Aug 25, 2026
Bisnis

Zulhas Pastikan Stok Jagung hingga Daging Aman, Surplus Pangan Nasional

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok di Indonesia dalam kondisi aman dan melimpah. Ia menyoroti bahwa tidak hanya beras, komoditas strate...

Zulhas Pastikan Stok Jagung hingga Daging Aman, Surplus Pangan Nasional

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok di Indonesia dalam kondisi aman dan melimpah. Ia menyoroti bahwa tidak hanya beras, komoditas strategis seperti jagung dan daging juga berada dalam posisi surplus yang cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik hingga beberapa bulan ke depan. Pernyataan ini sekaligus memperkuat optimisme pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan mewujudkan kemandirian pangan nasional di tengah dinamika global.

Stok Beras Nasional di Atas Cukup

Berdasarkan data Perum Bulog per akhir Juni 2026, stok beras yang dikuasai pemerintah mencapai 8,5 juta ton, setara dengan kebutuhan konsumsi selama lebih dari 4 bulan. Angka ini jauh di atas batas aman stok penyangga yang biasanya dijaga pada level 1,5–2 juta ton. Produksi gabah kering giling sepanjang semester pertama 2026 juga tercatat naik 3,2 persen secara tahunan, didorong oleh perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas di sentra-sentra utama seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Zulkifli Hasan menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinergi antara Kementerian Pertanian, Bulog, dan pemerintah daerah dalam menjalankan program percepatan tanam dan pengamanan harga di tingkat petani. Meski begitu, ia mengingatkan agar manajemen cadangan tetap dijaga ketat guna menghadapi potensi gangguan cuaca pada paruh kedua tahun.

Jagung Surplus, Impor Pakan Dipangkas

Untuk komoditas jagung, yang menjadi bahan baku utama pakan ternak, ketersediaan juga menunjukkan tren menggembirakan. Data Kementerian Pertanian menyebutkan produksi jagung pipilan kering nasional pada musim panen raya Maret–Juni 2026 mencapai 23,4 juta ton, meningkat 5,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan kebutuhan industri pakan dan konsumsi langsung sekitar 18,5 juta ton per tahun, Indonesia mengalami surplus lebih dari 4 juta ton pada semester pertama. Zulkifli Hasan menyatakan surplus ini telah memungkinkan pengurangan drastis volume impor jagung—turun 60 persen year-on-year—sehingga devisa negara dapat dihemat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga rantai pasok antardaerah agar harga di tingkat peternak tidak terimbas spekulasi, serta mendorong pengembangan fasilitas pengering dan silo di kawasan timur Indonesia yang kerap mengalami kendala logistik.

Pasokan Daging Sapi dan Unggas Terkendali

Zulkifli Hasan turut memastikan bahwa pasokan protein hewani—baik daging sapi, daging ayam, maupun telur—berada dalam kondisi stabil. Ketersediaan daging sapi nasional diproyeksikan mencapai 790 ribu ton sepanjang 2026, melampaui konsumsi yang diperkirakan sekitar 720 ribu ton. Surplus ini ditopang oleh penggemukan sapi lokal yang semakin masif dan kebijakan impor sapi bakalan yang diatur ketat agar tidak mengganggu peternak domestik. Untuk daging ayam ras, produksi bulanan rata-rata berada di angka 340 ribu ton, sementara konsumsi sekitar 310 ribu ton per bulan, menciptakan margin kelebihan yang cukup untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pada momen hari besar keagamaan. Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari program pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kian efektif serta penguatan sistem distribusi cold chain di luar Pulau Jawa.

Kedaulatan Energi Pangan Nasional

Dalam pemaparannya, Menko Pangan juga mengaitkan ketersediaan pangan dengan kedaulatan energi, khususnya melalui program biodiesel. Penyerapan minyak sawit mentah (CPO) untuk campuran solar bersubsidi kini telah mencapai 34 persen melalui mandatori B35, yang pada 2026 menargetkan konsumsi 13,5 juta kiloliter biodiesel. Program ini tidak hanya mengurangi impor bahan bakar minyak secara signifikan—diproyeksikan menghemat devisa sekitar USD 8 miliar tahun ini—tetapi juga menopang harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Zulkifli Hasan menyebut pangan dan energi sebagai dua pilar kedaulatan nasional yang tidak dapat dipisahkan. Pemerintah, lanjutnya, sedang mengkaji percepatan penerapan B40 agar kemandirian energi semakin kokoh sekaligus memberikan kepastian pasar bagi industri kelapa sawit dalam negeri.

Dengan seluruh indikator yang menunjukkan surplus pada komoditas pangan utama, Zulkifli Hasan mengklaim Indonesia berada pada jalur yang tepat menuju swasembada pangan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor dan fluktuasi pasar global. Ia menekankan bahwa koordinasi lintas kementerian akan terus diperkuat agar capaian ini tidak bersifat musiman, melainkan menjadi fondasi sistem pangan nasional yang tangguh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User