Sep 09, 2026
Nasional

Airlangga: Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun

Lanskap industri ekonomi syariah di Indonesia mencatatkan rekor baru di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Pemerintah melaporkan total as

Airlangga: Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun

Lanskap industri ekonomi syariah di Indonesia mencatatkan rekor baru di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Pemerintah melaporkan total aset keuangan syariah nasional berhasil menembus angka fantastis sebesar Rp3.131 triliun. Capaian monumental ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam peta keuangan syariah global, sekaligus menempatkan tanah air di jajaran empat besar dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan lonjakan valuasi aset ini mencerminkan akselerasi pemulihan dan penguatan struktur perbankan, pasar modal, serta industri keuangan non-bank (IKNB) berbasis syariah. Pertumbuhan ini sekaligus membuktikan tingginya kepercayaan investor institusional maupun domestik terhadap instrumen halal di pasar finansial nasional.

"Aset keuangan syariah Indonesia saat ini telah menembus angka Rp3.131 triliun. Capaian ini menempatkan Indonesia pada posisi empat besar dunia dan membuktikan ketahanan sektor keuangan kita yang semakin kompetitif di kancah regional maupun internasional," ujar Menko Airlangga Hartarto.

Akselerasi Pasar Modal dan Perbankan Syariah

Kenaikan portofolio keuangan syariah tidak lepas dari kinerja solid sejumlah motor penggerak utama. Penetrasi sukuk negara (Surat Berharga Syariah Negara/SBSN) serta instrumen sukuk korporasi terus mengalami peningkatan permintaan yang signifikan. Pasar modal syariah kini menyumbang porsi terbesar terhadap total aset, disusul oleh konsolidasi perbankan syariah yang kian ekspansif pascamerger bank-bank BUMN syariah.

Berdasarkan penelusuran data perkembangan ekonomi syariah, terdapat beberapa pilar utama yang menopang pertumbuhan aset hingga menembus ribuan triliun rupiah:

  • Kapitalisasi Pasar Saham dan Sukuk Syariah: Peningkatan penerbitan green sukuk dan sukuk ritel yang diserap secara masif oleh masyarakat.
  • Kinerja Agresif Perbankan Syariah: Pertumbuhan pembiayaan produktif dan rasio permodalan yang berada dalam level aman.
  • Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Syariah: Pertumbuhan asuransi syariah (takaful), lembaga pembiayaan, dan tekfin (fintech) syariah yang kian diminati generasi muda.

Persaingan Ketat di Kawasan Regional

Kendati berhasil menduduki peringkat empat dunia, Indonesia menghadapi persaingan sengit dengan negara tetangga seperti Malaysia, serta kekuatan finansial Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Malaysia sejauh ini masih memimpin dalam ekosistem regulasi dan total penetrasi aset perbankan syariah terhadap total perbankan nasional.

Pemerintah menyadari bahwa keunggulan demografi Indonesia dengan populasi muslim terbesar di dunia harus diimbangi dengan peningkatan indeks literasi keuangan syariah. Market share keuangan syariah terhadap sistem perbankan nasional dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas untuk dieksplorasi lebih jauh.

Langkah mitigasi risiko dan penguatan regulasi terus digencarkan agar ekosistem ekonomi syariah nasional tidak hanya berdaya saing dari sisi kuantitas nilai aset, tetapi juga mampu menjadi pilar stabilitas ekonomi di tengah volatilitas pasar global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User