Dua hari pasca-kabar hilangnya seorang jurnalis yang tengah melakukan penugasan liputan di kawasan Selat Sunda, teka-teki mengenai keberadaannya masih diselimuti kabut tebal. Harapan sempat membumbung tinggi ketika tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang terapung di sekitar perairan Banten pada Selasa pagi. Namun, secercah harapan tersebut mendadak redup setelah kepolisian setempat menyampaikan konfirmasi resmi mengenai identifikasi barang-barang tersebut.
Kepolisian Daerah (Polda) Banten memastikan bahwa barang-barang berupa satu buah helm, jeriken plastik, dan pelampung (life jacket) yang ditemukan di perairan Selat Sunda tersebut sama sekali tidak terkait dengan sosok jurnalis yang hingga kini masih dinyatakan hilang kontak.
Titik Terang yang Sirnah di Gelombang Selat Sunda
Penyisiran skala besar yang melibatkan armada Kapal Patroli Polairud dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) awalnya mengamankan material terapung pada koordinat yang tak jauh dari jalur pelayaran Merak–Bakauheni. Temuan ini langsung dievakuasi ke posko utama untuk menjalani proses identifikasi dan pencocokan data fisik dengan barang peninggalan serta keterangan pihak keluarga korban.
Namun, analisis mendalam yang dilakukan tim penyidik dan saksi kunci mematahkan dugaan awal. Kabid Humas Polda Banten menegaskan bahwa seluruh barang temuan tersebut dipastikan merupakan sampah kelautan atau perlengkapan kapal nelayan lain yang terlepas.
"Setelah kami lakukan verifikasi visual dan konfirmasi langsung kepada pihak keluarga serta rekan kerja korban, kami memastikan seluruh barang yang ditemukan—helm, jeriken, dan life jacket—bukan milik korban. Karakteristik fisik dan merek barang sangat jauh berbeda dari perlengkapan yang dibawa korban saat bertugas," tegas juru bicara kepolisian dalam keterangan persnya.
Analisis Komparasi Barang Temuan di Perairan
Untuk memperjelas proses verifikasi investigative, berikut adalah hasil pencocokan data antara barang yang ditemukan tim pencari di perairan dengan daftar inventaris resmi yang dibawa oleh jurnalis yang hilang:
| Jenis Barang | Temuan Tim SAR di Laut | Spesifikasi Resmi Korban |
|---|---|---|
| Pelampung (Life Jacket) | Warna Oranye standar nelayan lokal, kondisi usang | Warna Biru Dongker tipe pelayaran komersial |
| Helm Safety | Hitam polos tanpa stiker/identitas | Merah dengan stiker logo media tempat bekerja |
| Jeriken | Kapasitas 20 Liter bekas bahan bakar minyak | Tidak membawa jeriken dalam manifest penugasan |
Kepastian ini memaksa tim gabungan untuk kembali memetakan ulang titik koordinat penyisiran. Arus bawah laut Selat Sunda yang dikenal sangat kuat dan berubah-ubah diduga telah membawa material laut dari area lain ke lokasi pencarian utama.
Operasi Pencarian Diperluas dan Perjuangan Melawan Arus
Meski temuan awal dinyatakan nihil keterkaitan, Polda Banten bersama Basarnas menegaskan bahwa operasi pencarian tidak akan dikendorkan sedikit pun. Wilayah penyisiran kini diperluas hingga mencakup area pesisir Pulau Sangiang dan bagian selatan perairan Lampung.
Keluarga korban yang menunggu di posko darurat terus memanjatkan doa di tengah cuaca ekstrem yang kerap melanda kawasan pesisir. "Kami hanya ingin kepastian dan berharap ada keajaiban. Waktu terus berjalan, tetapi kami tidak boleh kehilangan harapan," ujar salah satu perwakilan keluarga korban dengan nada emosional.
Polda Banten juga mengimbau kepada seluruh nelayan serta operator kapal feri yang melintas di Selat Sunda untuk segera memberikan laporan jika melihat tanda-tanda atau keberadaan benda mencurigakan di laut. Penyisiran udara menggunakan helikopter milik Polairud juga dijadwalkan akan dikerahkan apabila kondisi cuaca dan jarak pandang di atas Selat Sunda membaik.
Comments (0)