak Final Provinsi: Sebanyak 252 peserta (126 siswa SD dan 126 siswa SMP) resmi bersaing di tingkat provinsi untuk memperebutkan predikat juara terbaik.

Pemetaan Cabang Perlombaan Luring dan Daring

Dari total tujuh cabang lomba yang digelar, panitia mengelompokkannya ke dalam dua mekanisme penilaian berbeda:

  • Cabang Luring (Balai Bahasa Provinsi Bali):
    • Nyurat Aksara: Uji kemahiran menulis aksara tradisional Bali sesuai kaidah filologis.
    • Menulis Cerpen: Eksplorasi narasi sastra modern berbahasa Bali.
    • Menulis Puisi: Penguasaan rima, diksi, dan metafora bahasa Bali.
  • Cabang Daring (Pengiriman Video Karya):
    • Mapidarta: Seni berpidato formal berbahasa Bali.
    • Masatua: Tradisi bertutur dan mendongeng cerita rakyat.
    • Babanyolan: Seni komedi tunggal tradisional Bali.
    • Matembang/Sekar Alit: Pelantunan tembang dan pupuh klasik.

Melalui integrasi teknologi dan sastra klasik, FTBI diharapkan mampu meregenerasi penutur aktif bahasa Bali sekaligus menumbuhkan kebanggaan kultural sejak dini di era modernisasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User