Sep 17, 2026
Hukum

YOGYAKARTA — Merapi Luncurkan Tujuh Kali Guguran Lava ke Barat Daya

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan dinamika yang signifikan. Berdasarkan pemanta

YOGYAKARTA — Merapi Luncurkan Tujuh Kali Guguran Lava ke Barat Daya

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan dinamika yang signifikan. Berdasarkan pemantauan instrumen Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), gunung api aktif tersebut terpantau meluncurkan guguran lava pijar sebanyak tujuh kali dengan jarak luncur maksimum mengarah ke sektor barat daya.

Investigasi data kegempaan harian memperlihatkan bahwa suplai magma dari perut bumi menuju kubah lava masih berlangsung konsisten. Fenomena ini diperkuat dengan tercatatnya rentetan aktivitas seismik, termasuk satu kali gempa tektonik berdurasi puluhan detik yang terekam pada seismogram stasiun pemantau di lereng Merapi.

Kronologi dan Catatan Seismik 24 Jam

Berdasarkan laporan telemetri dan pemantauan visual yang dihimpun tim geologi sepanjang periode pengamatan, berikut urutan dinamika aktivitas vulkanik yang terjadi:

  1. Fase Visual Pagi hingga Siang: Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, membubung setinggi 20 hingga 50 meter di atas puncak kawah utama.
  2. Eskalasi Guguran Lava: Terdeteksi 7 kali guguran lava yang meluncur deras menuju hulu Kali Bebeng dan Kali Krasak dengan estimasi jarak luncur mencapai 1.500 meter dari bibir kawah.
  3. Aktivitas Kegempaan Internal: Sensor mencatat puluhan gempa guguran (RF), gempa fase banyak (MP), serta getaran frekuensi rendah yang menandakan pergerakan fluida magma di kedalaman dangkal.
  4. Aktivitas Tektonik Regional: Terekam 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo signifikan, mengindikasikan adanya tekanan dinamik dari sesar regional di sekitar pulau Jawa.
"Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Karakteristik Merapi saat ini masih mempertahankan status Level III (Siaga) dengan suplai magma yang aktif membentuk morfologi kubah lava," tulis pernyataan resmi BPPTKG dalam laporan teknisnya.

Pemetaan Zona Bahaya dan Potensi Ancaman

Kajian bahaya erupsi efusif Merapi saat ini difokuskan pada dua sektor utama, yakni sektor selatan-barat daya dan sektor tenggara. Luncuran material awan panas guguran (APG) dan guguran lava sewaktu-waktu dapat terjadi apabila kubah lava barat daya maupun kubah tengah mengalami ketidakstabilan struktur.

  • Sektor Selatan-Barat Daya: Mencakup alur Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
  • Sektor Tenggara: Meliputi aliran Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
  • Bahaya Lontaran Material: Erupsi eksplosif berpotensi melempar material vulkanik padat dalam radius 3 kilometer dari puncak.

Selain ancaman langsung berupa awan panas dan guguran lava, BPPTKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat di sepanjang bantaran sungai untuk mewaspadai ancaman banjir lahar dingin. Curah hujan tinggi di puncak Merapi dapat menyapu jutaan meter kubik material endapan erupsi menjadi lahar yang berdaya rusak tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User